Di pasar tradisional Genteng, Sinta jualan kain batik. Suaminya, Agus, sopir angkot. Selingkuhannya dengan pembeli tetap, Hasan, dimulai dari surat lama yang Hasan temukan di kain antik—surat cinta Sinta ke mantan.
Hasan kirim surat balasan rahasia, picu nostalgia. Mereka ketemu di gudang kain, hubungan lahir dari masa lalu. Agus temukan amplop kosong, curiga. Ia tulis surat palsu sebagai Hasan, ajak Sinta ke tempat terbuka.
Di sana, Agus tunggu dengan bukti: rekaman audio Sinta baca surat. Sinta menangis, "Ini masa lalu, Mas." surat asli ternyata dari ayah Agus, yang selingkuh dulu. Agus maafkan, tapi bakar semua kain. Sinta mulai lagi dari nol, surat terakhir Hasan terbakar jadi abu.