namaku adalah alira pagi itu aku sangat kesal sekali, ku hempaskan napasku kasar dan berlalu pergi untuk menjauh dari rumah yang menurutku seperti neraka
"mama selalu saja menyalahkan aku" gerutu ku
aku berjalan entah kemana, jalanku seperti tanpa arah. kakiku terasa sangat lelah namun aku tidak mau berhenti berjalan atau pun pulang kerumah
,,,,,,,,,,,,,,,,,,
"sudah malam begini kemana anak itu pergi, dasar menyusahkan saja" lirih mama nya alira yang mulai menghawatirkan alira
"Dimas coba kamu cari adik mu itu" ucap mama nya yang menyuruh kakak nya alira untuk mencari alira
"aku capek ma"jawab dimas yang tidak peduli dengan adiknya itu
"kemana sih anak itu" tanya mama nya yang sudah mondar mandir seperti setrika
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
dimalam yang gelap dan jalanan yang mulai sepi, alira memegang pundak belakang nya
"kok merinding ya" tanya alira kepada dirinya sendiri dan mulai mempercepat jalan nya
saking takut nya alira tidak memperhatikan jalan nya, tiba tiba alira terjatuh kakinya tersandung batu besar dan kepalanya terbentur yang membuat alira pingsan
,,,,,,,,,,,,,,,,
disebuah kamar yang mewah yang dipenuhi bunga bunga mawar bak seperti kamar seorang pengantin baru
alira terkejut setelah bola mata nya melihat disekeliling nya yang tidak iya ketahui entah dimana iya sekarang
"aku dimana" tanya alira didalam hatinya
"kamu sudah bangun" tanya seorang pria tampan bak pangeran
mata alira membulat sempurna tanpa menjawab pertanyaan pria itu setelah melihat pria tampan yang akan menghampiri nya itu
"apakah sudah puas menatapku" tanya pria itu kembali
"sadar alira" gerutu alira dalam hatinya
alira memukul kepalanya sekedar menyadarkan nya yang terpana oleh pria tampan tersebut
"kamu kenapa" tanya pria itu kembali
"ahhh maaf aku tidak apa-apa, kamu siapa" tanya alira kembali
pria itu berjalan semakin dekat kepada alira sambil berkata "apa perlu kamu tau itu" tanya pria itu kembali
alira sejenak berpikir dan menatap tajam kepada pria itu
"apa kamu seorang penjahat" tanya alira sontak membuat suasana menjadi hening karena pertanyaan nya itu
beberapa saat pria itu tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan alira yang menurutnya sangat lucu
pria itu membatin " bagaimana bisa dia berpikir aku adalah penjahat sedangkan dia baik baik saja sekarang tanpa aku ikat tangan nya atau aku beri dia ruangan yang sangat jelek seperti penjahat lakukan"
"jika aku penjahat, kamu mau apa" tanya pria itu sembari mengejek alira
"apa mau mu membawaku kesini, ini dimana" tanya alira yang sudah memasang kuda-kuda untuk lari
"apa maksud mu, aku menolongmu semalam pingsan dipinggir jalan, apakah kamu pikir aku ini seorang penjahat" ucap pria itu kembali
alira sejenak terdiam mengingat kejadian semalam sambil menutup wajah nya karena malu sudah menuduh yang tidak tidak kepada orang yang menolong nya itu
"ahhhh sekali lagi maafkan aku, aku hanya tidak mengenali kamu jadi aku pikir kamu penjahat"ucap alira dengan muka memelas
"sudah ayo makan, bukan kah kamu sudah lapar" ajak pria itu dan langsung berjalan keluar dari ruangan kamar alira
namun belum sempat pria itu keluar kembali alira bertanya
"namamu siapa" tanya alira
pria itu membalikan badan nya
"namaku marsel" jawabnya dan kembali berjalan menuju keluar
alira yang mendengar itu sangat senang dan langsung mengikuti pria itu keluar untuk makan
dimeja makan marsel mulai duduk dan di ikuti oleh alira
alira segera menyerbu makanan dengan lahapnya yang ada dimeja tanpa memperdulikan marsel yang juga ada dimeja makan itu
marsel terkekeh kecil melihat alira yang sangat lucu menurut nya. alira yang menyadari itu langsung menghentikan makan nya
"maaf, aku terlalu lapar" ucapnya yang merasa bersalah
"tidak apa-apa, lanjutkan saja makanmu" imbuhnya
,,,,,,,,,,,,,,,,,,
setiap hari marsel selalu ada disamping alira memberikan semua perhatian nya kepada alira, menemani alira dan mengajari alira beberapa cara berpedang dan bersilat
alira yang selalu diperhatikan oleh marsel diam-diam menaruh hati kepada marsel
alira yang selalu merasa bahagia berada dirumah marsel tanpa alira sadari sudah 10 bulan alira tinggal dirumah marsel dan meninggalkan rumah nya
disebuah taman alira duduk sebuah bangku ditepi kolam, marsel yang melihat alira tengah duduk sambil melamun segera iya menghampiri alira
"alira" panggil marsel
"haa iya" sontak alira yang terperanjat dari lamunan nya segera menoleh kepada marsel
"kamu kenapa, rindu sama keluargamu"tanya marsel
"nggak kok" jawab alira memalingkan wajahnya yang tampak berbohong
"alira" panggil marsel kembali
"iya" jawab alira kembali menatap wajah marsel
marsel menatap wajah alira dengan dalam nya, tangan nya merangkul lembut leher alira dengan mendekatkan wajah alira semakin dekat dengan wajah nya
alira merasakan guncangan didada nya yang membuat jantung nya seperti ingin keluar
marsel mengecup lembut bibir milik alira, alira sontak terkejut namun iya tidak membalas atau pun menolak nya
lama kelamaan marsel semakin menggila dengan bibirnya, alira yang juga tidak bisa menahan hasratnya segera membalas ciuman marsel yang semakin dalam dan menghanyutkan dirinya
keduanya hanyut didalam malam yang panjang,,
,,,,,,,,,,,,,,,,,,
alira terbangun dari tidurnya yang dipancarkan cahaya bening yang menembus jendela kamar milik nya
"dimana marsel" tanya nya kepada dirinya sendiri yang masih berbaring disebuah kasur miliknya
marsel selalu saja menghilang setiap pagi hari dan kembali setelah malam hari, setiap kali alira bertanya selalu iya jawab bahwa iya sedang bekerja dan alira tidak mencurigai itu
alira tersenyum tipis yang teringat dengan kejadian semalam yang telah iya lalui bersama marsel,
"baiknya aku membersihkan diri dulu" imbuhnya
,,,,,,,,,,,,,,,,
malam hari marsel sudah kembali kerumah, iya tersenyum tipis melihat alira yang sedang asyik menonton
"apa kah harimu menyenangkan hari ini" tanya marsel yang sudah tersenyum sumringah menghampiri alira
"iya", jawab alira singkat dan melanjutkan menonton nya
"alira boleh aku bertanya" imbuh marsel
"ya" jawab alira
"apakah kau ingin menikah denganku" tanya marsel dengan wajah yang serius
"apa" jawab alira kaget
"aku serius" tegas marsel yang sudah memegang tangan alira
"ya aku mau" jawab alira dengan wajah yang berbinar
"tapi apakah kamu mau menerima persyaratan dariku" tanya marsel kembali dan dibalas anggukan oleh alira
"setelah kita menikah kamu tidak bisa menemui keluarga mu lagi" ucap marsel
sejenak alira mencoba berpikir dengan keputusan yang akan iya ambil,
"mungkin aku terima saja ya persyaratan marsel, toh keluarga ku juga tidak perduli kepada ku" gerutu alira dalam hatinya
"baiklah aku terima persyaratan mu, tapi sebelum menikah aku ingin menjenguk keluarga ku untuk yang terakhir kalinya" pinta alira
"baiklah, tetapi kamu harus kembali dalam waktu 2 hari dan jangan menoleh kebelakang jika ada yang memanggilmu " jawab marsel dan dibalas anggukan oleh alira tanda iya menyetujuinya
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
pagi hari seperti biasa nya alira tidak melihat batang hidung marsel dirumah nya. alira menghempas nafasnya kasar
"bagaimana bisa iya selalu meninggalkan ku disiang hari" gerutu alira
alira langsung membersihkan dirinya dan bersiap untuk pulang kerumah ibu nya dalam waktu 2 hari ini.. alira yang sudah paham dengan arahan jalan yang diberitahu oleh marsel semalam untuk bisa pergi dari rumah nya menuju rumah orang tua alira
"apakah ini rumah ibuku, tidak ada yang berubah," kata alira
tok tok tok
bunyi pintu yang sedang diketuk oleh seseorang, dengan segera ibu nya alira membuka pintu tersebut
matanya melebar sempurna seperti tidak percaya dengan apa yang iya lihat
"apakah kamu alira" tanya ibu alira
"iya, apakah ibu sudah tidak mengenaliku lagi" tanya alira kembali
ibunya meneteskan kristal bening milik nya segera iya memeluk erat tubuh alira dan dibalas pelukan oleh alira
"ibu, aku akan segera menikah" lirih alira yang masih dalam pelukan ibunya
"apa, kenapa sangat mendadak dan kemana saja kau selama ini ibu selalu mencari mu dan kenapa tidak memberi kabar" tanya nya beruntun
"tidak ibu aku berada dirumah teman, tapi ibu setelah ini aku tidak akan kembali lagi" Jawab alira
"tapi kenapa sayang, kenapa kamu tidak akan kembali lagi" tanya ibu alira
"aku tidak bisa.memberitu mu ibu" jawab alira
"apakah kamu bahagia bersamanya"tanya ibu alira kembali
"iya ibu, aku sangat bahagia" jawab alira
"baiklah nak jika itu adalah pilihanmu" lirih ibu alira pasrah
hari sudah malam alira dan beserta ibu nya pergi makan dan mengobrol sepanjang hari bersama alira
tidak terasa sudah 2 hari alira berada dirumah ibunya, alira membereskan semua barang nya dan segera untuk pergi
"apakah kamu akan pergi secepat ini"tanya ibu alira dengan mata yang sudah memerah menahan tangisnya
"iya ibu, aku sudah berjanji akan pulang setelah 2 hari" jawab alira yang sudah memeluk tubuh rentan milik ibu nya yang sudah agak menua
"baiklah berhati-hati lah dijalan" jawab ibu alira
alira segera pergi dengan melepaskan pelukan ibu nya dan menuju rumah pacarnya itu
tanpa alira sadari ibu nya mengikutinya dari belakang sampailah pada suatu tempat dimana alira anggap adalah rumah pacarnya
mata ibu alira membulat sempurna dan menutup mulutnya dengan dua belah tangan nya. betapa terkejut ibu nya itu setelah melihat anak nya menuju sebuah makam
"alira" teriak ibunya
sontak alira sangat terkejut dengan teriakan ibunya dan menoleh kebelakang menghadap ibunya
alira lupa dengan perkataan marsel yang melarang nya menoleh kebelakang setelah ingin kembali kerumah nya
"ibu" lirih alira
"apa yang kamu lakukan disini sayang"tanya ibunya yang menangis sambil memeluk alira
"aku pergi kerumah pacarku ibu" jawab alira heran dengan ibunya yang mengikutinya itu
"lihat di sekelilingmu apakah kamu sudah tidak sadar" tanya ibunya yang menggoyang tubuh alira
sontak alira melihat disekeliling nya itu dengan mata yang membulat dan mulut yang menganga
bagaimana tidak alira yang tadi menuju rumah pacarnya itu kini hanya sebuah makam dan tidak ada rumah sama sekali
kristal bening milik nya pun kini luruh begitu saja iya bertanya dalam hatinya bagaimana ini semua bisa terjadi
kembali iya tersadar dan kemudian alira berjalan menuju makam didepan nya itu yang tadinya dia lihat adalah rumah pacarnya
kembali matanya terbelalak air matanya mengucur deras setelah iya melihat nama yang yang terpampang di batu nisan itu tertulis kan marsel arwana
"jadi selama ini aku bersama orang yang sudah mati" ucapnya dalam hati
"bagaimana ini bisa terjadi" tanya nya kembali kepada dirinya sendiri
"sayang ayo kita pulang" ajak ibunya
alira yang sudah dibantu oleh ibunya untuk bangun kembali memeluk ibu nya dengan erat dan menangis meraung-raung
"sudah sayang, mungkin dia bukan lah takdirmu" ucap ibu nya yang menenangkan alira
alira dan ibu nya segera pulang meninggalkan makam itu dengan deraian air mata.
setiap hari, setiap saat alira selalu mengingat kenangan nya bersama marsel sampai membuatnya depresi karena selalu merindukan marsel
akhirnya alira memutuskan untuk bunuh diri dengan menggantungkan dirinya pada tali dikamar nya yang membuat iya meninggal seketika itu
,,,,,,,,,,,,,,,,
"alira" panggil seseorang yang suaranya sangat alira kenal
alira membalikan badan nya, iya menangis dan langsung memeluk tubuh orang itu dan menangis sejadi-jadinya
"sekarang kita sudah bersama, tidak akan ada lagi yang akan memisahkan kita" ucap marsel kembali dan dibalas anggukan oleh alira
alira dan marsel pun sudah bersatu di alam sana dan pergi dengan tenang
TAMAT🌹
jangan lupa like ya