Lampu kilat flasgar media internasional menembus kegelapan malam di halaman Istana Kepresidenan Pravda, ibu kota Negara Republika. Karpet merah sepanjang seratus meter terbentang gagah, membelah lautan wartawan, jet set dunia, dan deretan paspampres berjas hitam dengan earpiece melingkar di telinga.
Republika—sebuah negara adidaya modern yang makmur, melintasi batas teknologi futuristik dan keindahan arsitektur klasik. Dan di puncak pimpinan negara tersebut, berdirilah sang Presiden: Rexy Alexander Vance.
Rexy bukan sekadar presiden. Pria berusia 42 tahun itu adalah definisi hidup dari pesona Don Juan kelas dunia. Bertubuh tegap setinggi 188 cm, berahang tegas dengan sedikit garis jambang tipis yang terukur rapi, serta memiliki sepasang mata cokelat tajam yang sanggup meluluhkan siapa saja hanya dalam satu detikan tatapan. Rahasia terbesar daya tariknya? Ia adalah pemuja wanita sejati. Bagi Rexy, wanita adalah keindahan tertinggi arsitektur alam semesta yang wajib dihormati, disayangi, dan dilindungi.
Dan malam ini adalah malam perayaan ulang tahun kepresidenannya yang ke-5. Sebuah helikopter kepresidenan mendarat mulus, disusul empat mobil limousine berarmor baja bertuliskan lambang Elang Emas Republika.
Dari empat pintu kendaraan mewah itu, melangkah keluar empat sosok wanita luar biasa—Istri-istri Resmi Presiden Rexy—yang masing-masing memancarkan aura queen vibe tiada tanding. Netizen di seluruh dunia yang menyaksikan siaran langsung streaming TikTok dan Instagram Live Istana langsung heboh. Kolom komentar meluncur bagai kilat dengan jutaan tagar `#VanceRoyalFamily`.
---
Empat Ratu Republika
Istri Pertama: Lady Eleanor Vance (38 tahun). Putra mahkota bangsawan Eropa tua yang elegan. Menggunakan gaun haute couture satin hitam tanpa lengan, Eleanor adalah mantan diplomat PBB yang dingin, cerdas, dan memegang kendali atas urusan protokoler serta hubungan luar negeri istana. Dialah matriark yang dihormati, pemilik ketenangan bak danau es.
Istri Kedua: Dr. Lin Meiling (36 tahun). Mantan jenius neurosaintis dan pengusaha teknologi miliarder asal kawasan Timur. Meiling tampil memukau dengan cheongsam modern sutra putih berhias sulaman benang emas. Dialah otak di balik digitalisasi ekonomi Republika, sosok yang tegas, analitis, namun sangat memanjakan suami dan anak-anaknya di belakang layar.
Istri Ketiga: Azizah Al-Mansoor (32 tahun). Putri pengusaha minyak ternama dari Timur Tengah yang kini menjadi filantropis dunia dan desainer busana Muslimah papan atas. Ia memikat pasang mata dengan gaun modest nuansa emerald green bertabur kristal Swarovski dan pashmina sutra yang mengalir anggun. Kebaikan hatinya adalah jembatan sosial bagi seluruh rakyat Republika.
Istri Keempat: Sora "Valkyrie" Tanaka (28 tahun). Mantan atlet menembak Olimpiade dan kapten pasukan khusus yang kini menjabat sebagai kepala keamanan internal istana. Cantik, eksotis, berpakaian jumpsuit kustom berwarna merah maroon yang memeluk lekuk tubuh atletisnya. Sora adalah pelindung keluarga sekaligus istri paling manja jika sedang berduaan dengan Rexy.
Rexy turun dari mobil utamanya dengan setelan jas tom ford hitam kustom. Ia tersenyum—senyuman khasnya yang mampu membuat rating televisi melonjak naik 80% dalam hitungan detik. Tanpa ragu, Rexy melangkah mendekati keempat istrinya, memberikan kecupan hangat di dahi mereka satu per satu dengan penuh rasa hormat.
"Kamu terlambat tiga menit, Sayang," bisik Eleanor anggun sembari membetulkan dasi kupu-kupu Rexy.
"Seorang Presiden tidak pernah terlambat, Eleanor. Dunia hanya perlu menyesuaikan waktunya," balas Rexy dengan suara bass yang berat, lalu mengedipkan mata pada Meiling yang terkekeh pelan.
"Simpan pesonamu untuk nanti malam, Mr. President. Kamera sedang menyorot mata kirimu," sela Sora sambil merapikan pin presiden di dada Rexy dengan keahlian taktisnya.
Khadijah hanya tersenyum manis, memegang lengan tegap Rexy. "Mari masuk, Mas. Anak-anak sudah menunggu di ballroom."
---
Sembilan Pangeran dan Putri Spektakuler
Jika empat istri Rexy sudah cukup membuat media geleng-geleng kepala karena keharmonisan mereka yang luar biasa, maka sembilan anak mereka adalah fenomena global yang sesungguhnya. Mereka dijuluki oleh netizen sebagai The Nine Sun of Republika.
Ketika keluarga presiden melangkah masuk ke dalam ballroom megah berlantai marmer Italia, sembilan anak-anak mereka sudah berdiri berjejer menanti.
1. Kenzo Vance (20 tahun) – Putra tertua dari Eleanor. Lulusan Oxford dengan predikat summa cum laude, kini menjabat sebagai penasihat ekonomi muda kepresidenan. Bertubuh tegap mirip ayahnya, dingin, dan menjadi idola para remaja wanita se-Republika.
2. Xavier Vance (18 tahun) – Putra dari Meiling. Jenius peretas dan pendiri perusahaan AI bernilai miliaran dolar di usia belia. Tampil sedikit rebellious dengan gaya busana streetwear premium.
3. Aaliyah Vance (16 tahun) – Putri cantik dari Azizah. Seorang pianis klasik dunia dan aktivis kemanusiaan muda yang memiliki suara bagai malaikat.
4. Leo dan Maya Vance (14 tahun) – Si kembar dari Sora. Leo adalah kapten tim akademi sepak bola nasional yang tampak gagah, sementara Maya adalah juara nasional seni beladiri campuran (MMA) remaja yang lincah dan jahil.
5. Caspian Vance (11 tahun) – Putra kedua dari Eleanor. Anak ajaib di bidang catur dunia yang sanggup mengalahkan Grandmaster internasional dalam 15 langkah.
6. Zahara Vance (8 tahun) – Putri kecil dari Azizah. Si imut berwajah Arab-Melayu yang menjadi fashion icon anak-anak dunia.
7. Chen Vance (5 tahun) – Putra dari Meiling. Balita jenius yang sudah bisa memecahkan soal matematika tingkat universitas sembari bermain Lego.
8. Baby Chloe (2 tahun) – Putri bungsu kesayangan seluruh istana dari Sora. Si kecil berambut ikal yang selalu menempel di pundak tegap Rexy.
Netizen yang menyaksikan melalui siaran live stream meramaikan kolom komentar:
@Cinta_Drakor: "Gilaaa!! Ini keluarga kerajaan nyata atau drama Korea budget 1 triliun?!"
@NetizenIndo: "Pak Rexy bagi resep adilnya dong! Istri cantik-cantik, anak jenius semua, ga ada yang berantem pulak!"
@Hollywood_Daily: "Move over Kardashians, The Vance Family is the real global royalty!"
---
Drama di Balik Pesta Jamuan Negara
Pesta berjalan dengan sangat kemewahan ala Hollywood Gala. Musik simfoni menggema, para duta besar dan kepala negara sahabat memberikan penghormatan. Namun, sebuah drama kecil ala Dracin (Drama China) khas istana mulai terjadi di sudut meja jamuan VIP.
Perdana Menteri dari negara tetangga, Lord Malakor—seorang politisi tua yang terkenal licik dan sering meremehkan kepemimpinan Rexy—mendekati meja makan utama keluarga presiden.
"Ah, Presiden Rexy," ujar Malakor dengan nada sinis sembari mengangkat gelas anggurnya. "Kepemimpinan Anda memang spektakuler. Namun saya selalu penasaran... bagaimana seorang pria membagi fokus negaranya jika perhatiannya terbagi untuk empat wanita dan sembilan anak? Apakah ini istana negara atau panggung pertunjukan drama romantis?"
Suasana di meja utama mendadak hening. Para paspampres di sekeliling otomatis memperketat posisi. Kenzo, sang putra sulung, hendak berdiri untuk membalas kecaman itu, namun tangan tegap Rexy menahannya pelan.
Rexy berdiri. Tubuh tingginya yang gagah menaungi Lord Malakor. Ia tersenyum tenang, mengusap bahu Khadijah yang duduk di sampingnya, lalu menatap Malakor dengan pandangan tajam yang menghujam.
"Lord Malakor yang terhormat," suara Rexy menggema lembut namun dipenuhi otoritas yang tak terbantahkan. "Seorang pria yang tidak bisa mencintai dan memimpin keluarganya dengan adil dan penuh rasa hormat, tidak akan pernah sanggup memimpin sebuah bangsa besar. Empat istri saya bukan beban, melainkan empat pilar kekuatan saya. Dan sembilan anak saya adalah masa depan dari Republika."
Eleanor tersenyum anggun, mengangguk setuju. Meiling menaikkan sebelah alisnya sembari mengetik sesuatu di iPad-nya—dalam hitungan detik, saham perusahaan Malakor di bursa saham Republika merosot 2% karena perintah singkat Meiling. Sora secara halus bergeser berdiri di belakang Rexy dengan tatapan mata yang sanggup membuat prajurit tempur mana pun merinding.
Rexy mengangkat gelas sampanyenya. "Bagi pria sejati, makin banyak wanita luar biasa yang ia hormati di sisinya, makin kuat kepemimpinannya. Cheers, Lord Malakor."
Para tamu undangan bersorak riuh! Lord Malakor yang wajahnya memerah padam hanya bisa menelan ludah dan mundur teratur dari area jamuan.
Di kolom komentar siaran langsung:
@K-Drama_Freak: "OAAAARRGGHH!! OPAAA REXY SKOR 1000/10!! Savage banget astagaa!!"
@Dua_Garis: "Suami idaman seratus umat! Gagah, kaya, tajam, tapi sayang banget sama istri-istrinya!"
---
Malam di Sayap Utama Istana
Acara jamuan megah berakhir saat jam dinding istana menunjukkan pukul satu malam. Anak-anak telah diantar oleh tim pengasuh ke paviliun mereka masing-masing. Chloe sudah tertidur pulas di dalam garapan tegap Rexy sebelum dipindahkan ke ranjang bayi.
Rexy melangkah menuju lorong tengah Sayap Utama Istana—sebuah area pribadi bernuansa penthouse modern dengan pencahayaan hangat dan kolam renang infinity yang menghadap langsung ke pemandangan kelap-kelip lampu kota Pravda.
Di ruang keluarga utama, empat istrinya telah berganti pakaian formal mereka dengan pakaian santai yang tetap memancarkan pesona kelas atas. Eleanor membaca dokumen negara, Meiling memeriksa grafik keuangan di pangkunya, Azizah menyesap teh herbal aroma melati, dan Sora sedang melatih kelenturan tubuhnya di atas matras yoga.
Rexy melepaskan jas dan melonggarkan kancing kemeja atasnya, memperlihatkan dada bidangnya yang atletis. Ia berjalan mendekat dan duduk di tengah sofa panjang.
"Hari yang panjang, Mr. President?" goda Meiling sambil meletakkan iPad-nya dan menyandarkan kepala di bahu kiri Rexy.
"Selalu panjang, tapi selalu berharga jika diakhiri di sini," jawab Rexy manis, melingkarkan lengan kirinya merangkul Meiling, sementara lengan kanannya menarik Azizah lembut mendekat.
Eleanor menutup berkasnya, lalu menatap suami yang sangat dicintainya itu dengan senyuman hangat. "Jawabanmu pada Malakor tadi... cukup manis, Rexy. Walaupun aku tahu Meiling sempat 'bermain' sebikit dengan bursa sahamnya."
"Dia pantas mendapatkannya, Kak Eleanor," sahut Sora yang melompat santai dari matrasnya dan duduk di lantai, bersandar pada lutut tegap Rexy. "Dia meremehkan suami kita."
Rexy tertawa renyah, suara bass-nya memenuhi ruangan hangat itu. Ia menunduk, mengecup puncak kepala Sora, lalu menatap ketiga istri lainnya satu per satu dengan ketulusan yang mendalam.
Bagi dunia luar, Rexy Vance mungkin adalah Presiden Republika yang penampilannya bombastis ala bintang Hollywood, penakluk wanita, dan pemimpin negara adidaya. Namun bagi keempat wanita luar biasa dan sembilan anak di istana ini, Rexy adalah seorang suami dan ayah yang mendedikasikan hidupnya untuk memberikan cinta, perlindungan, dan keadilan yang tak pernah cacat.
"Terima kasih sudah berdiri di sisiku hari ini, Ratu-ratuku," bisik Rexy mesra.
Khadijah menggenggam jemari Rexy, mengutarakan perasaan yang mewakili mereka semua. "Selama Mas Rexy bertindak adil dan memimpin dengan hati, kami akan selalu menjadi benteng termegah untukmu dan Republika."
Malam kian larut di Kota Pravda. Di balik megahnya dinding Istana Kepresidenan Republika, sang Presiden Don Juan dan keluarga cantiknya membuktikan kepada dunia bahwa kekuatan terbesar seorang pemimpin tidak hanya terletak pada amunisi dan politik, melainkan pada cinta, keharmonisan, dan penghormatan setinggi-tingginya bagi wanita.