Episode 2
Dia membuka tasnya. Satu per satu dia mengambil kertas kusut itu. Dia tidak membuangnya sembarangan. Dia melipatnya dengan hati-hati menjadi bangau kertas.
"Ini kertas gagal ujian," lipat.
"Ini kertas ditolak kerja," lipat.
"Ini kertas takut masa depan," lipat lagi.
Ajaib. Setiap bangau yang selesai dilipat, terasa tasnya sedikit lebih ringan. Kakinya yang tadi berat, sekarang bisa berdiri lagi.
Lalu dia mengangkat tangan. Satu, dua, tiga... semua bangau kertasnya terbang ke langit malam. Mereka tidak hilang, mereka berubah menjadi cahaya kecil, terbang bersama bintang jatuh.
Penjaga malam berbisik, "Lihat, Ren. Bebanmu tidak harus kamu hapus. Kamu lipat, kamu mengerti, lalu kamu lepaskan untuk terbang."
Ren tersenyum. Bukan senyum yang dipaksa seperti biasanya dengan 😂. Tapi senyum lega yang kecil.
Dari jauh, lampu-lampu desa Tanjungpandan terlihat masih menyala. Hidup masih berjalan. Dan untuk malam ini, itu sudah cukup.