Namaku Alex, aku tinggal di Kota bernama kota Rainhill , kota yang paling aman di kerajaan Veros karena terletak di tengah kerajaan. Di zaman peperangan ini banyak orang orang menderita dari kota lain karena rawan terkena serangan musuh, Kota yang paling aman di kerajaan Veros hanyalah kota Rainhill dan kota Vilvet, karena masih dalam kondisi perang kota Rainhill dan Vilvet tidak lagi menerima pengungsi jadi kota benar benar tidak menerima tamu lagi bahkan untuk kalangan bangsawan. Untungnya aku dan keluargaku tinggal di kota Rainhill.
Pada suatu hari aku berjalan jalan di kota untuk merilekskan diriku, kemudian aku melihat 2 orang anak seumuranku sedang bernyanyi di pinggir jalan untuk menghibur orang orang yang lewat dan ada beberapa orang yang memberi mereka uang koin walau tidak banyak. Kemudian aku pun menemui mereka dan mendengarkan nyanyian mereka.
"We are in the world
The war is never ended
See the people die
Already Looks normal
I want to a fly
From this cruel of the world
I want to a see
See the world there is no suffering"
Lagu yang mereka nyanyikan sangat bagus membuatku sangat terkesan sampai sampai aku berdiam diri terlalu lama memandangi mereka.
"Hey kau yang disana, apa kau menyukai lagu kami?" Kata salah satu dari mereka.
"Tentu saja lagu kalian sangat bagus" Jawabku.
"Hahaha sudah kubilangkan Meido, lagu kita sangat bagus hahaha"
"Iya iya Rei, ngomong ngomong kau yang disana kemarilah dan kita berkenalan"
Kami pun mengobrol cukup lama disana, ternyata mereka lebih tua 2 tahun dariku umur mereka 11 tahun sedangkan aku 9 tahun. Saat matahari hampir tenggelam aku pun pamit pulang.
"Besok jika mau kau boleh berkunjung lagi disini"
"Baiklah kak Meido kak Rei"
Besok dan seterusnya pun aku selalu berkunjung ketempat mereka dan kami pun bermain bersama kadang juga kami bernyanyi bersama.
setelah 2 minggu kami bersama aku pun penasaran dan bertanya kepada mereka.
"Dimana orang tua kalian?"
Kemudian Meido pun menjawab dengan nada sedih.
"Ayahku adalah kakak dari ayahnya Rei, sekarang ayah kami sedang berada di barisan paling depan dalam perang, aku tidak tau apakah ayah kami masih...."
Pembicaraan Meido di potong oleh Rei.
"Tentu saja ayah kami masih hidup dan sekarang ayah kami menunggu kita di medan tempur, maka dari itu kami bermimpi untuk menjadi seorang prajurit dan bertemu ayah kami di medan perang"
Karena aku yang masih bocah dengan polosnya menanyakan banyak hal yang mungkin membuat mereka sedih.
"Bagaimana dengan ibu kalian?"
Meido pun menjawab lagi.
"Kalau ibukku sudah meninggal sejak aku masih bayi sedangkan ibu Rei meninggal 4 tahun yang lalu, jadi kami selalu sendirian"
Nada Meido sangat sedih.
"Jangan sedih Meido, kita hidup harus melangkah kedepan jangan jadikan kemalanganmu sebagai penghalang, kita sudah bersumpah kan, kita akan menjadi seorang prajurit dan bertarung bersama ayah kita" Kata Rei.
"Baiklah Rei terima kasih"
"Bolehkah aku ikut bersama kalian menjadi seorang prajurit?"
"Tentu saja, kita akan berjuang bersama, kau, aku dan Meido kita akan berjuang bersama"
6 Tahun kemudian, kami pun masih bersama sama dan saat itu aku, Meido dan Rei mengikuti Ujian pencarian prajurit baru.
Begitu kecewanya aku karena diantara kita hanya aku yang tidak lolos, disaat aku sedang bersedih mereka pun datang untuk menghiburku.
"Hey Alex sudah jangan sedih nanti kami akan sering mengirimkan surat kepadamu"
"Benar kata Meido, walaupun tempat kita berbeda jauh tapi kita masih menjadi teman kan"
"Kami akan menunggumu di medan perang Alex"
Itulah kata kata terakhir dari mereka, karena setelah mereka berkata seperti itu mereka pun pergi ke istana kerajaan Veros untuk pelantikan dan karena mereka masih prajurit baru mereka pun di tugaskan di istana kerajaan, mereka pun mengirimiku surat.
Surat pertama yang dikirimkan oleh mereka.
"Hey Alex, bagaimana kabarmu? Kuharap kau baik baik saja disana, karena disini Meido dan aku Rei sangat menderita karena sering dilatih keras oleh komandan kami tapi walaupun latihan kami keras tapi sangat menyenangkan lo ............"
1 bulan kemudian mereka mengirimku surat kedua.
"Hey Alex, bagaimana kabarmu? jadi hari ini kami bergantian menulis surat, saat ini Meido lah yang menulis surat, owh iya kita langsung ke inti saja. Jadi sepertinya ayah kami sudah lama mati karena orang orang kerajaan tidak ada yang mengenal ayahku dan ayah Rei dan kami di beritahukan bahwa seorang prajurit yang berada di baris terdepan tidak ada yang berhasil pulang hidup hidup itu membuat kami kecewa tapi tak apa kami akan tetap berjuang......."
3 Bulan kemudian mereka berdua di angkat menjadi prajurit senior dan siap dikirimkan ke baris depan
Surat mereka.
"Hey alex Aku dan Meido akan di kirim ke benteng Veros, yaitu benteng terdepan yang menahan musuh agar tak masuk ke dalam kerajaan, Aku dan Meido akan melindungi benteng ini agar kau dan rakyat lainnya aman......."
5 Bulan kemudian ada berita bahwa benteng Veros di serang habis habisan tetapi berhasil bertahan. Karena aku khawatir dengan Rei dan Meido aku pun mengirimkan surat dan mereka pun membalas suratku.
"Hey Alex Kami tidak apa apa jangan khawatir aku dan Meido adalah prajurit yang handal kok hahaha, ngomong ngomong Meido terluka sedikit sih tapi dia tidak akan kenapa kenapa kok....."
Setelah serangan Habis habisan tersebut 1 bulan kemudiannya Rei mengirimiku surat.
"Hey Alex aku hanya ingin memberitahumu, bahwa Meido telah tewas kemarin malam, kau tau isi surat yang ku kirim 1 bulan yang lalu? Yang kutulis luka meido hanya sedikit saja, sebenarnya saat itu lukanya sangat parah dan selama sebulan dia hanya tidur tak sadarkan diri, aku sangat membenci Meido, dia adalah seorang yang pesimis dia tidak pernah berjuang dengan keras, dia sangat pasrah dengan kematiannya, aku sangat membencinya dia sangat pesimis, dia tidak mau berjuang sedikit saja......"
Aku pun menangis mendengar kabar kematian Meido
1bulan kemudian ada berita bahwa benteng Veros diserang habis habisan lagi tetapi benteng Veros masih bertahan. karena aku khawatir kepada Rei aku pun mengirim dia surat dan dia membalas suratku.
"Hey Alex aku tidak apa apa jangan khawatirkan aku, aku adalah prajurit yang hebat"
Surat terakhir yang dikirimkan Rei, setelah itu Rei tidak pernah mengirimiku surat lagi dan aku pun sering mengiriminya surat tapi dia tidak pernah membalasnya.
3 tahun kemudian, kini aku menjadi seorang prajurit baru, karena Rei tidak pernah membalas suratku aku pun berhenti mengiriminya surat, sepertinya kehilangan Meido membuatnya melupakanku atau dia sekarang memiliki pangkat yang lebih tinggi sehingga melupakanku.
Aku pun mulai bertanya tanya pada prajurit prajurit senior tentang apa yang terjadi pada Rei dan mereka tidak ada yang mengetahuinya, kemudian seorang komandan datang menemui aku dia adalah komandan Diego, komandan yang memimpin pertahanan benteng Veros, dia pun berbicara denganku.
"Jadi kau adalah teman Rei ya? Senang bertemu denganmu"
"Apa yang terjadi dengan Rei komandan?"
"Dia cukup menderita saat kehilangan sepupunya tapi dia berhasil melewati penderitaannya. Kau tahu surat terakhir yang dikirimkan Rei? Saat itu dia menuliskannya dengan kondisi sekarat dan permintaan terakhirnya adalah untuk menyampaikan surat tersebut ke sahabat baiknya yaitu kau dan saat kami sudah mengirimkan suratnya dia pun akhirnya meninggal dengan senyuman di wajahnya, lebih tepatnya dia meninggal 3 tahun yang lalu"
Saat mendengar penjelasan komandan Diego hatiku pun terasa sangat sesak dan aku ingin menangis tetapi air mata ku tidak mau keluar dan hatiku sangat sakit, aku tidak bisa bersama mereka di saat saat terakhir mereka dan aku teringat saat pertama kali bertemu mereka, mereka menyanyikan sebuah lagi.
"We are in the world
The war is never ended
See the people die
Already Looks normal
I want to a fly
From this cruel of the world
I want to a see
See the world there is no suffering"
I WANT TO FLY