Di suatu malam yang sunyi, aku berdiri di bawah langit yang luas. Di atas sana, bintang-bintang berkerlip, menari di dalam keheningan malam. Udara begitu dingin, seolah ingin menembus tulang, namun aku tak bergeming. Aku menunggumu, seperti yang telah kulakukan selama ini, dalam hening dan tanpa jeda.
Kau adalah pemilik malam, entah mengapa hatiku begitu terikat pada bayanganmu yang tak pernah datang. Setiap kali kulihat bulan di atas, senyumnya mengingatkanku pada senyumanmu yang samar di benakku. Bulan yang menggantung di langit seperti saksi bisu yang tahu tentang semua perasaanku. Aku membayangkan wajahmu, rambutmu yang tergerai bagaikan kelopak bunga krisan yang memancarkan keanggunan yang lembut namun kuat.
Matamu... ah, matamu. Di bawah kilauan bintang, aku melihat bayangannya, berkilau seakan memantulkan cahaya dari dalam, bak permata purple diamond yang langka. Dan wajahmu, sesosok purnama sempurna, memikat hati yang kosong ini, seperti bunga Wisteria yang anggun di taman yang sepi. Tawamu terdengar seperti melodi yang melayang lembut dalam angin malam, seakan-akan membisikkan kehangatan di tengah dinginnya kesunyian ini.
Namun, betapa malangnya diriku. Aku sadar, kau sangat jauh. Aku tak bisa menggapaimu, dan setiap kali aku mencoba, jarak itu semakin nyata. Rasanya tak lebih dari mimpi, aku hanya bisa menatapmu dari sini, berharap, memanggil namamu dalam hati, meski aku tahu kau tak akan pernah mendengar.
Lucu sekali, bukan? Aku tetap menunggumu, bahkan saat harapan itu perlahan memudar. Menunggumu bagaikan menunggu datangnya hujan di malam yang kering, aku tahu dia tak akan tiba. namun, aku tak sanggup berhenti berharap. Aku terperangkap di dalam kesunyian ini, tenggelam dalam kenangan dan bayanganmu yang sebenarnya tak pernah nyata.
Malam terus bergulir, menggenggam janjinya akan keheningan. Aku tetap di sini, menunggumu, meski kau tak akan datang. Ini mungkin bukan cinta, ini hanyalah ketidakberdayaanku melawan sunyi. Tapi malam-malam ini akan terus berulang, dan aku akan tetap menunggumu "pemilik malam yang tak pernah datang."