Di sebuah sekolah kecil, murid-murid berasal dari berbagai suku, agama, dan daerah. Meski berbeda, mereka belajar di kelas yang sama dan bermain di halaman yang sama.
Suatu hari, sekolah mengadakan lomba menghias taman. Setiap kelas harus bekerja sama. Awalnya, banyak yang ingin idenya sendiri dipakai. Perdebatan pun terjadi hingga pekerjaan tidak kunjung dimulai.
Melihat itu, ketua kelas berkata, "Kalau kita terus mempertahankan pendapat masing-masing, taman ini tidak akan selesai. Lebih baik kita satukan ide agar hasilnya lebih indah."
Semua siswa akhirnya saling mendengarkan. Ada yang menanam bunga, ada yang mengecat pot, ada yang membuat papan nama taman, dan ada yang membersihkan halaman. Perbedaan kemampuan justru membuat pekerjaan menjadi lebih mudah.
Saat hari penilaian tiba, taman kelas mereka menjadi yang paling rapi dan menarik. Mereka berhasil meraih juara pertama.
Guru mereka tersenyum bangga. "Kalian menang bukan karena siapa yang paling hebat, tetapi karena mampu menjaga persatuan dan bekerja sama."
Sejak saat itu, para siswa memahami bahwa persatuan adalah kekuatan. Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk saling melengkapi demi mencapai tujuan bersama.