Pada hari Kamis malam Jumat aku menginap dirumah teman ku bernama Aulia, didepan rumah teman ku ada sebuah pohon mangga yang besar dan disamping rumah teman ku ada sebuah rumah yang lama tak ditinggali.
Pada pukul 02.15 aku terbangun karena aku kebelet buang air kecil maka aku membangunkan Aulia.
"Li bangun dong, anterin gw ke kamar mandi, gw kebelet udah ga tahan nih" ucapku dengan mengoyak oyak tubuh Aulia.
"Resek lu, orang lagi tidur dibangunin" ucap Aulia kesal.
"Anterin gw ke kamar mandi, gw takut sendirian" ucapku.
"Huh ya udah yuk" ucap Aulia dengan mengucek matanya.
Lalu aku dan Aulia menuju ke kamar mandi, setelah aku buang air kecil, aku dan Aulia tak melanjutkan tidur, kita berdua bermain hp.
Aulia yang merasa rambutnya berantakan, lalu Aulia menyisir rambutnya didepan cermin sambil bernyanyi lagu lingsir wengi.
"Li udah jangan nyanyi itu, serem tau ntar ada yang Dateng tu makhluk halus" ucap ku Dengan ketakutan.
"Halah ga mungkin" ucap Aulia dengan hendak melanjutkan bernyanyi.
Seketika itu ada sebuah suara yang melanjutkan nyanyian Lingsir wengi tersebut dengan suara yang melengking dan juga merdu.
Suara tersebut seperti berasal dari rumah sebelah yang tak berpenghuni tersebut.
Aku dan Aulia sangat ketakutan sampai sampai kita membangunkan kakak laki laki Aulia yang bisa melihat makhluk halus.
"Kak bangun kak" ucap Aulia sambil membangunkan kakaknya.
"Apaan sih dek" ucap kakak Aulia.
"Kakak dengerin, tuh ada yang nyanyi lagu Lingsir wengi, kayak nya sih suara itu dari rumah sebelah kak" ucap Aulia.
"Iya kakak denger, dari tadi kakak denger tapi kakak diem aja, ini pasti ulah kamu ya kan" ucap kakak Aulia.
"Nggak kak" ucap Aulia.
"Jujur, kamu nyanyi lagu Lingsir wengi di jam jam segini akan mengundang makhluk halus dek" ucap kakaknya dengan wajah marah.
"Maaf kak, kirain itu cuma bohongan, terus gimana nih kak caranya agar dia ga nyanyi terus, kita berdua takut kak" ucap Aulia.
Tiba tiba ada suara seperti kaca pecah dari dapur, seketika itu Aulia aku dan kakaknya Aulia bergegas kedapur.
"Kak kok bisa cermin itu pecah kak, padahal ga ada angin ga ada apa" ucap Aulia.
Kakak nya Aulia hanya terdiam dan sepertinya sedang membaca ayat ayat Alquran.
Sedangkan Aulia dan aku segera membersihkan cermin tersebut.
Lama kelamaan suara nyanyian tersebut semakin kencang hingga menjatuhkan semua barang barang Yang ada didapur.
Ayah dan ibu Aulia terbangun akibat dari suara nyanyian tersebut.
Lalu kita semua berdoa dan membaca ayat ayat alquran sampai akhirnya adzan shubuh terdengar.
Saat adzan subuh terdengar, tiba tiba suara nyanyian tersebut berhenti dan diganti dengan suara jeritan yang sedang meminta tolong sebanyak tiga kali.
"Tolong!!...... Tolong!!.....Tolong!!"
Kita semua hanya terdiam dan saling tatap.
Setelah adzan subuh selesai, tiba tiba suasana menjadi hening dan tak ada suara jeritan itu lagi.
Lalu kita semua bergegas sholat berjamaah disebuah ruangan khusus untuk sholat.
Setelah sholat subuh aku, Aulia dan kakak Aulia berbincang diruang tamu.
"Sebenarnya suara tadi itu berasal dari dapur dek, dia masih ada didapur itu semua gara gara kamu" ucap kakak Aulia.
"Beneran kak, loh kak cara agar dia bisa pergi dari sini gimana kak, kalo dia masih ada di dapur aku takut kak, kalo dia nampakin dirinya gimana?" Ucap Aulia.
"Kakak juga ga tau dek, sudah lah kita banyak banyak berdoa dan rajin rajin membaca Alquran" ucap kakak Aulia.
Setelah kita mengobrol lama, tak terasa sudah pukul 06.30 lalu aku bergegas pulang kerumah.
Pada saat aku hendak naik ke mobil tiba tiba aku melihat seorang nenek nenek di depan rumah kosong tersebut dengan keadaan rambut acak acakan dengan mulut sedikit robek sambil melambaikan tangan ke arah ku.
Seketika itu aku langsung masuk kedalam mobil dan segera pulang kerumah.
~Tamat~