Misi Dewa: Bertahan Hidup Sebagai Anak Buangan
Prolog: Transaksi dengan Dewa
Aku mati.
Bukan mati keren kayak ketabrak truk pas nyelametin anak kucing. Aku mati karena tersedak bakso jam 2 pagi sambil baca novel romansa fantasi chapter 427:
“Duke Utara Akhirnya Melamarku di Bawah Hujan Mawar”.
Ironis. Hidupku sengsara, matiku juga nggak estetik.
Tapi saat jiwaku melayang, ada cahaya menyilaukan dan suara berat kayak pengisi suara trailer film.
“Jiwa fana nomor 7.749.201.993. Kau memenuhi syarat untuk reinkarnasi spesial karena satu alasan: kau mati demi novel romansa fantasi.”
Aku menoleh. Ada pria tinggi pakai jubah bintang-bintang, mukanya nggak jelas tapi aura hot daddy. Di dadanya ada name tag: Dewa Reinkarnasi, Divisi Isekai Romansa.
“Demi novel?” kataku lemas. “Pak, saya hidup susah. Yatim piatu, kerja 3 shift, kos bocor, makan indomie rebus tanpa telur. Novel itu pelarian saya satu-satunya.”
Dewa itu mengangguk. “Karena itulah kau dapat golden ticket. Kau boleh reinkarnasi ke dunia Aethelgard. Dunia yang 100% terinspirasi dari novel romansa fantasi favoritmu. Istana, sihir, duke, ksatria, pesta dansa, teh sore, drama keluarga bangsawan. Lengkap.”
Mataku langsung bersinar. “Serius?! Saya mau! Tapi saya ada syarat.”
“Sebutkan.”
“Satu: saya harus kaya raya. Dua: saya mau ayah ganteng yang sayang anak. Tiga: kakak laki-laki super protektif yang cakepnya kayak tokoh ML. Deal?”
Dewa itu menjentikkan jari. Kontrak emas muncul. “Deal. Tanda tangan dengan darah jiwa.”
Aku tanda tangan tanpa baca. Bodohnya aku.
Cahaya putih menelanku. Suara Dewa menggema terakhir kali: “Selamat datang di Aethelgard, Lady Antheia von Valerius. Semoga bertahan hidup.”
Lalu semua gelap.
Bab 1: Bayi yang Dibuang
Aku bangun dengan sensasi basah, dingin, dan bau anyir.
Aku nggak di ranjang sutra. Aku di dalam keranjang kayu, ditaruh di depan gerbang belakang panti asuhan kumuh. Hujan deras. Aku... bayi. Bayi yang nangis sekencang-kencangnya tapi suaranya cempreng.
Di depanku, ada surat kusut terselip di selimut tipis:
"Buang saja. Pembawa sial. Anak dari wanita terkutuk. Duke Cassius von Valerius”
OTAKKU NGE-LAG.
DEWA BRENGSEK.
Mana ayah ganteng penyayang?! Mana kakak protektif?! Ini aku dibuang bapak kandung sejak lahir dong?!
Pintu panti asuhan terbuka. Biarawati tua kaget melihatku. “Astaga, bayi lagi... dan bermata ungu. Anak Valerius?”
Mulai saat itu, namaku jadi Antheia. Antheia “Anak Sial” tanpa nama keluarga. Panti asuhan Blackthorn. Tempat paling miskin di Kekaisaran Eirene.
Umur 5 tahun, aku baru paham seberapa apesnya diriku.
Satu: Duke Cassius von Valerius itu tokoh paling terkenal di kekaisaran. Duke Utara. Dijuluki Pedang Es Kekaisaran. Dingin, kejam, dan katanya membunuh istrinya sendiri karena dituduh penyihir. Istrinya = ibuku. Aku anak yang “terkutuk” karena lahir dengan mata ungu, warna yang cuma dimiliki keluarga kerajaan lama yang dikudeta.
Dua: Aku punya kakak laki-laki. Lucien von Valerius. 10 tahun lebih tua dariku. Dijuluki Pangeran Es Kecil. Calon Duke berikutnya. Tampan? Banget. Tapi kabar burung bilang dia sama dinginnya dengan ayahnya. Dia benci “ibu penyihir” dan semua yang berhubungan dengannya. Termasuk aku.
Tiga: Aku miskin. Miskin banget. Makan bubur encer sehari sekali. Baju gembel. Dan karena “mata terkutuk”, semua anak panti jauhin aku.
Di hari ulang tahunku ke-5, Dewa sialan itu muncul lagi. Tiba-tiba aja nongol di mimpi, duduk santai di tumpukan novel romansaku.
“Hai, Antheia.”
“DEWA PENIPU!” Aku melempar bantal mimpi ke mukanya. “Mana kaya?! Mana ayah sayang?! Saya dibuang, Pak!”
Dewa mengangkat bahu. “Kamu nggak baca klausul kecil. Kamu AKAN kaya, AKAN punya ayah dan kakak ganteng. Syaratnya: bertahan hidup dan selesaikan misi.”
“Misi apa?!”
Dia menyerahkan gulungan cahaya. Isinya:
[MISI UTAMA DEWA REINKARNASI #7749201993]
(Tujuan: Bertahan hidup di Dunia Romansa Fantasi Aethelgard & Raih Ending Bahagia)
(Syarat Kemenangan: Reputasi, Kekayaan, Keluarga, Cinta)
(Status Antheia: 0/100 di semua aspek. Warning: Death Flag 89%)
{GAGAL = JIWA DILENYAPKAN PERMANEN.}
Aku mau nangis. “FL Asli? Ini dunia novel yang mana?!”
“Novel ‘Cinta Sang Saintess dan Duke Es’. Kamu bukan FL. Kamu... hmm... peran figuran yang mati di chapter 10 karena jadi tumbal sihir hitam FL palsu,” kata Dewa santai. “Tapi karena kamu pembaca setia, kukasih cheat. Semangat ya.”
Dia menghilang. Meninggalkan aku dengan status Death Flag 89%.
[Bab 2: Misi Bertahan Hidup]
Musim dingin ke-5 itu neraka. Panti asuhan kehabisan kayu bakar. Banyak anak mati kedinginan.
Aku hampir mati juga. Sampai skill [Appraisal LV.1] aktif.
[Appraisal: Daun Frostpine — Mencairkan salju, menghangatkan tubuh 2 jam jika direbus. Lokasi: Hutan Belakang, 200m]
Aku pembaca novel. Aku tahu ini. Herbal! Aku merangkak keluar saat badai, nyaris mati, tapi berhasil bawa sekarung daun. Kurebus. Satu panti selamat. Biarawati Kepala mulai melihatku bukan sebagai “anak sial”, tapi “anak ajaib”.
Umur 7 tahun, aku pakai buat cari tanaman obat, jual ke tabib keliling. Pelan-pelan punya uang. Kujahit bajuku sendiri, beli buku bekas.[Appraisal]
Umur 10 tahun, Misi 2 dimulai. Ujian masuk Akademi Kekaisaran Eirene dibuka untuk rakyat jelata berumur 10 tahun. Beasiswa penuh.
Soal ujiannya? Sihir, sejarah, etiket bangsawan. Anak panti mana bisa?
Tapi aku pembaca 500+ novel. Aku hafal di luar kepala silsilah kerajaan, hukum sihir dasar, cara pegang cangkir teh yang benar. Aku lulus peringkat 1. Satu kerajaan heboh: “Anak panti asuhan mata ungu jenius!”
Berita itu sampai ke Utara.
[Bab 3: Pertemuan Pertama dengan Keluarga]
Hari pertama di Akademi, aku dipanggil ke Ruang Kepala Sekolah. Di sana, ada dua pria.
Satu tinggi besar, rambut perak, mata biru sedingin bilah pedang. Aura membunuh setebal 3 meter. Duke Cassius von Valerius. Ayahku.
Satunya lagi remaja 20 tahun, rambut perak, mata biru, rahang tegas, seragam ksatria emas. Tampan sampai aku lupa napas. Lucien von Valerius. Kakakku.
Mereka menatapku seperti melihat sampah.
“Jadi ini anak penyihir itu,” kata Duke Cassius. Suaranya bikin suhu ruangan turun 10 derajat. “Kudengar kau pakai nama Valerius tanpa izin.”
Aku menunduk, lutut gemetar. Death Flag naik jadi 95%. “Saya... saya tidak punya nama lain, Yang Mulia.”
Lucien melangkah. Dia mencengkeram daguku, memaksaku menatap mata birunya. Dingin. Kosong. “Mata ungu. Darah ibuku yang mengkhianati Kekaisaran. Seharusnya kau mati bersamanya.”
Aku mau nangis tapi kutahan. Ingat, Antheia. Ini novel. Ini trope cold ml family. Kalau kamu nangis sekarang, kamu mati beneran.
Jadi kubalas tatapannya. “Kalau Yang Mulia mau bunuh saya, silakan sekarang. Tapi saya sudah jadi murid Akademi. Membunuh murid beasiswa adalah penghinaan bagi Kaisar.”
GERTAKAN. Aku cuma anak 10 tahun gertak Duke paling ditakuti.
Hening 10 detik. Lalu...
Duke Cassius... menyeringai. Pertama kalinya dalam sejarah. “Lancang. Dan cerdas.” Dia melempar lencana emas ke mejaku. Lambang mawar es Valerius. “Pakai itu. Mulai hari ini, kau tinggal di Asrama Valerius di Akademi. Aku ingin lihat seberapa jauh anak ‘terkutuk’ bisa bertahan.”
Misi 3: Progress 1%.
Lucien membanting pintu saat keluar. Tapi sebelum pergi, dia berbisik, “Jangan mati dulu. Aku sendiri yang akan membunuhmu kalau kau bikin malu nama Valerius.”
Progress Misi 4: 0.1%. Setidaknya dia ngajak ngomong.
*Bab 4: Saintess Palsu*
FL Asli novel ini adalah Saintess Seraphina. Rambut emas, mata hijau, suci, baik hati. Dia akan masuk Akademi tahun depan dan jatuh cinta pada Lucien. Lalu mereka bersama-sama “mengungkap” aku sebagai “penyihir hitam” dan mengeksekusiku di chapter 10.
Masalahnya: Seraphina belum muncul, tapi anteknya sudah.
Namanya Lily Rose. Anak Baron. Dia ngefans berat Seraphina dan benci aku karena “berani pakai nama Valerius”. Dia mulai sebar rumor aku pakai sihir hitam buat curang ujian.
Puncaknya, dia jebak aku di Menara Tua Akademi dan kunci dari luar. Lalu dia bakar menara. Klasik.
Aku batuk-batuk di dalam asap. Death Flag 99%. Mampus.
Tiba-tiba, pintu meledak. Lucien berdiri di sana, pedang terhunus, jubahnya berkibar. Dia nyaris nggak napas, kayak lari dari ujung dunia.
“Lucien... ka—”
“Diam.” Dia menggendongku ala _bridal style_ dan melompat dari jendela lantai 3. Kita mendarat mulus. Dia menurunkanku kasar.
“Kenapa?” tanyaku bingung. “Katanya mau bunuh aku sendiri?”
Dia menatapku, rahangnya mengeras. “Kalau mati, mati di tanganku. Bukan di tangan serangga rendahan seperti dia.” Dia melempar saputangan hitam ke mukaku. “Lap mukamu. Jelek.”
Lalu dia pergi. Tapi...
[Misi 4 Update: Lucien von Valerius memanggilmu ‘kau’ bukan ‘sampah’. Progress 10%]
Aku memegang saputangan itu. Baunya kayu pinus dan pedang. Jantungku... deg.
OH TIDAK. Aku pembaca romansa. Aku tahu ini trope tsundere kakak protektif. Aku nggak boleh jatuh cinta sama kakak sendiri! Death Flag!
[Bab 5: Pengakuan Sang Duke]
Dua tahun berlalu. Umurku 12. Aku sekarang rangking 1 paralel, kepala departemen obat Akademi, dan punya tabungan 8.000 gold dari jualan potion. Misi 2 hampir selesai.
Tapi Misi 3 stuck. Duke Cassius nggak pernah menemuiku lagi. Sampai suatu malam, perang di perbatasan Utara pecah. Duke terluka parah oleh racun hitam. Tabib istana menyerah.
Aku kabur dari Akademi, naik kuda 3 hari 3 malam tanpa tidur ke Utara. Kenapa? Karena aku baca novelnya. Aku tahu cuma Air Mata Mawar Es yang bisa nyembuhin. Dan cuma “anak terkutuk dengan darah penyihir” yang bisa buat itu.
Aku dobrak kamar Duke. Lucien mau menebasku.
“Minggir!” Aku menggigit jariku sampai berdarah, tetesin ke mawar es di taman Utara. Mawar itu mencair jadi air perak. Kuminumkan ke Duke.
Semua orang menahan napas. 1 detik. 2 detik.
Duke Cassius membuka mata. Racunnya hilang.
Hening. Lalu dia bangkit, menatapku. Untuk pertama kalinya, mata biru es itu... goyah.
“...Antheia.”
Bukan “anak penyihir”. Namaku.
Dia turun dari ranjang, berlutut... di depanku. Duke Utara berlutut di depan anak buangan 12 tahun.
“Maafkan aku,” suaranya pecah. “Ibumu... bukan penyihir. Dia Saintess sejati. Kaisar sebelumnya takut pada kekuatannya, menjebaknya. Aku... aku terlalu bodoh, termakan dusta. Kupikir membuangmu akan melindungimu dari istana. Aku pengecut.”
Air mataku jatuh. 12 tahun. 12 tahun aku nunggu kata itu.
[Misi 3 COMPLETE. Hadiah: Hak Waris Valerius + Kasih Sayang Ayah + 50.000 Gold]
Lucien di samping meninju tembok sampai berdarah. “Ayah... jadi selama ini...” Dia menatapku, dan untuk pertama kalinya, ada rasa bersalah di mata es itu. “...Adik?”
[Misi 4: 99%. Hampir!]
{}
Tahun berikutnya, Seraphina si Saintess Palsu masuk Akademi. Dia coba fitnah aku. Tapi nggak bisa.
Karena sekarang di belakangku ada Duke Utara yang manggil “putriku” di depan umum. Ada Lucien yang mengancam, “Sentuh adikku, kau mati” ke siapa pun yang bullying aku.
Aku lulus Akademi, buka perusahaan potion terbesar di kekaisaran. Kaya raya? Check. Ayah ganteng sayang anak? Check. Kakak protektif cakep? Check. Double check malah, soalnya Lucien jadi overprotektif sampai semua cowok yang deketin aku pingsan dipelototin.
FL Asli? Seraphina ketahuan pakai sihir hitam beneran dan dipenjara. Plot twist: aku Saintess sejati penerus ibuku.
Di pesta dansaku umur 16, Dewa itu muncul lagi, pakai tuxedo.
“Misi selesai. Ending Bahagia 100%. Kau mau pulang ke dunia asal atau tetap di sini?”
Aku lihat ke arah dansa. Ayahku dansa dengan Duchess baru yang baik hati. Lucien berdiri di pojok, jagain aku sambil ngusir cowok-cowok.
Aku tersenyum. “Pak Dewa, klausul kecilnya ada lagi nggak?”
“Nggak ada. Janji.”
“Ya udah. Aku tetap di sini. Hidupku sekarang lebih bagus dari novel mana pun.”
Dewa menghilang sambil ngomel, “Dasar pembaca romansa...”
Dan aku? Aku hidup bahagia. Selamanya. Tanpa Death Flag.
*TAMAT*
---
{Note dari author}: Semua misi kelar, semua syarat terpenuhi: kaya, ayah ganteng, kakak protektif, FL palsu kalah, ending bahagia.
Aku mendapatkan ide cerpen ini dari komik manhwa korea yang berjudul: Miss Baby Runs a Romance Fantasy with Cash
Judul Alternatif: Lord Baby Runs a Romance Fantasy With Cash, Bayibro Menjalankan Romansa Fantasi dengan Cash Miss Baby Runs a Fantasy Romance With Cash Surviving a Ro-Fan Baby With Coin Surviving a Ro-Fan Baby With Coins Surviving a Rofan With Coins Лорд дитина запускає романтичну фантазію готівкою คุณหนูคนนี้ ผจญโลกโรแมนซ์แฟนตาซีด้วยแคช お嬢様はコインでロマンスファンタジーを駆け抜ける 宝贝用罗盘玩转罗曼史 아기님 캐시로 로판 달린다