Pagi yang sudah menjelang siang. Tapi tak juga terbilang terlalu siang. Karena sinar yang menerobos pori-pori kulit masih terbilang hangat.
Mulut yang dipaksa menganga oleh tulang rahang, tertahan telapak tangan dengan terburu. Genangan yang berkaca-kaca pada mata menyisakan pada ujung ekor kelopak mata.
Dua anak tengah duduk berjajar dengan tinggi kursi tak sama tingginya. Dengan kata-kata mutiara penuh pujian kebaikan dilantunkan, sambil memotong kuku sepuluh jari tangan bergantian.
Selesainya, beralihlah pada kuku-kuku sedikit mendorong panjang pada bagian kaki. Diakhiri dengan cekikikan yang sengaja dibuat-buat.
Akan berpindah pada di sulung...
SSSSTT
Tangan ibunya yang sempat menarik jari-jari si sulung ke telapak tangannya, teralihkan dengan bunyi yang kian mendenging. Wajah mereka serentak memandang pada asal suara.
Si ibu beranjang sambil setengah berlari.
CETEEK...
Sumber perapian telah dipadamkan. Dan si Ibu kembali pada tempat semula anak-anaknya terduduk.
"Lhooo... Potong kuku tadi dimana ya?" Kata si Ibu.
"Tidak tahu..." Jawab keduanya hampir berbarengan.
Lalu si Ibu menelusuri. Dari tempat sekitar yang memungkinkan untuk tempat ia menaruh benda kecil yang berperan pagi hari itu.
Dari atas hingga dibawah himpitan-himpitan yang menjadikan tempat persembunyian, barangkali.
"Hmmm... Dimana ya?"
Ada prasangka yang mengarah pada keusilan si anak sulung, "Aahh... Sepertinya tidak".
Diulanginya reka adegan tadi pagi sebelum dua bocahnya terduduk pada bangku yang beda tingginya. Hingga saat ia kembali ke wilayah perdapuran.
Sungguh, sekelebat pun ia tak ingat. Padahal jaraknya tadi dirasa tak sampai satu menit, sungguh.
Dua bocahnya memandangi si ibu yang nampak kebingungan dengan memorinya sendiri. Sampai ketika secara tak sengaja, tangan si ibu merogoh kedalam saku celana untuk mengintip uang yang ada di sana.
"Lhaaa... Ini ternyata yang dari tadi dicari-cari. Ngumpet di saku celana ibu. Makanya ndak ketemu-ketemu... Hehehe..."
Meski si ibu masih mengurut kembali memori pendek itu. Tetap saja, tak ia ingat bagaimana bisa alat potong kuku itu bersembunyi pada saku celananya.
-- T.A.M.A.T --