Keheningan melanda suasana, malam pun memakan korban kegelapan!!
Ada seseorang yang tengah duduk di atas balkon kamarnya, sembari melihat banyaknya bintang di angkasa. Ia bernama Uyul, wanita yang merasa kurang beruntung disetiap tindakannya.
"Jika saja ada bintang yang jatuh, Aku akan langsung memohon permintaan agar di tahun yang akan datang, semua keinginanku terkabulkan!" gumam Uyul.
Tak lama setelah itu, tiba-tiba ada salah satu cahaya yang seperti bintang jatuh. Dengan segera, Uyul memejamkan matanya sembari bergumam melontarkan harapannya.
"Aku harap ada sesuatu yang bisa mengubah hidup, serta keberuntunganku sebelum 2021!" seru Uyul yang memejamkan matanya, sembari menyatukan tangan di dadanya.
Ddrrrtttt!! Suara getaran bumi, yang membuat Uyul sontak membuka matanya.
"Hahh!! Ada apa ini? Apa barusan ada gempa bumi?" ucap Uyul yang sudah berdiri, lalu melihat kesana-kemari untuk melihat keadaan sekitar.
Uyul pun menangkap sesuatu dari penglihatannya. Sebuah kotak berwarna kuning emas, yang berada di bawah balkon kamarnya. Uyul dengan cepat turun ke bawah untuk melihatnya.
"Buku? Apakah buku ini yang membuat gempa bumi barusan? Astaga sampai membuat retakan di tanah!" ujar Uyul yang kebingungan.
Ia pun langsung mengambil buku itu, dan kembali ke dalam kamarnya.
Setelahnya, Uyul membuka buku tersebut untuk mencari tahu buku apa itu. Di dalam buku tersebut bertuliskan:
"Aku bukan Tuhan tapi bisa Mengabulkan!!! Aku bukan Setan tapi bisa Menakutkan!!! Aku bukan Belati tapi bisa digunakan untuk Mati!!! Tiga lembar untuk 3 permintaan! 3hari 72jam di mulai dari sekarang!"
Uyul yang membacanya heran dan masih bingung dengan isi sampul bukunya.
"Apa maksudnya? Apa mungkin permintaanku akan terkabulkan?" gumam Uyul, lalu mencoba menuliskan sesuatu di lembar pertamanya.
"Aku ingin kaya dan mempunyai harta yang melimpah!"
Seketika rumah Uyul berubah menjadi sangat mewah, beserta banyak emas dan uang di dalamnya.
"Akhirnya Aku kaya!! Aku sudah kaya!! Hahahaha...!" ucap Uyul sembari tertawa senang.
Keesokan harinya, Uyul menggunakan semua hartanya untuk belanja dan berfoya-foya.
"Oh ya, aku mempunyai seseorang yang aku benci. Apakah buku ini bisa mengabulkannya untukku?" gumam Uyul sembari menyeringai mengangkat alisnya, dan dengan segera ia menuliskan permintaan selanjutnya di lembaran kedua buku itu.
"Aku ingin, Ruwo yang tukang membuliku mati mengenaskan!"
Setelah menuliskan itu di buku emasnya, ia melanjutkan jalan-jalan menggunakan mobil baru miliknya. Seketika itu pula, ia melihat Ruwo di jalan, tiba-tiba ada sebuah truk yang menghantamnya sehingga membuat tubuhnya hancur.
Uyul yang melihatnya merasa senang sembari tersenyum miring.
Esok harinya lagi, tepatnya di hari terakhir ia meminta permohonan di bukunya. Uyul ingin menuliskan sebuah harapannya lagi. Tetapi ia menemukan tulisan yang berada di sampul belakang buku emasnya itu.
"Kamu yang memulainya? Kamu juga yang akan mengakhirinya! DENGAN NYAWAMU TARUHANNYA!!!"
Sontak Uyul kaget dengan tulisan yang baru ia baca, rasa takut yang tiba-tiba muncul, dadanya menjadi bergemuruh sembari keringat yang mulai muncul. Lalu ia pun berinisiatif membakar buku tersebut.
Tetapi ketika bukunya di bakar di tengah kobaran api, dengan sendirinya buku emas itu terbuka tepat di lembaran ketiga yang kosong itu. Dan muncul kata terakhir di lembaran itu yang bertuliskan 'MATI!!'.
Uyul yang tak sengaja membacanya, langsung hendak berlari ke dalam kamarnya. Ia pun terbelalak melihat sosok yang sangat mengerikan di dalam kamarnya.
"Aaakkkkhhhh!!" teriak Uyul, berbalik untuk berlari kembali. Tetapi ia terpeleset dan jatuh dari tangga atas sampai bawah.
Ia pun sedikit limbung dengan darah yang mengalir di kepalanya, mencoba berlari keluar dari rumahnya. Ketika ia sudah sampai diluar, ia mencoba menoleh ke belakang. Ia langsung terkejut, karena rumahnya sudah menjadi kuburan.
"Aaww!!" suara Uyul yang merintih kesakitan, karena ia tiba-tiba tersandung oleh gundukan tanah.
Uyul baru menyadari, kalau ia sekarang berada tepat di tengah-tengah kuburan yang sangat luas.
"Dimana aku?" tanya Uyul bingung, sembari ingin mencari jalan keluar.
Seketika tubuhnya sedikit terangkat, dan di hadapannya berdiri sosok tinggi, hitam, mata yang melotot hampir keluar, tangan dan kakinya yang panjang, serta kuku runcingnya yang mengerikan.
"Aku datang untuk mengabulkan lembar isi dari buku terakhir! Apakah kamu siap?" ucap Makhluk tersebut, dengan suara dan wajahnya yang mengerikan.
"Tidak! Aku tidak ingin mati!" seru Uyul berteriak.
Tanpa menunggu lama, leher Uyul dicekik lalu dihempaskan ke dalam lubang kuburan.
"Ja-Jangan! Jangan kubur aku!!" teriak Uyul lagi.
Kemudian, tangan dari Makhluk itu menembus dada milik Uyul, dan mengambil jantungnya. Seketika ia pun mati dengan darah di sekujur tubuhnya, serta dadanya yang bolong, di lubang pemakaman itu.
"Jantungmu sangat enak ...!!" ucap Makhluk itu, lalu menghilang.
~TAMAT~