Pada tahun 2001, aku lahir dan di beri nama luna karena aku berjenis kelamin perempuan, aku di sayang oleh ayah dan ibu, ayahku seorang pekerja yang baik dan jujur serta penyayang keluarga..
Mamaku seorang yang penuh kasih sayang dan selalu memperhatikan aku.
Dan pada tahun 2004 mama hamil anak perempuan lagi dan
Saat itu aku gembira sekali akan menjadi kakak, pada kehamilan yang ke 6 bulan
Aku selalu mendekatkan telingaku ke perut mama yang membesar. "Mama nanti aku akan jadi kakak kan ?" Sambil tersenyum.
Mama mengelus kepalaku
"Ya nanti kamu akan jadi kakak" sambil tersenyum
"Ngomong ngomong nanti kamu kasih nama apa adikmu ?" Tanyanya
"Hmm gimana kalo sora" kataku sambil tersenyum
"Nama yang indah" sambil tertawa...
Namun beberapa hari kemudian
Mama kecelakaan dan meninggal dunia
Beserta sora. Pada saat itu aku kebingungan harus berekpresi apa dan aku hanya bisa diam,
Mataku terbelalak, air mataku menetes tapi aku hanya diam, aku mendekat ke peti mama
Di depan peti aku hanya diam dan diam.
Beberapa hari kemudian
Aku selalu murung, dan mengunci diri di kamar
Dan ayahku yang dulu sangat sayang terhadapku berubah menjadi pemabuk yang kejam. Aku setiap hari selalu di siksa.
"Dasar menjijikan" ucapnya sambil menamparku
Hingga aku terjatuh dan aku hanya diam
"Kau bahkan enggak menangis saat pemakaman ibumu" "mati saja" ucapnya sambil menendang perutku dengan keras.
Aku mengerang kesakitan "akhhhh sakit ayah" ucapku terbatah batah namun ayah malah makin menendang perutku berkali kali hingga aku mengeluarkan darah dari mulut..
Lalu ayah pergi dengan marah dari rumah
Aku hanya terbaring diam dengan mulut yang berdarah dan rasa sakit di area perut.
Aku merasa ingin menangis namun aku enggak bisa, aku hanya diam dan diam.
Keesokan harinya
Aku membersihkan rumah dan aku menemukan foto ibu ayah dan aku yang terlihat bahagia sebelum kecelakaan terjadi.
Aku hanya melihatnya dalam diam sambil memeluk foto itu dan memajangnya di dinding kamar tidurku.
Siang harinya aku menemukan mainan rumah rumahan di sana aku bermain dengan tersenyum dan ber roleplay memiliki keluarga yang bahagia sambil memegang boneka ayah dan ibu serta adikku
Aku mengatakan "ayah mana makananku"
Ucapku sambil menggerakkan boneka ibu
"Itu di sana" lalu tiba tiba adikku
Mengatakan " aku makan ayah"
"Hahahahah" dan setelah bermain roleplay
Aku diam dan tiba tiba aku meneteskan air mata
Dan "tidak aku tidak boleh menangis, aku akan buatkan makanan kesukaan ayah" ucapku
Sambil membayangkan ayah akan tersenyum dan mengelus kepalaki "yoss ayo lakukan"
"Ah mungkin seru kalo aku mengejutkannya nanti malam aku akan bersembunyi di pojok kamar"
Malam harinya aku duduk pojok kamar dalam diam, aku mendengar ayah pulang, namun aku juga mendengar suara yang aku anggap pacar baru ayah, aku ingin mendekat dan memeluknya namun tiba tiba aku mencium bau gosong
Saat aku keluar kamar ternyata rumah sudah kebakaran
"Ayah ayah" teriakku memanggil
Namun tidak ada jawaban. Hingga aku melihat
Ayah dengan santai berjalan pergi dengan cewek lain sambil membawa jerigen bensin dari dalam rumah. Dan seketika aku sadar yang membakar rumah adalah ayah.
Dan saat itu aku terduduk di lantai yang terbakar, aku kebingungan harus gimana
Tapi perlahan-lahan api membakar baju dan rambutku. "Ibu kita akan bertemu kembali"
Keesokan harinya diberitakan
Terjadi kebakaran di distrik A
Dan jumlah korban 1 orang
Dengan keadaan terbakar hingga wajah tidak bisa di kenali, dan polisi menetapkan kebakaran ini terjadi karena konsleting listrik
Dan kasus di tutup..
Dan di suatu tempat yang indah di penuh dengan kehangatan.
Di perlihatkan seorang ibu yang menggendong bayi dan menggandeng tangan anak lain
Di bawah pohon sakura, dan anak yang di gandeng itu tersenyum bahagia.