Kenalin nama aku Ujang..
Aku lahir di kota Tangerang 14-4-1985
Saya berprofesi sebagai buruh pabrik
Di sala satu pabrik tekstil.
Saya lahir di keluarga yang sederhana
Yang di mana setiap pengeluaran dan pemasukan nya slalu di catat.
Aku sendiri adalah anak pertama dari 4 bersaudara,dan juga aku adalah anak laki laki satu satunya di keluarga.
Aku bersyukur aku sekarang sudah kerja,
Jadi setidaknya aku bisa meringankan beban kedua orang tua ku.
Meskipun kedua orang tua ku selalu berkata,kami tidak terasa terbebani.karena kalian ada anak anak bapak dan ibu ya dara daging kami sendiri.degan wajah tersenyum.
Meskipun Ayah ku hanya seorang supir angkutan umum
Dan ibuku hanya buruh cuci baju.
Tapi aku tetap bangga kepada mereka berdua karena telah membesarkan kami dan menyekolahkan kami.
Dan Alhamdulillah nya lagi rezeki selalu datang di tempat dan waktu yang tak di sangka sangka.
Dan hal yang ku takut kan pun akhirnya terjadi.
Ayah ku yang sebagai penopang keluarga jatuh sakit.
Mendengar kabar bahwa ayah ku sakit dari tangan kanan bos.aku pun segera meminta izin untuk pulang dan melihat keadaan ayah ku.
Dan syukurnya di izinkan tapi ada tapi nya aku di suruh untuk masuk malam, untuk gantikan sif pagi ku yang waktu nya terbuang.
Mendengar jawaban seperti itu aku pun menyetujui nya.
Dan sesampainya di rumah,aku melihat ayah ku terbaring di kasur kamar ayah dan ibu ku tidur.
Melihat kondisi ayah ku yang penuh dengan luka..aku pun segera bertanya kepada ibuku.
Buk.. sebenarnya apa yang terjadi sama ayah..?
Kok bisa ayah sampai luka selatan ini.?
Lalu ibuku menjawab ayah di tabrak orang
Waktu berjalan ke toko yang ada di seberang jalan untuk membeli minum.
Lalu gimana dengan penabrak nya.?
Apa kah dia bertanggung jawab.?
Hemm, engak nak.. dianya langsung kabur
Meninggal kan ayah mu yang pingsan di jalan.
Untung nya ada orang baik di jalan yang mau nolongin ayah mu untuk bawah kerumah sakit.
Dan untungnya ada BPJS juga nak..
Oh,gitu ya buk.
Tapi ngomong-ngomong buk.bapak masih bisa beraktivitas seperti biasa nya kan.
Klau itu belum bisa nak.. karena di bilang dokter nya di bagian tulang kaki ayah mu terjadi pergeseran yang menyebabkan ayah engk bisa jalan untuk sementara waktu.
Apa lagi di saranin ketempat terapi untuk mengembalikan posisi tulang kaki yang tergerser plus di sertai obat.
Apa lagi biaya terapis dan obat-obatan nya pasti mahal,uang dari mana lagi ya nak...
Ibu tenang aja kan masih ada aku biar aku aja yang urus pembayaran obat dan tralis.
Yang bener nak,maaf telah ngebebani kamu nak..
Ngapain minta maaf,kan ini tugas ku sebagai anak.
Trimakasih ya nak,ibu juga akan berusaha untuk cari tambahan uang juga mungkin ibu bisa jadi pembantu dan buru cuci di rumah orang..
Engk usah Bu..
Ibu tenang aja kan masih ada aku.ucap Ujang ke ibu nya.
Iye nak,klau gitu.
Setelah berkata seperti itu ke ibu nya Ujang pun bekerja keras melebihi kerja yang biasa, ketika dia masuk pagi untuk kerja di pabrik dan malam hari nya dia narik.
Begitu terus, hingga Ujang pun jatuh sakit..
Meskipun sakit Ujang tetap berkerja seperti biasa nya,pagi di pabrik dan malam nya narik angkutan umum.
Dan karena udah tidak bisa menahan tubuh nya lagi,Ujang pun pingsan.
Untug ada teman sesama karyawan yang melihat nya.
Melihat ujang pingsan teman sesama karyawan langsung menggotong nya ke uks yang bersampingan dengan pabrik.
Dan juga UKS itu memang di peruntukan bagi karyawan.
Sekitar 15 menitan akhirnya Ujang sadar tapi dengan tubuh yang panas, akhirnya Ujang pun di suruh untuk minum obat dan di suruh istirahat.
Di selang istirahat ada satu kawan akrab Ujang sebut saja namanya Memet.
Memet sendiri sama seperti Ujang hidup dari keluarga sederhana meskipun sederhana kake nya Memet itu juragan tana di desa nya.
Si Memet pun bertanya ke Ujang..
We..Jang kamu kenapa bisa pingsan.
Kamu pasti kelelahan ya dan juga kamu kelihatan seperti banyak pikiran.
Coba cerita sama aku..mana tau aku bisa bantu..
Ini masalah pribadi ku.. maaf ya aku enggak bisa cerita.
Owh,ok klau kamu nanti mau cerita, tenang aku siap menjadi pendengar yang baik.
Ok, maksih ya met. udh jadi teman yang baik.
Sama sama Ujang.
Seakan dunia tidak berpihak kepada Ujang
Cobaan selalu datang silih berganti.
Dari dia yang kena sp1 dari tempat kerja nya.karena sering kurang fokus.
Bukan hanya sering kurang fokus di tempat kerja, waktu narik angkutan pun mulai sepi belum lagi uang SPP kedua adik nya sekolah dan juga biaya berobat ayah nya.
Itu lah yang menjadi faktor Ujang menjadi sedikit frustasi.
Karena sudah tidak bisa memendam nya sendiri akhirnya Ujang pun cerita ke Memet.
Mendengar keluh kesah Ujang seperti itu
Akhirnya Memet mengusulkan Ujang untuk melakukan pesugihan demi bisa menyelesaikan segala masalah mu.
Tapi kan yang seperti itu, pasti makan banyak korban/tumbal manusia bahkan bisa bisa keluarga ku jadi korban.
Tenang aja jang,aku ada kenalan orang pintar yang bisa buat kamu jadi kaya Tanpa tumbal.palingab cuma ayam hitam sebagai gantinya.
Tapi aku takut dosa,karena dari kecil aku sudah di ajari,Jagan meminta sesuatu ke selain Allah karena sesungguhnya itu musyrik.
Itu sih tergantung kamu,kalau mau nanti ku antar.coba pikir pikir lagi.
Bersambung...