ini bukan cerita diriku pribadi, tapi cerita tentang sahabatku yang membuat air mata mengalir.
_______________________________________
Pagi, tanggal xx, bulan xx dini hari, terlihat ada seorang gadis remaja berusia 19 tahun sedang tidur di kasurnya, dengan rambut hitam yang terurai, gadis ini memiliki kulit putih dan nampak cantik walaupun sedang tertidur.
namanya Sabrina, sahabat karibku, kami ini sudah bersahabat sejak kecil, apa yang aku suka dia pun suka, dan begitu pula sebaliknya, apa yang suka akupun suka. Memiliki hobi yang sama, model pakaian yang di sukai dan merk kosmetik yang sering dipakai, bisa dibilang kami ini sangat mirip.
ketika dirinya sedang pulas tertidur dengan guling empuk yang berada di pelukannya, secara tiba-tiba ada suara ketukan pintu diiringi suara wanita yang sedikit parau.
tok, tok, tok....
" Rina... bangun sayang, nanti kamu kesiangan " ucap wanita itu.
karena tidak mendapat jawaban dari Sabrina, perlahan pintu kamarnya terbuka dan terlihat ada seorang wanita yang masuk kedalam. Dia kini menghampiri Sabrina yang sedang tidur, digoyangkan nya tubuh gadis itu agar bangun, sentuhannya begitu lembut namun tetap tidak membuat Sabrina terbangun.
" Sayang... kamu harus bangun nak, mama udah buat sarapan lo ". ucapnya yang diketahui sebagai mama Sabrina.
tidak menghiraukan omongan mamanya, Sabrina malah mengeliat sambil menarik lebih tinggi selimutnya, sehingga perbuatannya ini membuat mamanya menghela nafas pelan.
" Sayang... ".
" Mama kalau mau berangkat kerja tinggal pergi aja... gak usah sok perhatian deh ".
terdiam sejenak setelah Sabrina berkata seperti itu, mamanya kini menghela nafas kasar untuk kedua kalinya." Ya udah... mama berangkat kerja dulu ya... kalau kamu mau makan malam nanti, mama udah bilang sama tante Diana, kamu malam ini nginep disana ya... mama bakalan pulang besok ".
" Terserah... ".
Setelah berkata seperti itu, mama Sabrina pun pergi keluar kamar, terdiam Sabrina saat ini, dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
perlahan, keluar betiran air mata yang keluar dari sudut matanya, ketika ia mengingat sosok mamanya ini, hatinya terasa sangat sakit.
" Hiks... mama emang gak pernah sayang sama aku " gumamnya yang setelah itu menenggelamkan wajah pada bantal...
bersambung...