Ini adalah jam istirahat, semua murid pergi ke kantin untuk makan atau hanya nongkrong. Saat sedang mengobrol, tiba-tiba Bella datang sembari membawa selembar kertas.
“Eh coba lihat ini!" pinta Bella seraya menyodorkan lembaran kertas itu.
Whidie, Lisa, dan yang lainnya langsung melihat lembaran kertas yang dibawa oleh Bella itu.
“Ini peta?" tanya Wati.
“Iya. Ini mirip dengan peta," ucap Miku.
“Bukankah ini luar biasa. Aku menemukan peta ini di jalan," ujar Bella.
“Peta ini adalah peta untuk menuju Desa Berkabut," ucap Lisa sambil memerhatikan peta itu dengan serius.
“Aku pernah dengar tentang desa ini. Warga setempat mengatakan kalau desa ini adalah desa yang berada di antara dunia nyata dan dunia gaib," ujar Whidie.
“Beneran?" tanya Menik tak percaya.
“Aku juga tidak tahu," tutur Whidie.
“Kenapa kita tidak mencobanya saja?" tawar Miku.
“Maksudnya mencoba berpetualang buat nyari desa ini gitu?" tanya Intan.
Miku menganggukkan kepalanya.
“Ide bagus tuh," sahut Lisa.
“Aku sih ikut aja, kalian gimana?" tanya Dewi.
Semua menganggukkan kepala, menandakan bahwa mereka setuju.
“Dalam peta ini tertulis, kita harus mengucapkan kalimat 'Kami adalah manusia penjelajah Desa Berkabut' secara bersamaan, agar bisa memulai petualangannya," ujar Aline.
“Baiklah, apa kalian sudah siap?" tanya Bella memastikan.
Mereka semua menganggukkan kepala, mengiyakan pertanyaan Bella.
“Kami adalah manusia penjelajah Desa Berkabut," ujar mereka kompak.
Sesaat setelah mereka mengucapkan itu, tiba-tiba sebuah cahaya putih muncul dan mulai membesar. Sinar itu menyilaukan mata, sehingga Miku dan yang lainnya tidak dapat melihat apa yang terjadi.
Kemudian, mereka berada di sebuah gua yang sangat gelap.
“Kenapa kita malah ke gua?" tanya Lisa kecewa.
“Lalu, kita harus kemana lagi?" tanya Aline.
“Menurut peta, kita tinggal berjalan lurus saja dari sini," ujar Bella.
“Hanya itu? Ya udah ayo kita mulai petualangannya!" ajak Miku berantusias.
Saat baru beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba mereka dihadang oleh seorang raksasa. Sontak, mereka kaget dan gemetar ketakutan.
“Jika kalian ingin melanjutkan perjalanan, kalian harus memecahkan teka-teki yang aku berikan dulu," ujar raksasa tersebut.
Tak berselang lama setelah raksasa itu berbicara, perlahan air mulai menggenangi gua.
“Akan aku berikan waktu 5 menit kepada kalian untuk memecahkan teka-teki yang aku berikan. Atau, kalian akan tenggelam di sini," jelas raksasa itu.
Miku memandangi raksasa itu dengan tatapan kesal.
“Sebuah kereta listrik melaju kencang dari arah utara menuju selatan. Lalu, kemana arah asapnya berhembus?" Raksasa itu memberikan sebuah pertanyaan.
Perlahan, air mulai meninggi. Mereka semua bingung dan panik.
“Apa jawaban dari pertanyaan ini?" tanya Miku dalan batin.
Ayo bantu mereka untuk memecahkan teka-tekinya.
💮💮💮💮