cermin tua yang banyak memiliki cerita
Hari ini adalah hari dimana semua orang berbahagia,karena hari ini adalah hari dimana Cici wisuda.
"Enak yah kek mereka,"Cici hanya bisa memandangi teman-teman mereka yang berpelukan dengan orang tua nya."Aku harus kuat ,Kan mereka sudah tenang disana " Cici terus memandangi teman-teman dengan wajah sedih.
Selesai Wisuda Cici pun pulang sambil mengendarai Sepeda motor dan pulang kerumahnya .
"Akhirnya aku pulang, walaupun tidak seperti dulu,Oh iya kan aku harus ngambil Cermin dulu"Kata Cici sambil menutup pintu nya kembali.
Cici terus mengendarai sepeda motor nya dan melaju kerumah Adel.
Tiba sudah di rumah Adel
"Assalamu'alaikum,Adel"Kata Cici mengetuk pintu
"Walaikum'salam"sahut Adel
"Mana katanya cermin itu" Cici pun sambil melihat kedalam ruangan
"Ada,masuk dulu gih"Kata Adel menyuruh Cici masuk kedalam rumahnya.
"Iya, makasih" Kata Cici sambil duduk
"Gimana wisuda nya rame nggak ?."Tanya Adel
"Seru,buat mereka yang punya ayah,dan ibu" Kata Cici menundukkan wajahnya.
"Eh, maaf aku nggak bermaksud " Kata Adel sambil menepuk pundak Cici
"Nggak apa-apa,Cermin nya mana aku harus cepat-cepat pulang hari juga udah mulai sore"Kata Cici sambil mengambil uang yang ada didalam kantong nya
"Iya, sebentar aku ambilin"kata Adel sambil masuk ke kamar nya
Adel pun keluar dengan membawa Cermin yang ingin dijual nya
"Del,Nih uang nya "Kata Cici menyerahkan uang tunai.
"Makasih yah" Kata Adel menyerahkan Cermin yang berukuran sedang
"Ya, sama-sama aku pulang dulu yah, Walaikum'salam"kata Cici berjalan keluar dan membawa Cermin itu kerumah nya.
Setelah sampai dirumahnya Cici langsung menuju ke kamar mandi dan membersihkan badannya.
"woah,bagus juga nih cermin" Kata Cici sambil menyetuh Cermin tua itu
Cici pun pergi meninggalkan Cermin itu dan duduk di ruang tengah dan menyetel televisi.
"Entah kenapa,kek ada orang mengawasi ku" Kata Cici sambil melihat ke seluruh penjuru."Itu hanya perasaan aku aja deh,"
Perasaan itu muncul selama berbulan-bulan saat ada cermin itu.Dan terdapat Jeritan aneh dari mana-mana tempat itu sudah biasa,jadi ia tak memperdulikan nya lagi.
Mendadak suhu Udara turun dan menjadikan Hawa nya dingin disertai suara angin kencang yang datang dari jendelanya
"Apa,Apaan nih "Kata Cici berjalan menuju jendela dan menutup nya.
CKLEK * Pemadaman lampu pun terjadi
"Senter mana nih " Kata Cici sambil berjalan menuju senter." Nah ini " Kata Cici sambil menyalakan lampu nya.
Bruk*Suara dari ruangan tengah
"Siapa tuh" Kata Cici sambil mengintip dari balik pintu kamar tidur
Slebt * Sosok bayangan hitam lewat dibelakang Cici dan meninggalkan bau melati
"Astagfirullah,aku cek aja deh"Kata Cici sambil berjalan membawa senter dan melaju ke ruangan tengah.
Blop-blop * Suara Air galon yang mendadak berbunyi.
"Astagfirullah,Galon galon" Kata Cici sembari memukul Galon
Sret-sret * Suara dari arah dapur
"Siapa lagi tuh " Kata Cici berjalan ke arah dapur dan menyorotkan senternya keseluruh ruangan dan menyusuri nya.
Seketika itu Cici melihat bayangan hitam yang ada di samping kulkas yang sedang menatap Cici dengan tatapan Tajam
"Aghrrr, Allahuakbar-Allahuakbar " Teriak Cici dan meninggalkan Senter nya di dapur dan pergi ke kamar tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya
Ke esokan pagi nya, Cici terkena demam tinggi karena kejadian semalam.
"Aku akan percahkan kaca itu"Kata Cici sambil mengambil Palu dan pergi keluar rumah
Slebt* bayangan hitam itu muncul sebelum Cici menginjakkan kakinya keluar dai rumah.
"Jangan pecahkan cermin itu" Kata bayang hitam itu mencekik Leher Cici.
"Ahhgghhrrr, Allahuakbar-Allahuakbar"Teriak Cici sambil mencoba melepas kekuatan dari Bayangan hitam itu.
Saat itu bayangan hitam itu pergi dari hadapan Cici.
Trkkk* Suara pecahan kaca yang dipecahkan oleh Cici
"Aku pengen hidup tenang,Aku nggak peduli aku rugi berapa,yang intinya aku pengen hidup damai " Kata Cici sambil berjalan menuju rumah nya.
Dua hari setelah kejadian aneh itu
"Huh~ Akhirnya bisa hidup tenang tanpa diganggu oleh makhluk astral lagi " Kata Cici sambil mengambil cemilan.
Teng-Teng * Suara bel di tekan
"iya, sebentar "Kata Cici sambil berjalan dan membuka pintu rumahnya.
Ada sebuah Kotak Yang entah itu berisikan apa.
"Kok, nggak ada pengirim nya "Kata Cici sambil membawa masuk kotak itu dan mulai membuka
Sret-sret * Suara Kertas yang di buka paksa
"Maaf siapa yang ngirim ini,Kok cermin sih"Kata Cici sambil membolak-balik cermin itu
"Maaf Aku nggak minat " Kata Cici sambil membuang Cermin itu....
Tamat...