Kotak musik bertuah
Kisah dimulai dari seorang remaja cupu yang bernama Liona. Ia sering sekali mendapat perilaku kurang menyenangkan dari teman-teman sekolahnya.
Hari ini adalah acara kelulusan dirinya, Liora datang dengan kebaya berwarna merah muda lengkap dengan dandanan ala pengantinnya.
Tetapi hal tersebut sangat dipandang buruk oleh teman-temannya. Ia pun kembali di bully.
"Lo mau ngelenong ya? " Kata Jesicca meledek disusul dengan tawa siswa yang lainnya.
"Enaknya kita apain ya Jes? " Tanya Anya teman Jessica.
Jesicca tersenyum sinis kemudian mengisyaratkan sesuatu pada dua orang temannya tersebut.
Tak lama setelahnya tiga sekawan itu pun menarik paksa lengan Liona, dan menggiringnya ke toilet sekolah.
-Didalam toilet-
Jesicca kali ini tak tanggung-tanggung untuk membully Liona, ia sampai menarik kebaya Liona hingga robek dibeberapa bagian. Lain hal nya dengan Anya dan Ika mereka berdua mengguyur tubuh Liona dengan air yang sudah tercampur dengan telur busuk.
Liona yang tak mampu melawan pun hanya bisa menangis tersedu-sedu. Setelah puas dengan kejahatan mereka, Jesicca dan dua orang temannya itu bergegas meninggalkan Liona.
Tak lama setelah itu Gisha datang dan menghampiri Liona.
"Kamu kenapa Li? " Tanya Gisha.
Liona menatap Gisha dengan tatapan yang penuh amarah setelah itu berlari meninggalkan sekolah.
Malam harinya, Liona terlihat jalan sambil terhuyung-huyung dengan mata sembab akibat menangis. Kaki Liona pun terlihat lebam karena terlalu jauh dibawa berjalan.
Hingga akhirnya ia tiba dirumah dan langsung membersihkan badan.
Pukul 23 : 15 wib.
Liona yang sedang tertidur tiba-tiba dikejutkan dengan suara musik yang mengalun didekat jendela kamarnya. Segera ia hampiri.
Ia menyibak gorden jendela kamarnya dan meraih sesuatu yang ada dibalik jendela.
Keningnya berundak-undak matanya terus menatap kearah benda tersebut. Hingga akhirnya sebuah suara terdengar memanggil namanya.
"Liona.... " Suara tersebut terdengar sayup-sayup.
Bulu kuduknya berdiri seketika lalu ia langsung menutup kembali jendela kamar dan melanjutkan tidurnya.
⚜⚜⚜
Malam berikutnya.
Nenek Liona masuk kedalam kamar cucunya membawa segelas susu hangat. Ketika hendak keluar kamar ia melihat sebuah kotak musik antik dimeja rias.
"Nak barang milik siapa itu? Sepertinya nenek baru melihatnya dikamar kamu," Tanya sang nenek.
Liona menggeleng, "Aku juga nggak tau nek semalam aku menemukan kotak musik itu dibalik jendela kamar. "
"Lebih baik kamu kembalikan saja ke tempat semula, " Pinta sang nenek.
Liona yang penurut pun mengiyakan permintaan neneknya.
Setelah neneknya meninggalkan kamar, ia pun bergegas meletakkan kotak musik tersebut ketempat asalnya namun tiba-tiba...
Tek!!!
Kotak musiknya terbuka, sebuah irama terdengar dari sana. Liona yang terkejut langsung melempar kotak musik itu.
"Jangan takut Liona, " Sebuah suara terdengar sayup-sayup.
Liona semakin takut ia menoleh kearah belakang dan....
Jedeeerrr!!!
Seorang remaja memakai seragam sekolah dengan rambut terurai, wajah yang pucat dan mengeluarkan darah dari mulutnya ia berdiri tepat dihadapan Liona.
Liona berjalan mundur, dan hantu tersebut terus mengikuti dirinya.
"Apa kau ingin balas dendam? " Kata si hantu.
Liona menggeleng, "Pergi!!! " Teriak Liona yang kemudian meraih kotak musiknya dan segera ia lemparkan ke arah sang hantu, hingga hantu itupun menghilang.
Beberapa hari kemudian, sebuah teror terus menghantui Liona yang disebabkan oleh kejahilan Jesicca and the gang.
Kali ini neneknya lah yang menjadi korban, dan harus dilarikan kerumah sakit karena mengalami patah tulang.
Jesicca sangat murka ia langsung mencari kotak musik yang ia simpan dibawah tempat tidurnya. Tak lama setelah kotak musiknya terbuka hantu wanita itupun muncul dihadapannya.
"Ada apa Liona? Apakah sekarang kamu membutuhkan bantuanku? " Tanya si hantu.
"Aku mau kau membalaskan dendamku pada Jesicca dan teman-temannya. "
"Itu hal yang mudah untukku tapi kau akan membayar mahal untuk semuanya. "
Liona pun menyetujui perjanjian tersebut, hingga tiba di malam berikutnya hantu wanita itu datang kerumah Anya. Ia membantai Anya dengan cara yang sadis yaitu melemparkan tubuh Anya dari lantai tiga ke lantai 1 hingga Anya pun tewas seketika.
Korban kedua, hantu itu mendatangi Ika yang sedang berada di sebuah club malam. Saat itu Ika tengah mabuk berat dengan jalan terhuyung-huyung Ika pergi ke toilet sembari menggenggam sebotol bir ditangannya.
Ia berdiri didepan cermin besar, sambil meneguk bir tadi, tiba-tiba salah satu pintu toilet terbuka dan mulai terdengar langkah kaki.
Ika menoleh, dan langsung terkejut melihat sosok menyeramkan dihadapannya. Hantu itupun langsung merasuki Ika. Tubuhnya dikendalikan oleh sang hantu, membuatnya benar-benar hilang kesadaran hingga akhirnya Ika memecahkan botol bir tadi kemudian serpihannya ia sayatkan keleher, dan ia pun tewas.
Mendengar kabar kematian sahabatnya Jessica langsung menangis histeris sementara Liona terlihat sangat bahagia. Hingga tibalah giliran Jesicca.
Tepat pada pukul 00 : 00 wib, hantu wanita itu datang kerumah Jesicca.
"Siapa kau?! " Jesicca ketakutan.
Hantu itu menyeringai, "Aku Mirna dan aku membenci orang-orang jahat sepertimu! " Ujarnya kemudian tertawa melengking.
Jessica yang ketakutan berusaha untuk berlari dari kamar namun usahanya digagalkan oleh Mirna yang mengunci semua akses dari kamarnya.
Mirna langsung mengangkat tubuh Jessica dengan kekuatan magisnya lalu melemparkan Jesicca hingga tubuhnya menembus kaca-kaca jendela dan jatuh ketanah dengan tulang tangan yang keluar dan mata yang melotot.
Mirna tertawa karena tugasnya sudah tuntas ia pun kembali menemui Liona dan seperti perjanjian mereka Mirna meminta bayaran kepada Liona.
"Aku sudah membantumu sekarang giliranmu menepati janjimu. "
"Apa yang kau inginkan? " Tanya Liona.
"Ragamu, " Mirna menatap dalam-dalam mata Liona.
Liona menolak dan mencoba berlari dari Mirna namun mirna berhasil menangkap nya. Ia langsung mencekik leher Liona.
"Aku sudah menepati janjiku sebagai gantinya kau harus menyerahkan ragamu untukku. "
Liona meronta, hingga ia pun berhasil lepas dari cengkraman Mirna namun naas Liona harus tertabrak mini bus yang tengah melintas.
Keesokan harinya, Liona sudah siuman kini ia berada dirumah sakit. Tatapannya berubah menjadi tajam, ia pun meninggalkan rumah sakit secara diam-diam dan kembali kerumahnya.
Sesampainya dirumah, Liona membuka kotak musiknya dan mematut diri dicermin sembari menyisir rambut kemudian tertawa melengking karena ia berhasil merebut tubuh Liona.
⚜tamat⚜
-Note(Mirna adalah salah satu siswi korban bullying disekolah Liona angkatan paling pertama, ia meninggal karena sebuah kecelakaan yang disebabkan oleh teman-temannya. Arwah Mirna terperangkap didalam sebuah kotak musik, hingga akhirnya ia bisa terbebas kemudian bertemu dengan Liona dan bertukar jiwa agar bisa kembali hidup).