Angin pagi bertiup ringan di hari minggu itu,seperti biasa Rukma setelah sholat subuh berjalan kaki bersama suaminya di seputaran rumah sejauh 3km,ya mereka menjalani rutinitas yang sudah hampir 10th mereka lakukan,selesai jalan Rukma bersiap memasak karena anak² kalo libur bangun agak siang jadi aktivitas memasak bisa lebih siang
Sambil memasak sesekali Rukma pegang Hpnya untuk sekedar melihat ada pesan masuk atau tidak,karena dia terbiasa untuk tidak lama² membalas chat,sampai masakan rampung baru ada chat dari ibunya "Rukma,kamu dirumah hari ini?ibu mau kesana"
Pesan ibunya membuat dada Rukma sedikit bergetar,karena sudah lama sekali ibunya tidak main kerumahnya yang jaraknya 50km lebih,yang rutin terjadi adalah Rukma yang kerumah ibunya,karena ya kasian saja sama ibunya kalo harus naik motor sejauh itu diusia yang sudah hampir 60th,ibunya tidak pernah naik kendaraan umum karena suka mabuk kalo naik kendaraan roda 4,dan ibunya adalah tipe orang tua yang jarang sekali menanyakan kabar,atau sekedar basa basi lewat chat atau telepon,hubungan ibu dan anak ini lebih terlihat dingin jika dilihat dari obrolan di WhatsApp,tapi tidak terjadi ap² sebenarnya,hanya karena kebiasaan saja,kalo bertemu ya normal seperti ibu dan anak yang lain,dan kondisi ini tidak hanya berlaku untuk Rukma,tapi juga 2 adiknya,mereka berkomunikasi kalo ada hal penting saja
Hari Rukma gelisah,pesan itu hanya dibaca saja,mau membalas jari² tangannya seperti tidak mau bergerak,pikirannya terbawa oleh perasaan dan naluri yang akhir² ini membayanginya,ibunya semakin hari semakin sensitif,dan ada perilaku² yang membuat Rukma sering tanda tanya,karena setiap Rukma pulang kerumah ibunya,sikap ibunya sering cuek,menemui sebentar lalu asik sendiri dengan gawainya,yang membuat Rukma khawatir adalah ibunya mendowload aplikasi yang dipake untuk berkomunikasi dengan banyak orang,di usia manula Rukma khawatir ibunya terpengaruh hal hal negatif,karena Rukma sangat paham karakter ibunya,mudah percaya dengan omongan orang,dengan basic pendidikan. Yang rendah tentu masuk ke aplikasi² seperti itu membuat Rukma trauma.
Iya trauma karena setahun yang lalu ibunya tertipu puluhan juta,dengan alasan orang itu akan menikahi ibunya,penipu tersebut minta transferan uang,entah dengan alibi apa sehingga ibunya lebih percaya penipu itu daripada Rukma dan adik²nya
Kejadian setahun lalu berawal dari telp Puguh " mbak,ibuk mau minta uang ke aku 5jt,tak tanya buat apa,katanya mau bisnis sama orang,dan bilang nanti gampang lah kalo mengembalikan akan dikasih kelebihan,aku khawatir ibuk ini target penipuan,soalnya akhir² ini ibuk lagi seneng²nya main sosial media"
"Waduh jangan kasih,ibuk gak ngomong kan bisnisnya sama siapa" rukma dengan nada lemas karena feelingnya mengatakan ibunya kena tipu
"Gak mbak,ibuk cuma bilang,wes to gampang nanti keuntungannya bisa buat benerin mobil kamu,aq dah ngomong awas lo buk sekarang banyak penipuan,nek gak kenal banget dan tau bisnisnya gak usah,ibuk malah ngegas 'yo wes lah nek kamu gak mau ngasih tak cari sendiri'"
"Aduh,wes pokok gak usah kasih,ini jelas penipuan"
"Gak tak kasih mbak,cuma cara mengingatkan ibuk ini gimana,kalo kita ngomong baik² ibu merasa kita ini sudah gak mau ngasih uang,masih banyak bicara,kalo kita keras ibuk tersinggung "
"Wes embuh lah,pokok ojo kasih,kita pikirkan cara mengingatkan ibuk,coba tak telp ibuk"
"Oke mbak"
Setelah telp Puguh di tutup,Rukma segera menelpon ibunya
"Halo buk,ibuk katanya tadi minta uang ke Puguh,mau buat apa buk"
"Mau buat bisnis,tapi kalo kalian gak mau kasih ya gpp"jawab ibunya ketus
"Buk sekarang itu banyak penipuan,kita harus hati² apalagi kalo sudah masalah uang,kalo gak bener² kita kenal dan yakin dengan bisnis orangnya lebih baik jangan buk,ibuk kenal darimana orang ini,apa sudah pernah ketemu"
"Sudahlah kalo gak mau kasih gpp"ibunya ketus lagi
"Iya memang kami gak bisa kasih,tapi ibuk jangan sampai utang orang ya untuk transfer ke orang ini"
"Siapa yang mau transfer,sudah sudah ibuk mau mandi"suara ibuknya yang lebih ketus terasa perih di hati Rukma,apalagi sambungan telp langsung ditutup
Dengan pikiran yang gak karuan,Rukma menulis pesan ke Puguh "ibuk gak bisa di ingatkan,aku takutnya ibuk cari pinjaman"
"Ya begitulah ibuk yang selalu keras kepala"jawaban Puguh membuat Rukma ambil nafas panjang
Tapi Rukma berusaha untuk tetap berjuang jangan sampai ibunya ini mentransfer uang,dia ingat adek perempuannya Risma, sedang dirumah ibu,sehari hari Risma tinggal bersama Rukma untuk kuliah dan dibiayai oleh Rukma
Tangannya seketika mengetik pesan "Ris,tolong awasi ibuk,tadi minta uang Puguh 5jt katanya buat bisnis,tapi ditanya bisnis apa,dan orangnya siapa ibuk gak bisa kasih jawaban yang jelas"
"Ibuk masih belum pulang dari pasar mbak"
"Yo wes nanti nek wes pulang dari jualan coba amati,dan kalo ada gerak gerik yang mencurigakan langsung tegur saja"
"Iya mbak"
Rasanya dunia sesak sekali,Rukma takut ibunya tertipu dan uang yg dipake transfer adalah uang pinjaman nanti dia dan adiknya Puguh yang harus menanggung beban,padahal selama ini Rukma sudah membiayai kuliah Risma,mengirim sembako dan bayar listrik rumah ibunya,plus masih ngasih uang sedikit² untuk pegangan ibunya,sedangkan Puguh setiap bulan juga memberi uang yang lumayan,untuk membantu keuangan ibunya,ya walopun ibunya masih bekerja dengan jualan kecil²an dipasarkan,tapi hasilnya kata ibunya gak cukup buat hidup,tapi Rukma dan Puguh tidak keberatan juga membantu karena ibunya juga sudah tua,kalo masih jualan biarlah itu menjadi hiburan saja.,meskipun kadang² mereka berdua kadang bertanya² ibunya selalu mengeluh tidak punya uang,padahal punya penghasilan sendiri ,sembako dan listrik sudah terpenuhi ,masih dapat tambahan uang dari Rukma dan Puguh,tapi ya sudahlah dia tidak mau membiarkan pikirannya kemana mana.