Leony, dialah gadis yang saat ini aku suka. Dia gadis yang sangat cantik. Kulitnya putih bersih, membuat darah merahnya bisa terlihat jelas di mataku.
Darah Leony sangat manis. Aku sering menghisap darahnya diam-diam, saat gadis itu tertidur pulas di malam hari.
Suatu hari aku sengaja menampakkan wujudku di hadapannya. Mata Leony membelalak. Bahkan tubuhnya tampak mematung. Dia menatap lekat padaku.
Aku sangat menyukai tatapannya itu. Hingga membuatku kehilangan akal sehat dan melayangkan mulutku ke lehernya. Perlahan aku hisap darahnya yang manis dan terasa enak itu.
Leony berusaha melakukan perlawanan sembari berteriak dengan nyaring.
"Aaaarkkkh! JANGAN GANGGU AKU!!!" pekik Leony. Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar Leony. Aku pun langsung pergi lewat jendela.
Aku menghela nafas panjang karena sudah berhasil kabur. Besok pasti aku akan datang lagi untuk menengok dan menghisap darah Leony.
***
Keesokan harinya aku kembali ke kamar Leony. Tentu saja mengintipnya lewat ventilasi jendela kamarnya. Gadis itu tampak bermalas-malasan di atas kasur seperti biasanya. Namun kali ini, dia tidak sendirian. Aku tahu betul anak lelaki di sampingnya adalah Andra, adiknya Leony.
Tubuhku masih melayang sembari berpegangan di ventilasi jendela kamar Leony. Terkadang wujudku ini bisa terlihat olehnya dan juga kadang tidak.
Sudah lumayan lama aku mengintip Leony melalui ventilasi. Hingga tanpa sadar air liur perlahan menetes dari mulutku. Sebab aku sudah tidak tahan untuk segera menikmati darah Leony lagi.
Terserahlah! biarkan saja Andra melihatku. Aku sudah tidak tahan lagi!
Aku pun masuk ke kamar Leony dan kembali menampakkan wujudku. Dan tentu saja kedatanganku membuat Leony dan Andra langsung terperanjat. Adik Leony itu tiba-tiba saja lari kocar-kacir keluar dari kamar kakaknya. Meninggalkan Leony yang masih terdiam di atas kasur.
Tanpa pikir panjang aku langsung melayangkan mulutku ke bagian betis Leony. Karena sudah begitu haus darah, aku tidak peduli lagi bagian tubuh mana yang aku hisap.
PLAKK!!!
Kepalaku langsung pusing ketika Leony melayangkan cap lima jarinya ke arahku. Aku langsung pingsan seketika. Andra tiba-tiba datang, dan mengarahkan botol semprotan ke arahku.
"Sudah Andra! Jangan pakai semprotan ah! Cuma satu nyamuk kok! Aku sudah memukulnya tadi!" ujar Leony, yang kemudian kembali memencet-mencetku dengan jari telunjuknya. Memastikan kematianku.
~TAMAT~
● Vampir jenis ini selalu ada di sekitar kita. Dan bisa menyebabkan bentol-bentol di kulit.