Ratih, istri nelayan di Kenjeran, Surabaya, sering sendirian saat suaminya, Darmo, berlayar. Ia bertemu Wisnu, pemilik villa pantai, saat membersihkan pantai dari sampah. Wisnu tawarkan kerja, lalu pelan-pelan rayuannya mengalir seperti ombak.
saat mereka bertemu di villa: bukan pelukan langsung, tapi Wisnu tunjukkan foto lama Ratih muda dengan mantan. "Kamu pantas bahagia," katanya. Ratih tergoda, mereka hubungan rahasia di pantai malam hari, jejak kaki mereka hilang ditelan pasir.
Darmo pulang lebih awal karena badai, lihat jejak aneh di pantai dekat villa. Ia selidiki, temukan pakaian Ratih tersembunyi. Konflik naik: Darmo pura-pura tak tahu, ajak Wisnu makan malam di rumah. Di meja, Darmo cerita legenda pantai berhantu yang "menelan pengkhianat".
Malam itu, Wisnu hilang di pantai saat badai lagi. Ratih panik, Darmo tenang: "Jejaknya hilang, seperti dosamu." Ternyata Darmo yang sabotase perahu Wisnu. Ratih diam selamanya, pasir pantai simpan rahasia mereka.