Di Desa bernama Desa babakan di sini sering terjadi kejadian aneh,menghilangnya para anak gadis muda dan cantik tidak tau hilang tanpa jejak,sampai saat ini sudah tiga gadis yang hilang dalam sepekan.
"Hei Tania kamu denger ga,kemarin Tuti anak Mbok Nah yang terkenal cantik itu juga ikut menghilang loh!" cerita Dayu
"Ah masa sih aku baru denger berarti udah 4orang dong yang hilang!" kata Tania
"Iya pertama mba Sri,mba Ayu,mba Dirah,sekarang mba Tuti,yang anehnya kenapa yang hilang semua gadis yang hampir berusia 14 tahun,!" cerita Dayu lagi.
"Iih aku kok jadi takut ya,mana bentar lagi usiaku 14 tahun lagi,jadi takut keluar sendirian!" Tania bergidik ngeri
Tania dan Dayu hendak ke rumah Tiara dan Lesti,karena hari ini ada jadwal latihan nari di rumah bu Ambar,pertama mereka ke rumah,Lesti,Setelahnya baru ke rumah Tiara setelah kumpul baru mereka menuju Rumah bu Ambar
"Akh kayanya aku mau keluar deh dari grup tari!" kata Tiara.
"Loh kenapa Tiara kok tiba-tiba sih?" tanya Tania
"Emangnya kalian ga denger apa soal misteri hilangnya gadis muda di kampung ini!" kata Tiara memjelaskan
"Iya ibuku juga melarangku untuk keluar rumah terlalu sering,kalo ga ad keperluan!" Sambung Lesti,
"Lah terus gimana nasib kelompok tari kita!sedangkan bentar lagi kan kita tampil!" tanya Dayu
Semua diam karena sudah sampai rumah bu Ambar,Dayu menekan bel rumah,tidak lama kemudian Bu Ambar keluar dan menyuruh mereka masuk.semua masuk dan menaruh sepeda masing-masing di garasi rumah
"Wah rumah bu Ambar besar juga yach" puji Dayu
"Akh biasa aja,kamu terlalu memuji,silakan duduk ibu siapin air dulu yach" Kata bu Ambar
Semua duduk di bangku tak lama kemudian bu Ambar kembali membawa air minum,setelah istirahat sebentar karena habis bersepeda lalu mereka mulai lah latihan Nari selama lima belas menit lalu istirahat dan mulai lagi begitu seterusnya sampai sore hari,
Hari sudah mulai gelap anak-anak pun mulai pamit,tapi Lesti dan Tiara ijin ke kamar mandi dulu sebentar,semua menunggu di ruang tamu.
Saat sedang mencari toilet,Lesti dan Tiara melihat sebuah ruangan yang sangat indah,karena penasaran merekapun masuk ruangan itu saat sedang melihat-lihat semua barang yang begitu unik dan aneh Lesti dan Tiara tertuju pada sebuah cermin yang begitu indah akhirnya Tiara pun mengambil dan melihat cermin itu.
Lesti yang merasakan ada hal aneh mengajak Tiara untuk pergi dari ruangan itu,tapi telat Tiara sudah tidak sadarkan diri,
"Tiara,Tiara,bangun apa yang terjadi sama kamu!" panggil Lesti,tapi Tiara tidak juga bangun
"Gimana ini,apa yang harus aku lakukan!aku harus bisa keluar dari sini,ada yang aneh dengan cermin ini!" ujar Lesti,saat Lesti hendak melarikan diri tapi tubuhnya di pukul dari belakang dan Lesti pun tidak sadarkan diri,
Merasa kedua teman lama Dayu dan Tania pun memutuskan untuk mencari,saat mau masuk ruangan yang sama bu Ambar menghentikan
"Kalian pasti cari Lesti sama Tiara yach?" tanya bu Ambar
"Eh bu guru,iya kok mereka lama banget ke toiletnya,!" jawab Dayu
"Iya tadi mereka udah pulang duluan pamit sama ibu katanya lagi buru-buru,ibu di suruh sampaikan ke kalian!" kata bu Ambar berbohong
"Loh kok gitu sih,kan kita dateng kesini sama-sama tapi kenapa pulangnya malah sendiri-sendiri sih!" kata Tania kecewa.
"Ya udahlah yu,Tan kita pulang udah mau sore juga,palingan Lesti sama Tiara udah sampe duluan.!" ajak Dayu.
"Ya udah bu kita pamit pulang" kata Tania Dan Dayu bersamaan.
Bu Ambar hanya tersenyum dan mengantar sampai depan gerbang.
"Hati-Hati di jalan yach,sampai ketemu besok lagi!" bu Ambar melambaikan tangan
"Iya bu Dah!" Tania dan Dayu pun melambai
Sepanjang jalan pulang tidak sedikitpun ada perasaan curiga dalam hati mereka,tentang keberadaan kedua sahabatnya,mereka menggira bahwa Lesti dan Tiara benar-benar sudah sampai rumah.
"Dah Tania sampai ketemu besok lagi yach!" pamit Dayu
"Dah,juga Dayu!" balas Tania.rumah Dayu dan Tania berjauhan.
***
Malam hari saat Tania sedang mengerjakan tugas sekolah,pintu di ketuk Tania pun terkejut
Tokk..tok..tok..
"Iya sebentar" ibu Tania membuka Pintu ada mamanya Tiara bersama orang tua Lesti di depan
"Selamat malam Tania ada nyonya?" tanya mamanya Lesti
"Tania ada di kamarnya sedang belajar,ada apa yach bu,!"tanya ibu Tania kebinggungan.
" Lesti dan Tiara belum pulang,kami pikir Tania juga belum pulang?"tanya ibunya Tiara cemas
Ibu mempersilakan kedua orang tua itu duduk dan segera memanggil Tania,tidak lupa menyediakan minum agar lebih tenang,
"Tania,apa kamu tau keberadaan Lesti dan Tiara?" tanya ibu.
"Ada apa bu!mereka pasti di rumahnya masing-masing!" jawab Tania
"Tapi itu di bawah ada ibunya Lesti,dan Tiara mereka bilang,kalo anak-anaknya belum sampai rumah!" jelas ibu.
Mendengar penjelasan ibu Tania langsung berlari ke ruang tamu,di lihatnya dua orang tua sedang menanggis menghawatirkan putrinya yang belum pulang.
"Tante ada apa?" tanya Tania
"Tania,Lesti,dan juga Tiara belum sampai rumah katakan pada Tante kalo kalian tadi pergi dan pulang bersama kan?" Tanya ibunya Lesti,
"Kami memang pergi ke rumah bu Ambar bersama untuk latihan,tapi saat mau pulang kami,berpisah,kata bu Ambar kalo Lesti dan Tiara pulang duluan!" jawab Tania mulai khawatir
"Tapin kenyataannya putri kami belum sampai rumah,!" sambung ibu Tiara
"Huhu dimana kalian putriku,kenapa belum juga pulang" Isak tanggis sang ibu menghawatirkan anaknya
Tania binggung apa yang harus dia lakukan,akhirnya Tania Memutuskan untuk menghubungi Dayu dan mengajak untuk ke rumah bu Ambar untuk bertanya,Tuut...tuutttt tersambung
"Hallo Dayu,lagi apa?"tanya Tania
" Biasalah lagi ngerjain tugas,ada apa Tan tumben ngebel!"jawab Dayu
"Day,Lesti juga Tiara belum pulang ke rumah,!" jelas Tania
"Yang benar kamu Tan,jangan bercanda!" kata Dayu tidak percaya
"Untuk apa hal sepenting ini aku buat bercanda!" katanya lagi
"Ini orang tua dari Lesti dan Tiara ada di rumahku mereka mencari putrinya,aku berencana pergi ke rumah bu Ambar lagi untuk bertanya!" jelas Tania
"Tunggu,aku ikut kamu jangan kesana sendirian sebenarnya aku,juga sedikit menaruh curiga sama bu Ambar saat dia hentikan kita di kamar,kamu inget kan!" ucap Dayu
"Iya aku inggat!" jawab Tania singkat
"Ya udah pokonya kamu tunggu aku,jangan bertindak sebelum aku datang ya!" pesan Dayu
Setelah mengiyakan uncapan Dayu Tania menutup telponnya,dan Dayu pun bersiap-siap berangkat ke rumah Tania,dia membawa perlengkapan sekolah berencana menginap malam ini,perjalanan dari rumah Dayu ke Tania hanya butuh waktu 20 menit mengunakan sepeda.
Saat sampai di rumah Tania,ternyata Tania udah bersiap untuk berangkat dengan mengunakan kendaraan mobil milik ibunya,ibunya Tania tidak mengijini Tania pergi sendiri
"Kamu lama Dayu,cepat dong keburu malam nih!!" seru Tania
"Iya maaf-maaf,hayo kita berangkat!" kata Dayu.
Tanpa buang waktu merekapun segera berangkat menuju rumah bu Ambar,perasaan hati Tania tidak Tenang dan khawatir jadi satu,sampainya di rumah bu Ambar,Tania segera turun dan menekan bel rumah di ikuti yang lain di belakang
Ting...tong Ting...tong
Dua kali bel di pencet akhirnya bu Ambar pun keluar rumah,terkejut melihat kedatangan Tania Dan yang lainya
"Tania, Dayu,ada apa malam-malam ke rumah ibu?" Tanya bu Ambar tenang
"Maaf bu ganggu tapi kedatanggan kami keseni inggin menanyakan soal keberadaan Tiara dan Lesti,sampai sekarang mereka belum juga pulang!" jawab Tania
"Loh apakah kamu mencurigai ibu yang menculik kedua anak itu,dan tadi sore ibu bilang mereka udah pulang duluan ninggalin kamu,jadi ibu tidak tau dimana mereka sekarang!" jelas bu Ambar masih tenang
"Bukan begitu sih bu,cuma kita sedikit heran aja mungkin Tiara dan lesti ketiduran di suatu ruangan gitu,apakah ibu tidak keberatan kalo kita memeriksa rumah ibu!" saran Dayu
DEG~
jantung bu Ambar kaget mendengar saran mereka apakah penyamaran bu Ambar akan ketahuan,dengan tenang bu Ambar pun menjawab
"Silakan dengan senang hati,sebentar saya ambil kuncinya dulu!" kata bu Ambar masuk ke rumah
lima menit kemudian bu Ambar keluar lagi dan membawa kunci,setelah gerbang di buka semua masuk.
Mereka berpencar mencari dari tempat satu ke tempat yang lain,tapi tidak di temukan juga,karena hari sudah malam mereka berhenti dan memutuskan untuk kembali.
"Bu Ambar maaf yach udah ganggu malam- malam!" kata Tania.
"Tidak apa-apa yang penting kalian udah tau kan bahwa anak-anak tidak ada di sini!" ucap bu Ambar lagi
"Sekali lagi kami minta maaf yach,bu!kami permisi!" pamit mereka pergi
***
Keesoka harinya Tania masih belum mengerti kenapa bisa Lesti dan Tiara hilang tanpa jejak seperti tiga gadis lainnya,Dayu dan Tania berencana untuk memeriksa rumah Bu Ambar sekali lagi karena mereka berdua masih merasa ada yang aneh.
"Permisi Bu Ambar!" panggil Tania dan Dayu
"Loh kalian dateng berdua saja mana yang lain,!" tanya bu Ambar pura-pura
"Hari ini mungkin hanya kita berdua saja yang latihan bu!" ujar Dayu sedih
"Oh apakah,Lesti dan Tiara belum di temukan Tanya bu Ambar lagi.mereka berdua hanya mengeleng saja
" Oh ya sudah silakan masuk!" bu Ambar pun membuka pintu dan masuk
*Malam ini Adalah malam bulan purnama malam yang di tunggu-tunggu,mangsaku masih kurang dua,tapi sekarang sudah lengkap kalian sendiri yang menghantarkan nyawa kalian*batin bu Ambar
Di dalam rumah saat bu Ambar sedang menggambil minum,Dayu dan Tania pun menjalankan niatnya untuk mencari kedua temannya,Tania ketimur,Dayu ke barat mereka berpencar,satu demi satu kamar di masuki tapi tak juga di temukan.
Tania ke ruangan bawah tanah betapa terkejutnya dia saat melihat banyak sepeda yang tersimpan di ruangan itu salah satunya adalah sepeda milik Lesti dan Tiara,Tania pun segera berlari ke dalam untuk memberi tahukan ke Dayu tapi Tania telat Dayu sudah tertangkap oleh bu Ambar,Tania melihat semuanya
"Tania cepat lari selamatkan dirimu,bilang pada warga bahwa bu Ambar adalah penculik dari gadis-gadis desa!" teriak Dayu dalam cengkraman bu Ambar
"Tapi Dayu gimana dengan kamu!,aku ga mungkin ninggalin kamu sendiri dalam bahaya!" kata Tania Ragu
"Sayang kembalilah kalo kamu mau teman-temanmu selamat,ibu tidak akan menyakiti kamu," bujuk bu Ambar jahat
"Cepat pergi Tania selamatkan dirimu jangan pikirkan kami dulu,kalo kamu selamat,kami pun bisa selamat!" ujar Dayu lagi lebih keras
Saat Tania hendak melarikan diri,bu Ambar membuat Dayu pingsan dan menggurungnya bersama yang lain di kamar,lalu bu Ambar mengejar Tania yang kabur
"Percuma kamu bersembunyi tidak akan bisa lolos dari sini,semua ruangan sudahku kunci!" suara bu Ambar
*Gimana ini aku harus selamat,agar aku bisa menyelamatkan teman-teman juga gadis desa yang lain*batin Tania yang sedang besembunyi di ruangan
"Tania sayang keluarlah sudah cukup maen petak umpetnya,kalo kamu mau nurut ibu akan sangat baik sama kamu hayo Tania keluarlah" suara bu Ambar makin mendekat.
Tania panik dan takut tertangkap,saat suara bu Ambar makin mendekat Tania mundur-mundur tidak lihat ada gelas di belakangnya dan...
PRANNGGG...gelas jatuh dan Tania pun ketahuan
"Hahaha...hahaha,sudah ku bilang percuma kamu bersembunyi takdirmu adalah MATI menjadi persembahan Cermi keramat!" ujar bu Ambar
"Cermin Keramat,!maksud ibu!kita semua bakalan di persembahin untuk Cermin keramat buat mempercantik wajah ibu!" tanya Tania.
"Hahaha,butuh tujuh gadis cantik untuk melakukan persembahan nanti malam, baru ada enam gadis,di tambah kamu sudah lengkap jadi tujuh gadis!"uncap bu Ambar bangga
" Tidak aku tidak akan biarkan ibu berhasil melakukan rencana ibu,!"ujar Tania tegas
Tania berusaha lari kesana kemari tapi gagal karena semua pintu telah di kunci akhirnya Tania pun tertangkap,dan ikut di kurung bersama yang lain
"Tania kamu juga ikut tertangkap,?" tanya Dayu
"Maaf teman aku gagal melarikan diri semua pintu di kunci dan aku terjebak!" ucap Tania menyesal
"Habis sudah kita akan menjadi tumbal untuk kecantikanya setiap bulan purnama seratus tahun sekali." ucap Dayu.
"Maksudnya gimana,!apakah wajah cantik bu Ambar bukanlah wajah aslinya?" tanya Tania.
"Bukan sebenarnya dia adalah sosok nenek tua yang buruk rupa,dia butuh gadis cantik dan muda untuk tetap awet muda dan cantik,itu sebabnya dia menangkap kita!" jelas Dayu.
"Lalu gimana cara kita buat ngancurin rencana jahat bu Ambar!" Tania bertanya.
"Kita harus bisa kabur dan mencari Cermin keramat itu,hanya dengan menghancurkan Cermi keramat itu kekuatan jahatnya akan hancur!" Dayu menjelaskan.
Akhirnya Dayu bisa melepaskan ikatan tangannya dan membuka pintu lalu kabur mencari Cermin keramat itu,sebelumnya Tiara memberi tahu letak Cermin itu di simpan di kamar dekat ruang tamu,Dayu pun menuju ruangan itu beruntung bu Ambar sedang menyiapkan buat ritual nanti malam.
Dayu pun menemukan Cermin itu dan membawanya ke kamar yang tadi temannya di sekap Dayu telah menelpon orang tuanya Tania dengan telpon rumah milik bu Ambar mereka tidak bisa keluar karena pintu di kunci,
"Gimana Day,!dapet?" tanya Tania
"Tentu,dan aku juga sudah menelpon orang tuamu Tania menyuruh Dateng Bersama warga,!" ucap Dayu.
Bu Ambar telah kembali dan siap menjalani ritualnya,dia pun membawa gadis-gadis ke tempat ritual,saat di tempat ritual Dayu menjatuh kan Cermin keramatnya,dan bu Ambar berubah menjadi Nenek-nenek tua yang sangat menyeramkan.
"Akh ti-tidak kenapa bisa seperti ini ,Kamu menghancurkan rencana ku,!" ucapnya
Tiga puluh menit kemudian para orang tua pun dateng bersama warga,dan mereka pun membawa pihak berwajib,lalu anak gadis selamat dan kembali ke rumah mereka masing-masing.Bu Ambar/nenek tua pun di tangkap polisi.kampung pun kembali aman para orang tua tidak lagi cemas tentang anak gadis mereka,
**___TAMAT__**
NoTe:hanya karangan penulis tidak benar-benar terjadi.
MoHon like dan suportnya yach..
❤Terimakasih💛