Papa membeli kulkas baru, karena kulkas di rumah kami sudah korslet. Aku yang paling senang, kulkas itu cukup canggih. Banyak tombol yang tidak kupahami. Warnanya silver, di dalamnya memiliki banyak partisi kecil. Wah, pasti harganya mahal karena made in Korea.
"Papa, berapa harga kulkas baru ini? Mahal, ya?" tanyaku disuatu malam. Papa diam saja dengan wajah tegang. Kok papa engga jawab sih?
"Ma, harga kulkasnya mahal, kan?" tanyaku pada Mama. Mama menarik napas dengan sedih. Loh, ada apa dengan mereka berdua?
Aku anak yang cuek, jadi soal kulkas tidak menjadi pusing, tetapi tingkah mereka semakin aneh. Setiap malam mama dan papa selalu berdiri di depan kulkas. Menatap benda itu dengan saksama.
"Emang apa menariknya dengan kulkas ini?" batinku. Merasa sangat penasaran, aku mengintip papa dan mamaku tepat jam dua belas malam.
Mataku terbelalak melihat mama dan papa duduk di lantai sambil menatap kulkas itu dengan bengong. pandangan mereka kosong, kedua tangan terkulai. Sejak ada kulkas baru itu, papa di phk dan mamaku berhenti dari menjual butik online. Kami terlilit hutang. Penagih hutang sudah berkali-kali datang ke rumah kami menagih, tetapi aku mengunci pintu dan mematikan lampu agar mereka mengira kami sekeluarga sedang keluar kota.
Hari terua berganti dan mereka semakin parah. Kuperhatikan, wajah mereka pucat membiru, kulit keriput dan daging sepertinya sudah tidak menempel dikulit alias mereka kurus kering.
"Mama, Papa? Kalian yakin baik-baik saja?" tanyaku. Mama hanya mengangguk tanpa bersuara. Papa bengong terus. Kedua matanya sudah cekung, dan terdapat lingkaran hitam di bawa mata. Berhari-hari mereka tidak pernah tidur.
Pukul 00.00 malam, aku turun tangga, karena kamarku berada di atas. Kulihat mereka masih di sana. Duduk dilantai dengan muka tegang dan menghadap kulkas itu. Ada apa sih di dalam, aku belum pernah membuka kulkas itu. Penasaran! Inilah saatnya, aku akan mengintip isi kulkas itu.
"Jangan sentuh kulkas itu!"bentak Papa. Aku terkejut. Kenapa tidak boleh? Ada apa di dalam kulkas itu!!
Tanpa kuhiraukan lagi, cepat-cepat kubuka kulkas itu. Sial, macet. Terkunci. Aku belum tahu cara pakai kulkas ini. Beberapa tombol di depan tertera tulisan open. kutekan tombol itu.
KLIK!!
Kulkas itu terbuka juga akhirnya. Ini saatnya mengobati rasa penasaranku dengan isinya. Saat kulkas itu terbuka.
Betapa hebohnya diriku. Aku berteriak menjerit-jerit saking kagetnya.
Apa yang ada di dalam kulkas itu?
Dua tubuh manusia terjebak di dalam. Sudah beku. Perempuan itu Mamaku, dan seorang laki-laki, dia adalah Papaku!
Mereka dalam keadaan mengerikan, mata melotot. Leher bengkok, lidah terjulur keluar.
Jadi, yang ada di depan kulkas itu, siapa??