"Kakak" panggil Ririka pada kakak kembarnya.
Kirari menoleh sekejap pada saudarinya lalu kembali berbalik memandang sebuah akuarium besar di ruangannya.
"Kudengar kau menjadi ketos" ucap Ririka.
"Lalu?" sahut Kirari sambil tetap mengarahkan pandangannya pada ikan di akuarium.
"Jadi ,apa kau juga yang membuat peraturan tentang hewan peliharaan?" tanya Ririka lagi pada kembarannya dengan suara pelan yang sesuai dengan dirinya yang begitu pemalu.
Kirari berbalik menatap Ririka sinis menurunkan matanya sambil berjalan menghampiri saudari kembarnya itu.
"Itu benar adikku yang pemalu" ucap Kirari sambil mendekatkan tangannya yang mulai memainkan rambut panjang milik Ririka.
Kirari kemudian memegang dagu adiknya mengangkatnya ke atas mempaskan pada pandangannya yang sinis dan berkata "Kau malu akan menjadi bincangan para siswa jika mereka tahu kau adalah kembaranku ,benarkan Ririka?" sinis Kirari yang sontak membuat Ririka menjadi diam menundukkan kepalanya.Sementara itu ,Kirari berjalan menjauhi saudarinya dan hendak membuka sebuah lemari yang berisi barang-barang koleksi Kirari yang semuanya random.
Mata Kirari mengarah pada sebuah topeng yang ia ingat benda itu di berikan oleh salah satu anggota keluarga mereka.Kirari kemudian kembali menghampiri saudarinya itu sambil memakaikan topeng itu padanya.
"E-eh kakak??"
"Tenang sebentar ,aku yakin ini akan cocok untukmu" ucap Kirari sambil tetap memakaikan topeng itu pada adiknya yang seperti tingkah orang yang sangat membenci sayur tapi dipaksa makan sayur.Topeng itu selesai dipakaikan pada Ririka ,bahkan suaranya pun agak berubah ketika ia berada didalam topeng itu.
"Setelah ini ,tak akan ada yang tahu bahwa kau saudari kembarku" sinis Kirari dengan senyum menyeringai khasnya.