Mendung tebal menyelimuti langit sekolah, seolah-olah ikut merasakan kesedihan Hana yang duduk di bangku di belakang sekolah. Jam istirahat yang selalu penuh tawa dan obrolan, kini cuma lamunan yang entah kapan berakhirnya.
"Gagal", kata itu yang terus-menerus muncul di pikiran Hana. Ujian yang seharusnya jadi langkah maju, malah jadi kekalahan lagi. Hana gagal dalam ujian itu, yang membuatnya sedih dan terus memikirkannya.
Tiba-tiba datang seorang anak yang dikenal sebagai sahabat Hana, yaitu Ren. "Hey Hana, kok kamu melamun terus sih? Gak mau ke kantin nih?" kata Ren.
"Maaf Ren, aku gak mau," jawab Hana.
Terdengar helaan nafas dari mulut Ren. "Kau masih memikirkan hasil ujianmu tadi?" ujarnya. Namun, Hana tidak menjawab. Dia hanya diam, tidak mengatakan sepatah kata pun.
"Hey Hana, gagal bukan berarti akhir dari semuanya. Kau tahu kan ada pelangi setelah hujan? Kau pasti punya cara untuk menghadapi semuanya," kata Ren. "Kau harus berusaha untuk menghadapi ujian selanjutnya. Kerja keras, banyak bersabar, tekun dalam belajar, itu semua kuncinya," kata Ren.
Yah, kata-kata itu mampu membuat Hana bangkit dari bangku dan berkata, "Iya, aku akan bertekad untuk lulus dalam ujian selanjutnya."
Hari-hari pun berlalu, ujian pun telah dilaksanakan. Hana tak sabar untuk menunggu hasilnya. Gagal lagi atau berhasil? Itu yang terus ada di pikiran Hana. Dan saat guru membagikan kertas hasil ujiannya, tertulis jelas di kertas hasil ujian Hana ada kata "LULUS". Dan itu mampu membuat Hana senang dan bahagia.