Empat sahabat Dina, Dini, Dino, dan Deni mengendarai mobil menuju daerah pegunungan. Di senja hari mereka melewati hutan dan mengobrol tentang kawasan itu yang angker.
Akan tetapi Deni menyangkal kalau kawasan tersebut angker karena daerah itu dekat dengan sebuah desa. Akhirnya Dina pun memeriksa peta yang dibawanya.
"Apa?Desa?Tapi di peta ini nggak ada keterangan tentang desa? Kayaknya kita salah jalan deh.." Ujar Dina.
"Paling petanya nggak lengkap Din, ya udah entar kita istirahat di desa itu" Sahut Dini.
Pada malam hari mereka memarkirkan mobil di bawah gapura desa yang terlihat kuno. Disana mereka dikagetkan oleh seseorang nenek tua. Dina menyarankan temannya untuk menuruti perintah nenek tua tersebut, tapi teman-temannya acuh dengan omongan nenek tua itu.
"Heii..!! Pergi kalian dari sini! jangan dekati tempat ini!" Teriak nenek tsb.
Mereka berempat kemudian memasuki desa untuk mencari tempat beristirahat, Tiba-tiba sebuah pintu rumah tua terbuka dan keluarlah seorang nenek tua memakai kebaya, nenek itu memperkenalkan diri sebagai Nyi Letti.
"Gadis-gadis dan pria-pria muda, mari datang ke rumahku untuk beristirahat.."
Firasat Dino mengatakan di balik senyum Nyi Letti tersimpan rencana jahat, tetapi dia segera menghilangkan prasangka itu dan menyusul teman-temannya masuk ke dalam.
Di dalam rumah itu sangat sepi, Dini menyadari bahwa di dalam rumah Nyi Letti sangat menyeramkan. Desiran udara mistis dirasakannya, saat dia melihat ke belakang sesosok hantu wanita mengikutinya. Dini pun berteriak ketakutan.
"AAAAHH..!!"
Dini pun menceritakan kepada temannya, tentang hantu tersebut, Akhirnya mereka setuju untuk pulang tetapi pintu kamar mereka sudah dikunci oleh Nyi Letti.
"Ternyata di rumah ini ada yang nggak beres, tadi aja aku lihat ada hantu wanita yang mengikuti kita" bisik Dini kepada teman-temannya.
Kali ini mereka yakin kalau Nyi Letti itu bukanlah orang baik. Dino pun membuka jendela untuk keluar dari rumah itu, tapi diluar jendela ada banyak tangan-tangan panjang yang merambat mencoba menangkap mereka, seketika mereka semua pun berteriak karena ketakutan.
"UWAAAAHH..!!"
Saat akan naik tempat tidur Deni merasa kakinya tidak dapat digerakkan, dia pun memandang ke bawah dan ternyata ada sosok menyeramkan yang memiliki banyak tangan, salah satu tangan makhluk itu memegang kaki Deni, teman-temannya yang melihat itu pun langsung ketakutan.
"Aaaahh..!!Tolongg..!!" teriak Deni.
Dari balik pintu Nyi Letti yang mendengar teriakan mereka tersenyum. Wajahnya lebih keriput dan menyeramkan dari sebelumnya, kemudian pintu kamar terbuka dan hantu itu pun hilang.
"Hi..hi..malam ini saatnya Nyi Letti kembali muda..."
Nenek pasutri masuk ke kamar, Dia menyeret Dina, Dini, Dino, dan Deni itu keruangan besar dan mengikatnya, keempat sahabat itu pun meronta-ronta dan memohon ampun ke Nyi Letti.
"Ampuunn..Nyii..maafkan kami...Ampuunn..."ujar mereka semua.
"Hehe darah gadis muda dan daging pria muda seperti kalian akan berguna bagi kecantikan ku hi..hi.."
"Tapi aku harus menunggu jam 12 malam untuk berpesta darah hi..hi.."
Saat Dina, Dini, Dino, dan Deni menangis, tiba-tiba datanglah nenek tua yang pernah melarang mereka di gapura. Nenek tua itu melepaskan ikatan itu dan menyuruh mereka untuk pergi.
"Namaku Nyi Lestari, adikku Nyi Letti sudah membunuh semua gadis dan pria di desa dan mengambil darah serta dagingnya, maka dari itu desa ini tidak berpenghuni.."
"Kalian cepat pergi dari sini, sebelum adikku kembali dan membunuh kalian semua.." Ucap Nyi Lestari.
Keempat sahabat itu pun pergi dan tidak akan pernah kembali lagi. Setelah tahu bahwa gadis dan pria itu pergi, Nyi Letti marah-marah, mukanya semakin keriput semakin tua dan menyeramkan karena gagal mendapatkan darah dan daging dari mereka itu.
"TUNGGU...!!KEMBALI KALIAN...!!" Teriak Nyi Letti.
*_Tamat_*