Suatu hari, hujan turun di tengah musim kemarau.
Tanah yang telah lama retak menyambut setiap tetes air dengan diam.Tak ada sorak, tak ada pesta.Sebab sebagian tanaman telah lebih dulu mati sebelum hujan sempat datang.
Orang-orang berkata, "Hujan ini terlambat."
Beberapa bulan kemudian, saat kalender menunjukkan musim hujan, matahari justru bersinar tanpa henti.Langit begitu cerah hingga orang lupa bagaimana suara air jatuh dari awan.
Orang-orang kembali berkata, "Kemarau datang pada waktu yang salah."
Seorang lelaki tua yang setiap sore duduk di bawah pohon hanya tersenyum mendengar keluhan itu.
"Hujan tidak pernah terlambat," katanya pelan."Kemarau juga tidak pernah salah waktu.Yang sering keliru adalah harapan manusia yang ingin alam selalu mengikuti keinginannya."
Anak kecil yang duduk di sampingnya bertanya, "Kalau begitu, mengapa ada musim?"
Lelaki tua itu mengambil segenggam tanah.
"Lihat tanah ini.Ketika terlalu lama kering, ia pecah.Ketika terlalu banyak air, ia longsor.Begitulah hidup.Segala sesuatu yang berlebihan akan kehilangan keseimbangannya."
Anak itu masih belum mengerti.
Lelaki tua melanjutkan, "Manusia sering meminta hujan saat sedang kepanasan.Namun ketika hujan turun berhari-hari, mereka meminta matahari.Kita sering menginginkan sesuatu, bukan karena benar-benar membutuhkannya, melainkan karena tidak nyaman dengan keadaan yang sedang kita jalani."
Mereka pun sama-sama memandang langit.
Langit tidak menjawab.
Ia hanya berubah, sebagaimana mestinya.
Saat itulah anak kecil itu mulai memahami bahwa hidup bukan tentang menunggu cuaca yang sempurna.
Tidak ada musim yang selalu menyenangkan.
Tidak ada keadaan yang akan bertahan selamanya.
Hujan mengajarkan bahwa segala yang turun akan berhenti.
Kemarau mengajarkan bahwa segala yang kering akan menemukan harapan.
Maka, ketika hujan datang di musim kemarau dan kemarau datang di musim hujan, mungkin alam sedang mengingatkan manusia bahwa kepastian hanyalah sebuah keinginan, sedangkan perubahan adalah kenyataan.
Kita sering kecewa karena dunia tidak berjalan sesuai rencana.Padahal sejak awal, dunia tidak pernah berjanji untuk memenuhi harapan siapa pun.
Yang dapat dipelajari bukanlah bagaimana mengubah musim, melainkan bagaimana mengubah diri agar mampu menerima setiap musim.
Sebab kebijaksanaan tidak lahir ketika hidup selalu sesuai harapan.
Ia lahir ketika seseorang mampu menemukan makna, bahkan pada hujan yang datang di musim kemarau dan pada kemarau yang datang di musim hujan.
Tamat.