Ku buka pintu dengan perlahan,air mata yang terbendung sedari tadi masuk kembali, teringat..akan ku lampiaskan kemana keluhku ini?.
Selembar kertas jatuh dari sela pintu saat aku membukanya tadi, pemberitahuan kalau tagihan sudah jatuh tempo,duduk termenung di depan kipas sambil mendinginkan pikiran,ku ambil handphon dan ku tuangkan keluhku ini.
Pikiran yang berkecambuk,seolah beban berat di pundak ku pikul sendiri...
Ada adik yang masuk penjara,ada adik yang butuh biaya kuliah,ada adik yang minta uang sekolah,ada orang tua yang meminta pada anaknya,ada anak yang butuh segala2 ya dari aku,dan ada suami yang meminta ketaaatanku.
Sedang aku..?? Aku mau minta apa..??pada siapa aku meminta??
Banyak harapan yang ingin aku gapai,dan ingin melihat semua bahagia,aku punya kekurangan dan juga punya problem sendiri,tp dunia tidak mengizinkanku untuk menyelesaikan smua.
Duduk diam sambil bergumam dan air mata jatuh, pertanda kesedihan yang tercurah lewat air mata,tapi ku lihat diri didalam pantulan cermin, senyum manis di ujung bibir...
Bagaimna bisa ini terjadi??? Mata menangis bibir senyum..???
Sering seperti ini dalam kesendirian,duduk diam di kamar,,berfikir jauh seolah-olah bisa menerka apa yang akan terjadi kedepan..
Bersimpuh di atas sajadah pemberian kawan,dan selalu ku tumpahkan apapun yang ada di pikiran,lewat gumaman kecil saat berdoa.
Ya Rabb. Engkau Maha Kaya dan engkau maha segalanya,apakah aku mampu melewati ini??selalu pertanyaan itu muncul dalam dialog doaku.
Sesaat air mata sudah berhenti,serasa beban itu sedikit berkurang namun saat di hadapi dengan kenyataan,bahwa aku ini andalan....dalam hati APAKAH AKU MAMPU?.
Aku seorang istri yang harus taat,sepatuh patuhnya aku dengan aturan kehidupan tapi ketaatan pada suamiku adalah segalanya.
Ada hal yang sangat sulit untuk aku bicarakan,ingin rasanya aku mengungkapkan tapi mulut selalu terkunci supaya terhindar dari pertikaian.
Aku ingin menghasilkan Rizki yang lebih banyak,ada adik adik aku yang membutuhkan,ada orang tua aku yang membutuhkan dan ada anak anak aku yang menginginkan sesuatu.
Tapi ketaatanku belum membolehkanku untuk melakukan itu,ada tanggung jawab yang lebih besar dari pada membahagiakan keluargaku,yaitu mengurus anak anaku.
Iya...itu adalah tanggung jawabku,but how about my family?.
Kadang merasa aku tidak berguna,aku tidak bisa apa apa,pasrah dengan tanggung jawab.
Okeh..dipipi tangisku sudah kering dan tulisan kesahku sudah banyak, terimakasih jiwa yang masih kuat bertahan sampai detik ini.