Kata orang, anak yang lahir tanpa sosok ibu itu anak pembawa sial dan tidak berguna. Awalnya memang dunia tidak berpihak sama aku, tapi semua berubah ketika mereka datang
Hai namaku, Yiela. Aku adalah anak tunggal keluarga Azraka usia ku juga sudah menginjak 17 tahun. Hidupku bahagia, namun aku kehilangan sosok ibu dari aku kecil, sekarang aku hanya mempunyai ayah yang sangat memanjakan aku
"Daddyy.. kapan Ela punya mommyy lagi.." ucap Yiela
Daddy yiela hanya bisa terdiam dengan pertanyaan yang di lontarkan putrinya
"Dad.." ucap Yiela
"Tunggu ya sayang. Nanti kalau sudah waktunya pasti Daddy bakal cari mommy buat Ela" ucap sang daddy kemudian mengusap lembut rambut Yiela
"Janji ya" ucap Yiela
Sang daddy mengangguk singkat, tiba-tiba ada notif masuk, "bentar ya sayang. Ada yang telfon Daddy" ucap Daddy yiela kemudian mengambil ponsel
"Ya. Saya Yeon jae. Ada apa?" Ucap daddy
"baik, saya akan segera kesana" ucap sang daddy, kemudian mematikan telfon
"Kenapa dad" Ucap Yiela
"Hari ini daddy ada rapat penting dengan client. Kamu kalau mau kemana-mana panggil om Revan jangan pergi sendiri" ucap sang daddy
Yiela mengangguk kecil, "oke. Daddy pergi, jaga dirimu. Nanti pas pulang Daddy beliin cookies kesukaan Ela" ucap sang daddy Kemudian pergi
Yiela terdiam sejenak, "em.. kira-kira siapa client penting itu? Mengapa daddy sampai turun kesana sendiri?" Ucap Yiela
"Udahlah mending main sama Yin" ucap Yiela kemudian mengambil boneka nya
Setelah beberapa jam berlalu, Yiela mulai bosan dengan boneka nya, "aa.. bosen" ucap Yiela
"Om Revan" ucap Yiela
Seorang pria yang cukup dewasa datang, "nona kecil memanggil saya?" Ucap pria itu
"Iya, main ke luar yuk om" ucap Yiela
Bodyguard itu hanya bisa diam, "ayolahh" ucap Yiela
"Baiklah, nona ingin ganti pakaian atau tidak?" Ucap om Revan
Yiela menggelengkan kepalanya, "baiklah, mari saya antar" ucap om Revan
"Yey.." ucap Yiela kemudian berdiri dari tempat duduknya
Mereka berdua berjalan ke arah parkiran, setelah mereka masuk mobil
"Nona ingin kemana?" Ucap om Revan
"Ke.. Timezone di jln. Duren (duda keren) aja om" ucap Yiela
Skip saja, setelah sampai mereka bermain Timezone, tak sadar, waktu terus berjalan, langit mulai gelap
Mereka akhirnya pulang kerumah. "Sayang.. daddy punya kabar baik buat Ela" ucap sang daddy
"Apa itu?" Ucap Yiela semangat
"Yiela, satu Minggu lagi bakal punya mommy dan Abang" ucap sang daddy
Yiela tersenyum senang, "beneran?? Daddy gak bohong kan" ucap Yiela antusias
"Tentu saja tidak. Untuk apa Daddy bohong dengan putri kecil daddy" ucap sang daddy
Yiela tentu sangat senang, dia bahkan bertepuk tangan, "Daddy beneran tepati janji daddy" ucap Yiela
"Tentu saja. Putri ayah gak boleh kecewa" ucap sang daddy
"Besok malam kita ke restoran Bintang utama. Nanti Ela bakal ketemu mereka" ucap sang daddy
Yiela hanya mengangguk singkat, akhirnya mereka tidur di kamar masing-masing, keesokan harinya
"Nona kecil, bangun. Hari ini kan sekolah" ucap om Revan
Yiela bangun, kemudian mandi, setelah Yiela bersiap-siap dia turun ke bawah
"Selamat pagii" ucap Yiela dengan senyum manis
"Pagi nona" ucap om Revan
"Pagi sayang" ucap sang daddy
Mereka makan bersama, "mari saya antar nona" ucap om Revan
"Ayoo, dadd Ela pergi dulu, dadahh" ucap Yiela kemudian pergi dengan di gandeng om Revan
Setelah sampai di Galaxy High School
"Ela masuk dulu, dadah om Evan" ucap Yiela kemudian pergi
* Lihat itu, dasar anak manja *
* Biasa namanya juga anak kesayangan ayah *
* Jangan jujur-jujur, nanti ayahnya marah *
Dll
[Mereka gak suka Ela ya.. Ela ada salah sama mereka kah?] Batinan Yiela mendengar itu
Seseorang merangkul Yiela, "jangan di dengerin, mereka cuman iri gak dapat kasih sayang ayah" ucap Rona (teman Yiela)
"Ayo masuk El" ucap Cella (teman Yiela)
Yiela mengangguk, skip saja setelah pulang sekolah. Skip juga bagian waktu siang dan sore jam sudah menunjukkan pukul 19.30
"Ayo sayang" ucap sang daddy kemudian mengetuk pintu 3×
Yiela keluar kamar, "Daddy, Yiela cantik gak pake ini?" Ucap Yiela
"Cantik, sangat cantik." Ucap sang daddy, [sama seperti almarhumah mommynya]
Mereka berdua pergi, dengan om Revan yang menjadi supirnya
Setelah sampai di restoran mereka berdua masuk sedangkan om Revan? Dia sudah pulang
Yiela memegang baju sang daddy, "daddy.. Yiela gugupp" ucap Yiela
Sang daddy memegang tangan Yiela, "Yiela di belakang aja kalau gitu" ucap sang daddy
"Maaf saya sedikit terlambat" ucap sang daddy
"Tak apa. Mari duduk" ucap wanita cantik itu, Daddy Yiela duduk begitu pula dengan Yiela
"Ini yang namanya Yiela ya?" Ucap wanita itu
Yiela hanya mengangguk singkat, "cantik sekali." Ucap wanita itu (Naila)
"T-terima kasih pujiannya Tante" ucap Yiela
"Panggil mommy saja" ucap Naila (ibu sambung)
"Oh iya ini Abang mu, Narendra dan Devandra" ucap Naila (ibu sambung)
"Hai, gue Narendra. Salken cantik" ucap pria tampan di samping Naila
"Kalau gue Devandra. Salken de" ucap pria di samping Narendra
"Kalau aku Yiela. Salam kenal bang Narendra, bang Devandra" ucap Yiela sambil tersenyum manis
[Cakep banget] batinan Devandra
[Cantik] batinan Narendra
"Ini adek baru kalian. Kalian harus menjaganya" ucap Naila
Kedua pria itu mengangguk singkat, "om, Yiela sekolah dimana?" Ucap Narendra
"Di galaxy high school" ucap sang ayah
"Panggil saja daddy" ucap sang daddy
"Baiklah, Daddy." Ucap Narendra
"Oh iya, nomor Lo berapa?" Ucap Devandra
"654321" ucap Yiela
Kedua pria itu mencatat nomor Yiela
Mereka berbincang-bincang, detik mulai menjadi menit, menit menjadi jam, waktu tidak berhenti, mereka ternyata sudah berbincang-bincang selama 2 jam, makan 30 menit, kesana 30 menit
"Daddyy.. Ela ngantuk.." ucap Yiela menaruh kepalanya di meja
"Ya sudah kami pulang duluan" ucap sang daddy
Mereka akhirnya pulang, setelah sampai di rumah Yiela langsung tidur di ranjangnya
Keesokan harinya, Yiela Melakukan rutinitas sehari-harinya kemudian berjalan ke bawah dan sarapan pagi dan di antar oleh om Revan
Saat Yiela masuk ke kelasnya, • byur • suara air yang tumpah
Semua yang disana tertawa, namun tawa mereka langsung terdiam
"Lancang sekali anda mengganggu adek saya" ucap Narendra dingin, Davendra hanya diam namun tatapannya sangat tajam
"Huaa.. Abang" ucap Yiela kemudian memeluk Narendra
"Pasti dingin banget ya. Ayo ke ruang ganti. Pakai baju Abang dulu" ucap Davendra
Yiela hanya mengangguk kecil, Davendra menggendong Yiela Kemudian berjalan pergi ke ruang ganti
"Kira-kira hukuman apa yang pantas untuk, hewan seperti kalian" ucap Narendra dingin namun terkesan tegas
"Maaf tuan muda. Kami tidak tahu jika dia adek anda" ucap seorang siswa
"Maksudnya kalian akan berpura-pura baik kalau tahu dia adek saya? Begitu hah?" Ucap Narendra dingin
Ganti ke Devandra
Davendra menaruh seragam (atasan) ke depan Yiela
"Kamu ganti, di loker juga ada handuk. Abang tunggu di depan" ucap Devandra kemudian berjalan pergi
Setelah Yiela selesai ganti, dia keluar ruangan, "Abang.. ini kebesaran" ucap Yiela
"Lucunya.." ucap Devandra kemudian memberikan bando
"Untuk adek cantik" ucap Devandra kemudian sedikit menunduk agar tingginya sama dengan Yiela
"Wahh.. maacii, Abang" ucap Yiela
"Tapi kalau orang-orang ketawain Ela karena pakaiannya kebesaran gimana.." ucap Yiela
"Siapapun itu, mereka gak bakal berani tertawa" ucap Devandra
Akhirnya Yiela belajar dengan tenang di sekolah itu, karena ada keluarganya yang selalu membela dia, dia juga menjadi murid yang berprestasi karena bantuan abang-abang nya
• SELESAI •