Dengan menutup mulutnya dengan rapat Sarah menangis menyaksikan kedua orang tuanya yang di bunuh secara kejih, sebelum nyawa kedua orang tua Sarah hilang penjahat itu menyiksa terlebih dahulu, ayah Sarah di pukul secara bergantian sehingga mengeluarkan darah dari mulutnya lalu melemparkan tubuh ayah Sarah dari lantai 2 rumahnya dan akhirnya ayah Sarah menghembuskan nafas terkahirnya. Sedangkan Ibu Sarah di siksa di tempat yang sama, setiap ibu Sarah memohon ampun satu tamparan pun melayang di pipinya sehingga wajah ibu Sarah memar dan mengeluarkan darah lalu rambut ibu Sarah di seret dan tubuhnya di gulingkan di tangga hingga mengenai sebuah pot besar yang berada di ujung tangga dan akhirnya ibu Sarah pun meninggal.
Sarah hanya bisa menangis dari balik lemari tempat ia bersembunyi kedua orang tuanya meminta agar Sarah tidak menampakkan dirinya agar nyawanya selamat. Hati Sarah sangat sakit melihat kejadian itu, Sarah tidak mengenal siapa orang-orang yang begitu keji membunuh kedua orang tuanya namun Sarah sempat melihat Tatto di lengan salah satu penjahat itu ya Tatto yang bergambar burung merpati.
Berselang 2 bulan sejak kejadian itu Sarah menjadi gadis yang dingin ia mulai menggeluti ilmu bela diri dan belajar menggunakan segala macam senjata api. Sarah pun menjadi pemimpin salah satu geng mafia yang sangat terkenal. Sarah melakukan semua itu demi menemukan pembunuh kedua orang tuanya, Sarah yakin kalau yang membunuh kedua orang tuanya itu adalah salah satu dari komplotan geng mafia juga.
Ayah Sarah adalah seorang pengacara ternama yang sering menangani kasus hukum para mafia besar dan setiap kasus yang di hadapi ayah Sarah selalu menang, mungkin saja yang membunuh ayah Sarah adalah mafia yang kasusnya di kalahkan oleh ayah Sarah.
Malam Ini Sarah sedang nongkrong di salah satu Bar bersama anak buahnya.
Sarah pun menujut ke salah satu toilet dan tidak sengaja melihat sesuatu yang ia kenal.
Tatto ya Tatto itu yang di lihat Sarah saat kedua orang tuanya di bunuh dan Tatto itu berada di lengan lelaki itu. Sarah pun menarik kerah baju lelaki itu dan menyeretnya keluar Bar. Semua pengunjung langsung kaget dan panik melihat kejadian itu.
Sarah membawa lelaki itu masuk kedalam mobilnya dan membawanya ke markas.
Sesampainya di markas Sarah mendudukkan lelaki itu di salah satu bangku lalu mengikatnya. Sarah menghujani pukulan pada lelaki itu sambil melontarkan pertanyaan.
"Siapa pemimpin mu...!!! Tanya Sarah dengan Suara membentak.
"Apa salah saya, kenapa saya di bawa kesini...? tanya lelaki itu dengan wajah kebingungan.
"Apa kamu ingat kedua orang ini...!!? Sambil mengeluarkan selembar foto kedua orang tuanya yang selama ini di simpan Sarah.
Tiba-tiba mata lelaki itu membola, wajahnya pucat, tubuhnya menjadi menggetar. "Sa-saya tidak kenal mereka. Lelaki itu berbohong.
"Kamu masi saja berbohong..!!" Jawab dengan jujur atau sebelah telinga kamu aku hilangkan..!" Sarah mulai habis kesabaran.
"Benar Nona saya tidak tau siapa mereka. Lelaki itu masi saja berbohong pada Sarah, ia tidak takut dengan ancaman sarah.
Sarah mengeluarkan pisau dari sakunya dan mengarahkan ke telinga lelaki itu. "Apa kamu tidak sayang dengan telingamu ini. Dengan mendekatkan wajahnya ke telinga lelaki itu sambil menggretak.
"Aku mohon Nona maafkan aku, aku tidak tau orang yang berada di foto itu Dengan wajah yang memelas lelaki itu masi saja berbohong sehingga membuat kesabaran Sarah benar-benar habis.
Dan tiba-tiba...
Sreeet....
Telinga lelaki itu hilang di tangan Sarah, darah pun mengalir deras dari telinga lelaki itu.
"Aaaaaaaaa.. teriakan lelaki itu sambil menutup telinganya pakai kedua tangannya.
"Kamu sudah membuat kesabaranku habis, aku sudah membuktikan perkataanku.sebaiknya kamu jujur atau telinga yang sebelahnya ikut hilang. Sambil berbisik sarah mengarahkan pisau ke telinga lelaki itu.
"Ba-baik aku akan jujur padamu. Dengan suara memohon lelaki itu akhirnya mau berkata jujur pada Sarah.
" Kami hanya di suruh untuk menghabisi kedua orang yang berada di foto itu. Kami tidak mengenal mereka dan kesalahannya apa, Kami di beri bayaran yang banyak makanya kami mau melakukannya.
"Dasar bodoh...!! Sarah membentak lelaki itu. "Apa kamu tau siapa orang yang berada di foto itu...!?" Dengan suara bergetar menahan tangis. "Itu kedua orang tuaku Bangsat...!!!" Suara Sarah meninggi di iringi air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
Lelaki itu sontak kaget, bibirnya setengah terbuka ia yakin bahwa kali ini nyawanya tidak akan selamat, nyawanya akan habis di tangan Sarah. Ia ingat bagaimana kejinya ia perlakukan kedua orang tua Sarah waktu itu.
"Siapa yang menyuruhmu menghabisi orang tuaku...?! Tanya sarah dengan suara pelan denga wajah sekan ingin menerkam.
"Tuan Jack yang menyuruhku, ia salah satu pemimpin mafia terbesar di kota ini dan terkenal sadis dengan kejahatannya.
"Tuan Jack... ?"sambil mengelilingi lelaki itu Sarah mencoba mengingat-ngingat siapa itu Tuan Jack. "Di mana markasnya dan saat ini Tuan Jack berada di mana? Tanya Sarah.
"Markas besarnya berada di dermaga peti kemas sedangkan Tuan Jack lebih sering berada di salah satu filanya yang berada di kawasan perkebunan anggur di desa B.
"Malam ini kita menuju fila Tuan Jack, kalian semua bersiap-siap. Perintah Sarah pada anak buahnya.
"Bagaimana dengan lelaki ini nona..? tanya salah satu anak buah Sarah.
"Habisi dia..!" perintah Sarah.
Sore pun berganti malam Sarah telah mempersiapkan segala keperluannya untuk menyerang Tuan Jack.
Sarah menyendiri di kamarnya sambil menatap foto kedua orang tuanya.
"Mama.. Papa" sebentar lagi sakit yang kalian rasakan akan mereka rasakan juga, mama dan papa yang tenang di surga aku tidak akan membiarkan mereka lepas dari tanganku. Sambil memandangi foto kedua orang tuanya Sarah menangis terisak rasa sakit yang Sarah rasakan saat itu masi terukir di benaknya masi terlihat jelas di mata Sarah saat kedua orang tuanya disiksa lalu di bunuh dengan kejih.
Sarah pun pergi menuju filla Tuan Jack bersama beberapa anak buahnya, Sarah memasuki halaman rumah Tuan Jack dengan mengendap-ngendap dan berhati-hati, mata Sarah memperhatikan foto yang tertata rapih di dinding sambil mencari yang mana yang bernama Tuan Jack.
Mata Sarah tiba-tiba menangkap sosok yang keluar dari kamar dengan bodyguard bertubuh kekar yang menjaganya
"Tuan Jack..." beberapa pengawal tiba-tiba mati sepertinya ada penyusup yang masuk ke kawasan rumah ini. Salah satu anak buah Tuan Jack melaporkan keadaan anak buahnya yang mati satu persatu
"Apaaa.!!!" Siapa yang berani masuk ke kawasan ini dan menghabisi anak buahku..!? Kalian cari tau dan habisi orang yang berani cari masalah denganku. Perintah Tuan Jack dengan suara tinggi.
"Ba-baik tuan...!" Semua anak buah Tuan Jack berpencar mencari tau siapa yang membunuh anak buah Tuan Jack satu persatu.
Tuan Jack bersama 2 bodyguardnya mencoba kabur lewat pintu belakang namun usahanya gagal karena di pintu belakang sudah ada Sarah dan beberapa anak buahnya yang menunggu Tuan Jack.
"Mau kemana Tuan Jack...? Tanya Sarah dengan pistol yang mengarah ke kepala Tuan Jack.
"Siapa kamu...!" Dengan kedua tangan di angkat keatas tanda menyerah.
Dengan tertawa sinis Sarah memutar ke hadapan Tuan Jack sehingga Tuan Jack bisa melihat wajah Sarah dengan jelas.
"Tuan Jack bertanya siapa saya...?? Heemmm apa perlu saya memperkenalkan diri saya pada T.U.A.N Jack...?!
"Siapa kamu dan ada urusan apa aku dengan kamu..!? Tanya Tuan Jack dengan sedikit membentak.
"Apa Tuan Jack kenal dengan Bapak Sigit seorang pengacara yang 2 bulan lalu meninggal dengan cara yang sangat mengenaskan??
"Pengacara Sigit..?? Apa hubunganmu dengan pengacara Sigit? Tanya Tuan Jack.
"Aku anaknya Pengacara Sigit yang 2 bulan lalu anda bunuh dengan kejih. Dengan perasaan yang sangat emosi dan penuh dendam Sarah memperkenalkan dirinya pada Tuan Jack.
"A.a.-anak dari pengacara Sigit...? Dengan terbatah-batah Tuan Jack shock mendengar nama Pengacara Sigit.
Namun Tuan jack berusaha untuk tenang sambil mencari cara untuk kabur saat Sarah lengah.
"Terus apa urusannya aku dan pengacara Sigit kenapa kamu mencariku dengan cara seperti ini...? Tuan Jack berpura-pura seolah-olah ia tidak melakukan apa-apa terhadap Pengacara Sigit.
"Bangsat...!!" Kamu masi bertanya kenapa aku mencarimu. Sarah mulai geram dengan perkataan Tuan Jack. "Kamu pelaku pembunuhan kedua orang tuaku. Sarah memukul wajah Tuan Jack dengan gagang pistol yang berada di tangannya sehingga membuat Tuan Jack tersungkur ke tanah.
Sarah memukul Tuan Jack secara membabibuta dengan penuh emosi yang tak terbendung lagi, sedangkan Bodyguard Tuan Jack yang melindunginya sedang di bereskan oleh anak buah Sarah.
Sarah terus menghujani Tuan Jack dengan pukulan yang penuh dengan dendam yang selama ini ia simpan, wajah Tuan Jack berlumuran darah, salah satu giginya copot akibat hantaman Sarah yang bertubi-tubi. Sarah memukul Tuan Jack tanpa ampun,
Tuan Jack hanya kuat dengan uang yang bisa membayar Bodyguard untuk melindunginya selama ini namun soal skil untuk bela diri Tuan Jack tidak punya kemampuan.
Tuan Jack terkapar tidak berdaya dengan berlumuran darah, Sarah pun tertatih-tatih mengambil pistol yang tergeletak di tanah dan....
Dooor..Dooor....!!
Suara tembakan terdengar, Sarah menembak Tuan Jack dengan tangannya sendiri. Sarah pun terjatuh dengan bertumpuh di kedua lututnya bulir-bulir air mata yang menggenang di pelupuk matanya akhirnya berhambur membasahi pipinya.
"Papaaa.. Mamaaa...?" Dendam kalian sudah terbalaskan, Tuan Jack sudah merasakan sakit seperti Papa dan Mama rasakan. Tuan Jack sudah mati di tanganku sendiri Papa dan Mama sekarang sudah bisa beristirahat dengan tenang di sana.
Polisi pun datang ke tempat kejadian dan membawa Sarah ke kantor polisi untuk menjalankan hukuman atas apa yang ia perbuat..
END