Di hari ulang tahunku ayah memberikanku hadiah sebuah Piano tua, aku sangat suka dengan benda-benda tua termasuk piano ini.
"Terimakasih ayah... aku sangat suka dengan pianonya, Dila sangat senang dengan hadiah dari ayahnya.
"Ayo coba mainkan pianonya Dila. Pinta ayah Dila.
Dila memulai memainkan pianonya dengan lagu yang sangat Dila sukai. Ayah Dila sangat menikmati permainan piano Dila. Jari Dila seolah-olah sedang menari di atas keyboard pianonya, Dila memainkan beberapa lagu favoritnya. Sehingga tidak terasa hari mulai gelap Dila pun menyudahi permainan pianonya dan bersiap-siap untuk mandi.
Namun belum beberapa lama Dila meninggalkan pianonya, piano itu tiba-tiba bermain sendiri.
"Siapa yang bermain piano..? Tanya Dila dalam hati. Selama ini yang Dila tau cuma dia yang bisa main piano di rumah ini.
"Ah mungkin aku salah dengar karena seharian aku bermain piano jadi suara piano masi terngiang-ngiang di telingaku. Dila pun mengabaikan suara piano itu, dan menuju kamar mandi.
Setelah Dila mandi, Dila dan kedua orang tuanya berkumpul di mejamakan untuk makan malam.
"Apakah tadi ayah mendengarkan suara piano? Tanya Dila.
"Bukannya dari tadi kamu yang bermain piano? Ayah Dila balik bertanya.
" Bukan aku ayah, Dila menjawab pertanyaan ayahnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Jadi siapa yang bermain piano kalau bukan kamu Dil? Tanya ayah dengan penuh curiga.
"Dila juga tidak tau ayah. Jawab Dila.
"Mungkin kamu dan ayah salah dengar Dil, tidak usah di fikirkan. Ayah mencoba membuat Dila tenang agar tidak merasa takut. Mereka pun selesai makan malam dan bersantai di ruang tv sambil ngobrol ringan, dan tiba-tiba lampu di rumah mereka padam tidak ada cahaya sedikit pun Dila dan ibunya memegang lengan ayahnya.
"Kalian tunggu di sini ayah mencari lilin dulu.. ayah Dila meraba-raba untuk mencari jalan.
"Hati-hati ayah.. ibu Dila berpesan pada ayah Dila.
Dila dan ibunya di tinggal berdua di ruang TV dengan keadaan gelap gulita, Dan Piano itu tiba-tiba bermain sendiri. Dila dan ibunya ketakutan dan berteriak memanggil ayahnya.
"Ayaaaaah..." Ayah di mana, teriak Dila dan ibunya namun tidak ada jawaban dari ayahnya.
Dila dan ibunya semakin ketakutan, mereka berdua panik. Piano itu terus bermain dan sesekali terdengar suara tawa dari arah piano itu. Hujan pun mulai turun kilat menyambar hingga menghasilkan cahaya seperti blits kamera, mata Dila menangkap sosok seseorang yang duduk di depan piano sambil bermain piano. Sosok itu sosok wanita berambut panjang, wajah pucat dengan pandangan yang kosong. Dila dan ibunya semakin ketakutan mereka mereka ingin berteriak namun suara mereka seperti tertahan di tenggorokan. Piano itu terus menerus memainkan sebuah lagu,sosok wanita itu menoleh ke arah Dila dan Ibunya sambil tertawa lalu menghentikan tawanya dan menatap Dila dan Ibunya dengan penuh amarah. Sosok wanita itu mendekati Dila dan ibunya yang ketakutan lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Dila, Dila berteriak histeris sambil mencengkram tubuh ibunya, Ibu Dila semakin ketakutan hingga membuatnya jatuh pingsan. Dila semakin panik melihat ibunya yang sedang pingsan hujan semakin deras sehingga tak seorangpun bisa mendengarkan teriakan Dila. Dila memberanikan diri untuk mencari alat penerangan di dapur namun belum jauh kaki Dila melangkah tiba-tiba sosok wanita itu muncul lagi di depan Dila, Dila pun berusaha lari dan menabrak apapun yang ada di depannya, sehingga Dila terjatuh menimpa sebuah meja kecil yang berada di ruang TV Dila berusaha untuk bangkit dan berlari namun sebelum Dila sempat melarikan diri kaki Dila tiba-tiba di tarik oleh wanita itu. Tubuh Dila di seret kearah Piano itu dan sosok wanita itu berbisik ke telinga Dila KEMBALIKAN AKU KE ASALKU. Dila pun berteriak histeris meminta tolong tapi tidak satupun orang sekitar yang bisa mendengarkan teriakan Dila dan akhirnya Dila jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.
Dila di larikan kerumah sakit oleh tetangganya, kedua orang tua Dila di rawat di rumah sakit yang sama tapi ayah Dila tidak bisa tertolong lagi, ayah Dila mengalami luka yang sangat parah akibat terkena benda tumpul. Dila menangis histeris setelah tau bahwa ayahnya sudah tiada. Dila tidak bisa melihat pemakaman ayahnya karena kakinya terluka parah saat menabrak meja kecil malam itu.
Beberapa hari kemudian akhirnya Dila di bolehkan pulang oleh dokter. Setibanya Dila di rumah, Dila meminta supir dan security rumahnya untuk membakar piano keramat itu.
Dila tidak mau kejadian malam itu terulang lagi pada dirinya dan ibunya.
END