Yuni adalah seorang siswi di sekolah SMA faforit,banyak anak yang ingin mendaftar di sekolah itu tapi gagal karena tidak memenuhi syarat nilainya.
Yuni adalah siswi beruntung yang lulus syarat dan juga mendapat beasiswa,karena kepintarannya.ini hari pertama Yuni masuk sekolah,Yuni merasa ada yang aneh dengan sekolah ini.
"Kenapa bulu kudukku merinding yach!bangunan sekolah ini seperti tidak terawat!" gumam Yuni ngeri.
Yuni pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam dia buka dengan berlahan gerbangnya,begitu keras seperti sudah lama tertutup.
"Ukh keras banget sih,pintunya di buka!apa tidak ada penjaganya?" Yuni bertanya pada dirinya sendiri.
Dengan susah payah dan berusaha sekuat tenaga Akhirnya Yuni berhasil membuka pintu gerbang dan masuk ke dalam.Yuni melihat sekeliling Halaman nampak tidak terawat banyak rumput-rumputnya nampak panjang sekali daun-daun berserakan di mana-mana.
"Permisi ruang kepala sekolah sebelah mana yah?" Tanya Yuni pada seorang anak yang sedang duduk di bangku.
".........!" Anak itu tidak menjawab hanya menunjuk saja
Yuni melihat ke arah yang di tunjuk dan menuju tempanya.
"Oh,terimakasih!" Jawab Yuni
Tidak ada jawaban,Yuni pun segera pergi meninggalkan Pria yang sedang duduk itu.
*Pria yang aneh!"gumamnya.
Yuni menyusuri setiap lorong nampak begitu gelap dan dingin hawanya,banyak murid yang berlalu lalang tapi tak satupun orang yang menyapa Yuni.tapi Yuni tak pikir pusing toh dia anak baru di sekolah ini.
Sampainya Yuni di ruang kepala sekolah Yuni segera mengetuk pintunya,saat pintu di buka Yuni pun masuk setelah di persilakan.
"Kamu Yuni Yunita murid pilihan dari sekolah menenggah?" tanya ibu guru.
"Iya,bu saya Yuni!" jawab Yuni.
"Baik,duduklah dulu isi data diri kamu dulu sebelum saya menunjukan kamarmu!" ibu guru memberikan kertas
Yuni menerimanya dan mulai mengisi satu demi satu perintahnya,tapi Yuni tidak sepenuh perhatikan kertas itu,perhatian Yuni teralihkan ke sebuah ruangan deket kantor kepala sekolah,Yuni seperti melihat ada bayangan seseorang yang sedang memperhatikannya.
Tapi saat Yuni menoleh Bayangan itu menghilang,Yuni kembali menulis dan kembali melihat kamar di sebelah lagi bu guru yang sedari tadi memperhatikannya mulai marah.
"Kamu lihat apa!?cepat kerjakan tugasmu,!" tanya bu guru tegas.
"Eh...ti-tidak bu!saya merasa ada seorang yang sedang memperhatikan saya dari balik ruangan itu!" jawab Yuni menunjuk ruangan di sebelah kantor.
"Simpan rasa penasaran mu itu,kalo kamu mau tetep aman jangan sekali-sekali mengabaikan aturan yang berlaku di sekolah!" perintah Bu guru.
"Baik bu!ini kertasnya bu!" kata Yuni menyerah kan kertasnya.
"Ayo,saya antar kamu ke kamarmu!" ajak ibu guru
Tidak banyak bicara Yuni hanya mengikuti langkah bu guru sambil terus memperhatikan kamar,lagi Yuni melihat bayangan seseorang melihat ke arahnya.
Seribu pertanyaan sebenar ada apa dengan asrama ini,kenapa gerbang sekolah terlihat tidak terawat,dan lorong-lorong juga begiti gelap,apa sebenarnya yang terjadi.
Sampai di sebuah kamar asrama,bu guru membuka pintunya dan menyuruh Yuni masuk,dan menguncapkan banyak aturan yang harus di patuhi,dari tidak boleh membuka pintu kamar di sebelah kantor,membuka pintu kamar di sebelahnya dan juga tidak boleh mencari tahu apa yang terjadi,karena semakin banyak tau semakin berbahaya,pesannya.
Yuni hanya mengangukkan kepalan dan masuk dalam ke kamar,bu guru pun pergi meninggalkan Yuni,Yuni merebahkan diri di kasurnya.melepas lelah setelah seharian berjalan kaki,menuju asrama.
"T̾o̾l̾o̾n̾g̾...t̾o̾l̾o̾n̾g̾ a̾k̾u̾!L̾e̾p̾a̾s̾k̾a̾n̾ a̾k̾u̾!" terdengar suara dari sebelah kamar.
Yuni penasaran dan mendekatkan kupingnya ke tembok berharap bisa mendengar lebih jelas.
"huhu...bebaskan aku!" Suara tanggis dari kamar sebelah.
"Suara perempuan,tapi siapa malam-malam begini!" gumam Yuni penasaran.
Sebenarnya Yuni penasaran dengan suara itu tapi karena Yuni teringat pesan bu guru akhirnya Yuni hanya diam tidur dengan rasa penasaran.sampai larut malam Yuni masih mendengar suara itu hingga akhirnya Yuni tertidur.
***
Keesokan harinya Yuni sudah bersiap untuk mengikuti pelajaran hari pertama tapi di tengah lorong Yuni bertabrakan dengan seorang gadis
Brukkk...
"Akh...aduh sakit!" suara gafis yang terjatuh
"Aduh,maaf-maaf saya ga senggaja,sini saya bantu!ada yang sakit gak?" tanya Yuni membantu bangun.
"Tidak apa-apa ini juga salah saya terlalu buru-buru!Eh kamu anak baru yach?" tanya gadis itu memperhatikan Yuni.
"Iya aku murid baru,baru masuk kemarin sore,kenalkan namaku Yuni.kamu siapa?" tanya Yuni
"Oh aku Nita,salam kenal hayo kita harus masuk kelas hampir telat,lanjut nanti lagi ngobrolnya!" ajak Nita.
Jam pelajaran di mulai selama dua jam,waktu istrahat hanya sebentar lalu di mulai jam kelas kedua selama tiga jam,setelah tiga jam bel pulang pun berbunyi,ternyata pelajaran di sini sangat ketat waktu adalah segalanya jam istrahat Yuni di mulai dari jam empat sore sampai malam waktu tidur.
Yuni mencari Nita ada yang ingin di tanyakannya karena sepanjang pelajaran Yuni terganggu dengan suara minta tolong yang terus terdengar.saat berjalan di lorong Yuni menabrak sesuatu dan dia tertajuh
"Akh...aduh,sakit!siapa yach jelas tadi aku menabrak seseorang tapi kok tidak ada di mana?" kata Yuni
"Hihihi...hihihi...!" terdengar suara tawa bergema di sepanjang lorong
"Siapa...?siapa disana?ga lucu tau cepat keluar !" teriak Yuni
Braakkk...
Suara barang jatuh,Yuni terkejut dan mendekati asal suara barang jatuh itu,tapi sampainya Yuni di tempat tidak ada siapa-siapa kosong.
"Hihihih...hihihi!" terdengar suara tawa lagi
"Pergi...pergi dari sini,cepat jika ingin selamat tinggalkan tempat ini...hihihi!" suara itu memperingati.
Yuni tidak tau yang di maksud oleh suara itu dia menyuruh Yuni buat pergi,apa kenapa?
"Kamu siapa?kenapa menyuruh ku pergi apa yang akan terjadi!" tanya Yuni penasaran.
"Hihihi...hihihi...Hancur akan hancur,,,semua akan MATI...hihihi?" suara itu menghilang
Saat Yuni sedang mencerna bisikan suara tadi Yuni di kagetkan dengan suara dentuman boom
DuuAaaaRrrrr....
Suara bom terdengar dari lorong belakang,terdengar suara langkah kaki yang sedang berlari.
"Lariiiii...cepat selamatkan diri kaliannnn!" teriak seseorang
"Hihihi...hihihi...!" lagi-lagi suara tertawa.
Saat Yuni hendak berlari seseorang menabrak Yuni dan Yuni terjatuh padahal kobaran api sudah semakin dekat ke arah dia berusaha untuk bangun tapi sulit,berkali bangun berkali juga di tabrak karena mereka berlomba menyelamatkan diri.
Saat Yuni sudah mulai pasrah dengan hidupnya akan mati atau hidup,Yuni merasa tangannya ada yang mengengam dua tangan saling menarik.Yuni tidak sadarkan diri.
Tiga jam Yuni tidak sadarkan diri saat bangun dia sudah ada di kamarnya.
"Apakah ini surga..?aku sudah mati!" kata Yuni heran
"Yuni kamu sudah sadar nak!" suara ibu memanggil
"Ibu...apakah ibu juga sudah Mati?" tanya Yuni
"Hus...sembarangan kamu,ibu masih hidup begitu pun kamu masih hidup!" jawab ibunya mencubit pipi Yuni.
"Benarkah...ibu apa yang terjadi tadi seingatku,aku ada di asrama dan ada api besar yang mendekat,saat aku mau lari tapi tidak bisa aku terjatuh.!" Yuni menceritakannya
"Memang asrama sekolah sudah habis terbakar tidak ada satupun orang yang selamat kecuali kamu,semua mati menjadi korban!" kata ibu menjelaskan.
"Lalu bagaimana bisa aku ada di rumah? siapa yang membawaku bu!" tanya Yuni.
"Seorang gadis bernama Nita,dan sekarang dia lagi nunggu di bawah!" kata ibu.
"Tadi kata ibu tidak ada yang selamat?lalu itu Nita teman asramaku dia selamatkan,dimana sekarang!" tanya Yuni
"Ada di ruang tamu,!" jawab ibu
Yuni pun segera berlari ke ruang tamu tanpa mendengarkan penjelasan ibu.
"Nita kamu baik-baik saja kan syukur lah kalo kamu juga selamat!" kata Yuni
"loh kamu bukan Nita,lalu kamu siapa kenapa kamu bisa menyelamatkan aku!" tanya Yuni sadar kalo salah orang
"Kenalin aku Nita,kakanya Tani teman yang kamu temui di asrama,dia memang sering mengunakan nama ku sembarangan,kamu inget kamu pernah lihat aku di kamar kosong di asrama sekolah!" Kata Nita.
"Jadi sebenarnya yang kamu temui di asrama dan menabrak kamu itu adalah Adikku yang sudah meninggal,!" lanjutnya.
"Jadi aku bicara sama hantu saat itu?" Yuni tidak percaya.
Nita melanjutkan ceritanya bahwa sebenarnya Nita Tani adalah saudara kembar mereka berdua bersekolah di asrama yang sama,hingga suatu tragedi terjadi Tani jatuh dari atap karena kesalahan dari sekolah dan Tani mati tapi yang lebih parahnya mayatnya bukan di kubur yang benar malah di taruh di ruang kosong,Nita mengetahui itu karena takut nama sekolah jadi tidak bagus Pemilik sekolah mengurung Nita dan mayat Tani di ruangan yang kosong,
Mereka yang mati dalam kebakaran hari ini adalah orang-orang yang tau kesalahan tapi menutup matanya,tidak mau berbuat baik jadi mereka patut di hukum.
"Kejam sungguh perbuatan kejam!" Yuni menanggis
Dengan kejadian kebakaran itu Tani sudah balas sakit hatinya karena diabaikan.jasad Tani sudah di kubur dan Nita juga sudah bebas dari kamar kosong,begitu juga Yuni selamat berkat mereka berdua.
**___TAMAT___**
Hanya cerita karangan penulis.
👻Tetimakasih👻