7 oktober 2020 adalah hari dimana gue tahu kalau kamu sudah
tidak ada didunia ini. Gue yang tahu tidak bisa apa-apa. Hanya menangis
meratapi kesedihan yang tak kunjung hilang. Menutup diri dari orang-orang
sekitar gue. Gue termenung dikamar mentap bulan yang gue tatap dari jendela
kamar gue. Langit terlihat sepih bintang tidak menampakan hujutnya, hanya
cahaya bulan dilangit malam yang terlihat dilangit-langit malam. Gue yang asik
memandang bulan terdengar suara ketukan dari pintu dan suara sosok wanita yang
sangat kukenal.
“Raina, jangan mengurung diri lagi doong. Kamu udah tiga
hari dikamar-kamar terus, lo,” ucap Sasa mamaku kawahtir kepada gue yang tak
kunjung keluar dari kamar. Gue hanya mengabaikan ucapan mamaku tidak menyahut
sedikit pun. “Reina….” Panggil mamaku kembali dengan lembut.
“Gue melangkah, kan, kaki gue menuju lemari beljar gue
mengambil buku Qoutes yang sering gue isi-isi hati gue didalam nya. Gue pun
mengambil pulpen gue dan menulis isi hati gue didalam lembaran kertas buku itu.
Kamu sudah pergi dari ku sebelum aku melihat wajah. Aku
pengin cerita banyak sama lo. Dari kekesalanku melihat papa yang usil padaku.
Rend, aku rindu kamu. Aku pengin bilang aku udah bisa melihat sekarang. Aku
pengin jalan sama kamu yang kali ini beda yang dimana bisa melihat ke indahan
berdua bersama kamu.
Kamu tahu, aku sedang sedih, rend. Tidak ada kamu disiini.
Plis, rend. Hadir disini, aku rindu. Aku masih ingat kaimat yang kamu ucapkan
padaku saat kita jalan ditaman. Kamu bilang kalau rindu kamu sebut ajah nama
aku dan aku pasti datang, tapi mana sekarang aku menyebutkan nama mu
berkali-kali tapi kamu tak kunjung datang. Kamu bohong, rend.” Air mataku pun
perlahan jatuh membasahi pipiku tetesan air mata ku jatuh membasahi lembaran
buku ini. “Aku rindu!!!” teriak ku kencang didalam kamar. Mamaku yang mendengar
itu dari kamar pun berlari menuju kamarku dan langsung membuka pintu kamarku.
Dia melihat ku menangis tersegukan di meja belajarku. Dia pun meraihku dan
memeluku dengan erat sambil mengelus rambutku untuk menenangkanku. Papaku pun
melihat itu dan berjalan kearah kami dan memberikan sebuah ambplob padaku dan
bergi meninggalkan kami.
Berberapa menit lalu mamaku pergi dari kamarku karena
melihatku sudah mulai tenang. Aku kembali melihat amblop yang diberikan papaku
padaku. Aku pun mengambil nya dimeja beljarku yang sempat aku tinggal di meja
beljarku. Aku sedikit ragu membuka amblop itu. Perlahan aku mengumpulkan
keberanian membuka isi amplop itu. Aku kaget melihat isi amplop itu yang berisi
fotoku dengan sosok cowok yang tersenyum bahagia banget. Aku kembali melihat
isi amplop itu dan melihat selembar kertas didalamnya. Aku pun membuka isi
kertas itu.
“Hay Bait rasa. Aku pengin cerita kepadaku kalau aku merasa
kansemua rasa saat bersama wanita yang sangat cantik. Dia sangat games saat
ngambek, makanya aku suka menggangunya. Oh, iya. Dia pasti lagi bajar surat ini
aku yakin. Karena saat dia membaca surat ini dia sudah bisa melihat. Dia wanita
yang gampang menyerah, makanya aku menjaga nya. setiap hari dia ngeluh ajah
akan keadaanya.
Oh, iya. Buat kamu yang membaca surat ini jangan sedih mulu,
kan, sudah bisa melihat. Aku pengin kasih tahu rasiah buat kamu. Saat kita
bersama dulu, aku sakit disitu. Sakit jantung. Tapi aku gak sedih melihat itu,
karena ada kamu. Hahaha. Aku titip mata aku buat kamu yah. Karena kata kamu.
Kamu pengin banget bisa lihat ke indahan alam. Sampai bermimpi-mimpi ingin jadi
pendaki professional. Hahaha. Aku sudah tidak ada disisi kamu lagi jadi jangan
sedih yah. Kan, udah bisa melihat. Mungkin aku sudah mati, tapi perasaan ku
masih menanmi mu, rain.
Aku pergi yah, kalau kangen aku sudah meninggalkan semua
foto kita bersamamu. Dadah…. Rain.”
Aku kembali bersedih membaca surat itu, tapi kali ini aku
sedih bahagia karena masih ada bagian rend bersamaku. Aku melihat foto itu.
Foto dimana reind tersenyum bahagia disitu. “Aku janji gak akan sedih lagi, aku
janji gak akan gampang nyerah. Makasih atas atas segala pemberianmu,” ucapku
dalam bantin.
Aku kembali menatap langit dari jendelaku, kali ini tatapan
yang kerinduan yang sudah terbayar.
TAMAT!!!