Dipagi hari yang cerah, aku terbangun dari tidurku yang pulas. Suara kokokan ayam, dan kicauan burung yang merdu terdengar di telingaku.
Aku melihat jam tangan ku dan ternyata sudah jam 06 : 00, aku terkejut dan langsung cepat cepat mandi dan bersiap-siap menuju ke sekolah seperti biasa. Hari ini adalah hari senin dan waktunya untuk upacara bendera.
Setelah selesai bersiap-siap aku langsung menyuruh sopir yang biasa mengantar ku untuk cepat-cepat mengantarkanku berangkat ke sekolah.
"Pak Gan !!!. Ayok buruan, aku udah mau telat niiih !!" teriakku memanggil sopir.
"Iya, sebentar. Saya panaskan mobil dulu !".
Mendengar jawaban Pak Ganendra, tidak lama aku pun langsung naik ke mobil dan pamitan dengan ayah dan ibu. Tapi, aku tidak sempat cium tangan karena buru-buru.
"Ayah, ibu !!. Leo berangkat!!. Assalamu’alaikum!" teriakku dari dalam mobil.
"Wa’alaikumsalam" terdengar dari kejauhan, ayah dan ibu menjawab salamku.
Sesampainya di sekolah, aku disambut dengan baik oleh pak satpam yang sudah berjaga di depan gerbang sekolah.
Pada saat aku berjalan menuju kelas, aku bertemu dengan temanku yang bernama Amelia. Orangnya cantik, baik, pinter, dan the best lah pokoknya.
Sayangnya, aku dan Amel tidak sekelas. Dia ada di kelas A dan aku di kelas C. Kami bersama-sama ke kelas sambil mengobrol. Kami berdua lewat tangga bawah dan lewat aula serbaguna.
Saat aku sedang berjalan dengan Amel, aku merasa di belakang kami berdua ada seseorang yang sedang berjalan mengikuti.
“Srekk !.. Srekkk !.. Srekk !..”
Aku dan Amel langsung menoleh ke belakang, karena mendengar suara itu. Tetapi kami berdua tidak melihat apapun dan siapapun di belakang.
Tiba tiba angin berembus agak kencang yang membuat bulu kudukku merinding.
"Mel, kamu merasa ada yang aneh nggak ?"
"Iya, Rasanya seperti ada orang lain selain kita Leo"
"Ayo lah, kita jalan lebih cepat. Feeling ku nggak enak"
"Iya, ayo. Aku juga gak mau lama lama di sini Leo, serem".
Kami mempercepat langkah dan menuju ke kelas. Kami berpencar dan ke kelas masing-masing. Beberapa saat kemudian, banyak teman yang masuk dan upacara pun di mulai.
Selesai upacara, aku belajar di kelas. Saat sedang belajar, aku melihat di pojok kelasku seperti ada seorang perempuan yang berdiri dengan tatapan kosong dan wajah yang pucat pasi.
Awalnya, aku tidak menghiraukannya tapi lama kelamaan bulu kudukku berdiri sendiri. Menjadikan suasana agak mistis.
Setelah selesai belajar, bel istirahat pun berbunyi dan saat aku melihat kembali ke arah perempuan tadi, dia sudah menghilang.
"What the hell !?! Sudah keberapa kali aku seperti ini ?" Batin ku.
Aku mencoba menghilangkan pikiran negatif dari benakku. Aku melakukan kegiatan ku saat istirahat dan mengikuti pelajaran sampai selesai.
Pelajaran berakhir dan saat aku pulang sekolah, aku melewati aula serbaguna. Disaat aku melewati aula, aku melihat dari jendela ada seorang perempuan duduk di panggung aula dengan kepala menunduk dan sedang menangis kecil.
Karena aku iba, aku menghampirinya dan aku memanggilnya
"Heey, apa yang kamu lakukan di situ sendirian ?. Sekarang sudah waktunya pulang sekolah, kalau kamu mau ayo pulang bersama !" ajakku, tapi dia diam saja.
"Hey kamu yang sedang duduk, siapa namamu ?" Aku bertanya.
"Carla !" jawabnya dengan suara singkat
Dia kemudian berdiri sambil berteriak keras dan langsung menghilang, aku pun dalam seketika pingsan di tempat.
Saat aku bangun, aku berada sudah berada di UKS. Di sana, ada pak penjaga dan guru kelasku.
"Kenapa aku bisa di berada di sini ?"
"Nak Leo, Pak penjaga menemukan mu pingsan di aula. Dia kemudian membawamu ke UKS dan memanggil ibu"
"Oh, begitu. Terima kasih pak"
"Sama-sama, kenapa kamu bisa sampai pingsan di aula ?"
"Emm... Itu... S-saya"
Aku ingin menjelaskan kepada mereka, tapi suara ku tidak mau keluar dan hanya tertahan. Melihat itu, mereka menjadi mengerti.
"Sudah, tidak apa-apa. Tidak usah di ceritakan, kami mengerti. Sekarang, kamu pulang ya. Sudah sore, Ibu akan telpon orang tuamu"
"Ya, Bu guru. Terima kasih"
Bu guru keluar UKS, dan di dalam hanya ada aku dan Pak Penjaga. Karena kami hanya berdua, aku memberanikan diri bertanya tentang perempuan itu.
Jawaban dari Pak penjaga adalah...
"Dia adalah hantu penunggu sekolah, terkadang memang menampakkan diri. Namanya Carla, dia adalah salah satu murid yang meninggal saat dulu terjadi insiden di sekolah ini. Dia masih ingin belajar dan terkadang menampakkan diri di ruang-ruang tertentu"
"Oh seperti itu"
Mendengar cerita Pak Penjaga, bulu kudukku kembali berdiri. Suasana kembali menjadi mistis dan menegang.
Beberapa saat kemudian, Bu guru datang bersama dengan ayah. Aku pun pulang bersama ayah menggunakan mobil.
Saat aku melihat ke belakang saat naik mobil. Aku melihat Carla melambaikan tangannya ke arahku.