"Tik Tik Tik"suara alunan hujan yang membasahi permukaan, gemuruh lagit di malam yang semakin mengeras dan saling bersautan.. udara dingin kian menyapu indra perasa.namun semuanya tak lagi berarti untuk "ku"
Namaku Anala, Anala Anggita ,umurku 18 tahun ,orang bilang hidup itu pilihan. ibarat warna hitam dan putih.hitam yang berarti kesedihan dan putih yang berarti kebahagiaan,aku yakin semua orang akan memilih putih yang berarti kebahagiaan.Tapi? apakah semua bahagia berisi kesenangan? atau justru ada hal lain di dalam nya?.
Malam ini hujan deras mengguyur kota,suara petir menggelegar saling saut menyaut.duduk termenung di balik jendela kamar adalah hal paling menyenangkan, menatap air hujan yang saling beradu jatuh ke permukaan.
"huftt.." helaan nafasku terdengar begitu berat,di sela-sela keheningan
suara nyaring terdengar dekat "ANALA!!" refleks aku menoleh dan menatap pintu yang sudah terbuka.
memperlihatkan ayah yang berdiri menatap ku." iya kenapa ayah..?" tanyaku " kamu ngapain disitu?" bingung. "Nggak papa kok yah" balasku dengan terseyum.
"Ayo keluar,makan malam, bunda sama adik kamu udah nunggu!" tegas,dan setelahnya pergi meninggalkan area kamar ku" Huft
.." helaan nafas mulai terdengar lagi dari bibirku.
diruang makan hanya terdengar suara dentingan alat makan yang saling beradu..tidak ada pembicaraan selama makan malam berlangsung .
'tak' "makasih bun" bunda meletakkan buah potong di atas mejaku.
"nala","kenapa yah?"mataku tertuju kepadanya," ayah kemarin udah ketemu om dirga.. dia bilang kalau dia mau bantu.." balasnya menatap ku,
" terus?" jujur saja aku tidak tertarik dengan topik kali ini." ayah mau kamu benar benar serius kali ini. ini semua demi masa depan kamu!" tegasnya " ya.." balasku cuek.
---------------------------------------
ruangan bercat dusty blue yang menjadi tempat ternyaman, tempat melepas penat,dan tempat merenungkan semua angan-angan.aku duduk termenung di bangku belajar dengan buku yang berserakan terpampang jelas di depan dan sama sekali tak ku pandang sesekalipun." hah..ini semua benar-benar mengganggu pikiran ku!
semua hal yang harusnya tidak aku pikirkan tanpa permisi terlintas begitu saja dalam ingatan.
" di mana bocah itu.." mataku menelisik ke sembarang arah hingga ' ceklek ' knop pintu terbuka,berbarengan dengan masuknya anak kecil yang sedang menenteng sebuah peper bag.
" kak" dengan langkah kencilnya dia menghampiriku " mana?" setelahnya dia menyerahkan peper bag bawaannya." makasih ya la!" dengan refleks aku mengelus kepalanya sebagai bentuk terimakasih ku.
Namala atau mala dia adik perempuan ku, umurnya sekitar 10 tahun sekarang ia menduduki kelas 4 Sekolah Dasar
" emang mau buat apa? kenapa kakak nggak beli sendiri?" tanyanya beruntun
" buat apa ya..? " Rautku pura pura kebingungan
" kakak ihhh.." raut kesal terbit dari wajah mala. "hahahaha ih.." kemudian mencubit pipi mala saking gemasnya.
"Aww kakak!!! sakit!! nggak usah cubit cubit!!" menepis tangan ku "lucu ihh!!" cubit ku sekali lagi." KAKAKK!! tau ah.." kesalnya dan pergi dari kamarku.melihat itu tawa puas tercipta di wajah ku.
peper bag dengan warna biru navy yang begitu menarik perhatianku.dengan excited lantas membukanya.
" Woww!! benar benar bagus!! aku sangat suka ini"kini tangan lentik ku mulai bekerja, mataku fokus pada benda itu, imajinasi ku yang mulai menari nari menciptakan sebuah keajaiban.
" woww!! aku tidak percaya bisa membuat sketsa se indah dan se detail ini!!" tak bisa di pungkiri bahwa ini semua benar-benar menakjubkan.
itu benar, sketsa.. aku menyukai semua hal yang berbau seni.terlebih beberpa menit lalu mala memberiku beberapa perlengkapan sketsa,mulai dari sketchbook,peper stump,dan lain lain.tentu saja dia memberiku karena aku yang memintanya membeli terlebih itu memakai uang ku sendiri.
"hah..ini benar benar menenangkan.." ada ketenangan dan rasa relaks yang mengalir dalam tubuhku." benar adanya bahwa menekuni hobi adalah sesuatu yang menyenangkan sekaligus menenangkan pikiran kita.
ketenangan adalah kunci kebahagiaan, ketenangan itu sederhana tapi tak semua orang punya rasa tenang itu!
---------------------------------------
KE ESOKAN HARINYA.. 'puk' seseorang menepuk pundak ku dari samping, reflek aku menoleh kearahnya" eh-lea"
Zalea Brita, sahabatku satu satunya, gadis cantik, random, periang sayang.. mulutnya suka asal ceplos.
" kenapa? daritadi kayanya ngalamun terus? bu isna jelasin materi aja kamu kayaknya nggak nyaut " tanya lea
aku lantas menggeleng tanda bahwa tidak terjadi apa-apa dan aku baik baik saja
" masa??..kalau ada apa-apa tu cerita ,jangan di Pendam sendiri nggak baik" tegurnya" nggak papa lea sayang.." " bohong! OH ATAU.." menjeda kalimatnya
" kenapa??" tanyaku penasaran " Pasti soal itu kan??" tebaknya
mendengar pernyataan lea barusan aku hanya terdiam dan tersenyum simpul.
" benar kan??" " udah deh nal nggak usah bohong ,aku kenal kamu bukan 1 atau 2 tahun! kita kenal udah lebih dari 11 tahun!!"
ya itu benar aku dan lea berteman dan bersahabat baik sejak kami menginjak kelas 1 Sekolah Dasar,hingga sekarang kami kelas 12 SMA, 12 tahun bukan lah waktu yang singkat sehingga lea
mengetahui semua tentang ku.
" iya kan nal?" tanyanya lagi." iya le" angguku dengan senyum simpul
" kenapa lagi emangnya?" menatap ku lekat," gak tau le, capek aja "lesu
" semua hal yang di dasari keterpaksaan hanya akan membuat kita tersiksa" sambungku
" gak semuanya nal, mereka begitu buat masa depan lo,gue tau lo terpaksa dan itu sangat menyakitkan,tapi ketika lo mencobanya semua akan terasa lebih baik" Argumen sekaligus pendapatnya
" thanks le" senyum simpul terbit dari bibirku,ada rasa tenang yang hadir dalam hatiku, Lea bukan hanya sekedar sahabat saja bagiku tapi dia sepertinya saudara bagiku.
----------------------------------------
setelah beberapa kegiatan yang terjadi di sekolah membuat tubuhku benar-benar lemas dan lesu, setelah turun dari angkutan umum aku melangkahkan kaki ke halaman rumah, langkah gontai di sertai rasa capek menjalar saling berirama.
"bun.." belum sempat aku melanjutkan perkataan ku, tubuhku membeku secara tiba tiba, bak terjatuh kedalam lautan es. mataku memanas,embun- embun mulai keluar tanpa di minta,nafasku tercekat bibir ku mulai bergetar, suara keras yang saling saut menyaut.pemamdangan yang seharusnya tak kulihat kini hampir 1 pekan menjadi tontonan yang sangat ingin ku hindari.
" KAMU TAU APA SOAL KEBUTUHAN RUMAH HA!! KEBUTUHAN SEKOLAH! KEBUTUHAN AKU! KEBUTUHAN ANAK ANAK!!" luapan emosi yang tak terbendung
" KAMU JUGA ENGGAK TAU KAN USAHA AKU SELAMA INI!! AKU PERGI PAGI PULANG LARUT MALAM, SEDANGKAN KAMU DI RUMAH NGURUS INI SEMUA AJA KAMU NGELUH SOAL INI ITU APALAGI SOAL UANG!!" balasnya " KAMU PIKIR AKU NGGAK CAPEK? KAMU PIKIR AKU GAK MIKIRIN SEMUA ITU? KAMU SALAH!! AKU SELALU MIKIR SELALU USAHA BIAR SEMUANYA TERPENUHI, KEBUTUHAN RUMAH, KEBUTUHAN KAMU, ANAK ANAK ,APALAGI KEBUTUHAN SEKOLAH MEREKA!!" sambungnya
Deg' rasa sesak menyeruak masuk ke hatiku.. air mata yang sejak tadi terbendung kini perlahan lolos,langkah kaki gemetar yang kupaksa berjalan pelan menghindari pertengkaran yang sedang terjadi
'BRAK' pintu kamar yang sudah tertutup rapat. badanku luruh ke bawah seirama dengan luruhnya semua air mata dan kesedihan ku.
" tuhan..kenapa?.." isak tangis yang benar benar menyesakkan " bolehkah aku tenang sebentar saja?.." "tolong..." suara yang mulai menyerak dan parau. " kapan semuanya berakhir.."
lantai yang tak tahu menahu kini menjadi samsak dadakan bagiku.tangan yang mulanya putih bersih kini mulai memerah akibat pukulan demi pukulan yang ku lakukan, sedangkan suasana dan keadaan di luar?..
" KAMU GAK TAU APA APA!! KAMU CUMA TAU KERJA ,DAN KERJA" bentak bunda " KAMU CUMA BISA NYALAHIN AKU KETIKA UANG BULANAN DARI KAMU UDAH HABIS TANPA KAMU MIKIR ITU BUAT APA!!" sambung bunda"
KAMU SELALU NYALAHIN AKU ,AKU BOROS LAH AKU SUKA FOYA FOYA LAH ,TAPI KAMU NGGAK PERNAH LIAT UANG ITU BUAT APA AJA , UANG YANG KAMU KASIH NGGAK PERNAH AKU PAKAI BUAT KESENANGAN AKU SENDIRI!! GAK PERNAH!! SEMUANYA BUAT ANAK-ANAK BUAT KEBUTUHAN RUMAH!! KAMU PIKIR MAKAN KITA SEHARI HARI PAKAI APA KALAU NGGAK PAKAI UANG ITU HAH!! PAKAI DAUN?!! " teriakan demi teriakan saling beradu,tak ada yang mau mengalah dan selalu merasa benar,
tanpa mereka sadari bahwa ulah mereka menimbulkan rasa takut dan trauma bagi anak mereka.
" aaaakh.." semakin keras pukulan yang melayang ke lantai , tangan yang mulanya memerah kini mulai timbul luka dan mengeluarkan darah. suara berisik yang tak kunjung hilang ,kepala yang saling beradu dengan sendirinya,tangan yang mulai terluka,air mata yang mengalir deras semuanya beradu jadi satu. dan yang di butuhkan hanya 1 yaitu 'Ketenangan'
----------------------------------------
waktu terus berjalan semestinya, matahari silih berganti dengan bulan, sunrise berganti sunset namun? terkadang permasalahan tak kunjung berganti.
Minggu demi Minggu telah berlalu,namun suasana tak kunjung membaik, rasa tersakiti,rasa ingin di mengerti,dan rasa paling benar yang masih terus berkembang.
hangatnya keluarga kini menjadi dinginnya permusuhan, gelak tawa nyaring hanya tersisa kesunyian. entahlah semua hilang dalam sekejap mata.
hujan deras mengguyur kota sejak kemarin malam, udara dingin dan gelapnya gumpalan awan yang membuatnya bertahan lama, rasa malas yang menyeruak dalam diri tak bisa tertahankan lagi,selimut tebal yang masih membungkus tubuh,serta rasa kantuk yang masih tersisa
ku pandang langit - langit kamar,entah apa yang ku pikirkan kali ini, mata yang belum sepenuhnya segar kini mulai redup kembali dan hampir saja tertutup
"NALA!!" teriakan yang menggema di seluruh ruangan, memaksa mata untuk terbuka
" IYA BUN!" dengan rasa malas dan terpaksa,aku beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu kamar yang mulanya tertutup rapat
" kenapa bun? " menghampiri bunda yang tengah menatapku dengan pandangan tak bisa di artikan sedikitpun
" kenapa kenapa! kamu itu anak perempuan nala!! jangan malas malasan, mentang mentang libur sekolah kamu mendekam di kamar terus!!!" marahnya
" iya bun..maaf " jawabku dengan menundukkan kepala
" yaudah, sana sapu ruang tamu sampai dapur, terus setrika pakaian yang udah kering" perintahnya
"iya bunn.." dengan rasa malas dan terpaksa aku melangkahkan kaki untuk melakukan pekerjaan tadi
sejujurnya aku sudah terbiasa ketika hari libur ,aku selalu melakukan pekerjaan rumah, dari menyapu, mencuci pakaian dll , tapi entah mengapa hari ini terasa sangat malas, entah karena sedang hujan dan hawa nya memang malas ,atau..karena malas dengan suasana rumah...
----------------------------------------
Hari weekend telah berakhir,kini aku telah bersiap dengan seragam lengkap dan juga sepatu sekolahku, melangkahkan kaki berjalan keluar kamar dengan tas yang melekat di punggungku.
" bun aku berangkat dulu ya" mencium punggung tangan bunda
" hati- hati ya.." lantas aku mengangguk tanda patuh dan mengerti
" mala udah berangkat Bun?" mataku berkeliaran menatap setiap sudut ruangan untuk mencari gadis kecil itu
" udah..katanya ada kunjungan dari sekolah lain jadi di suruh berangkat lebih awal"
" udah sana berangkat,nanti terlambat!" pintanya kepada ku dan ku jawab dengan anggukan singkat
cuaca hari ini sangat cerah matahari bersinar cukup menyengat, kaki ku terus melangkah tanpa lelah, tentu saja tanpa lelah ,karena berjalan kaki pulang pergi ke sekolah sudah menjadi hal biasa untukku. bukan karena tidak ada transportasi, bukan juga karena hemat biaya, tapi memang kebetulan jarak rumah dan sekolah hanya berkisar 1 km an saja ya hitung-hitung sekalian berolahraga
setibanya di kelas,sebuah tangan menyodorkan 1 bungkus roti kepadaku
" nih buat kamu " aku lantas menerima nya
" thanks lea,tau aja aku gak sarapan" aku tersenyum simpul hingga menampilkan deretan gigiku yang kedua di balas kekehan darinya
" aku udah hafal sama kamu nal.. kamu kan biasa kalau lagi ada masalah ya lambung kamu jadi pelampiasan nya.." ucapnya di sertai memutar bola matanya dengan malas
" emang ya kamu itu sahabat terbaik aku, yang paling ngerti aku, yang paling perhatian sama aku.. love sekebon buat kamu deh lele!" pujiku
" ck!bisa gak panggil aku sewajarnya aja? nama aku L.E.A bukan LELE!!" gerutunya
" bagusan lele tau! lea itu terlalu luar banget buat kamu yang tinggal di sini!"
" kurang ajar banget si kamu!!" raut kesalnya yang terlihat justru membuat gelak tawaku pecah seketika
tak lama tawaku seketika terhenti, tentu saja! wajah lea yang semula kesal dan menggemaskan kini terlihat bahagia, senyum manis tercetak di bibirnya
" hah.. akhirnya aku bisa liat kamu ketawa lagi nal.." ucapan spontan lea justru membuat ku bingung
" mangsut nya..?" ucapku memiringkan kepala sebagai bentuk bingung ku
" adalah pokonya!.." di sertai tawa singkat darinya
" hmmm mulai deh!" apa apan coba, setelah di buat penasaran dengan se enaknya di bilang " adalah pokoknya" benar benar menjengkelkan!
" PAGI ANAK-ANAK" ucapan tiba tiba membuat seluruh kelas kaget dan berhamburan ke bangku masing masing terutama lea, yang semula duduk di meja ku.
" PAGI BU!! " jawab seisi kelas secara serentak.
" di sini saya hanya akan menyampaikan informasi, mohon di dengarkan secara seksama! " aura tegasnya langsung terpancar seisi kelas,semua siswa siswi diam mendengarkan
" seperti yang di sampaikan pada jauh jauh hari, bahwa masa kalian akan segera selesai dan hanya menghitung beberapa bulan lagi! jadi sebagai syarat lulus kalian ,akan diadakan ujian Nasional yang akan di selenggarakan minggu depan!!" ucapan guru tersebut lantas membuat kaget untuk kedua kalinya, terutama aku yang belum mempersiapkan apa apa untuk ujian kali ini
" jadi ibu harap waktu 1 Minggu ini kalian gunakan sebaik mungkin! kurangi main kalian,kurangi game kalian, pacaran,dan hal hal yang lain yang tidak bermanfaat! gunakan waktu kalian untuk belajar,karena ujian kali ini menyangkut masa depan kalian! PAHAM!!" nasehatnya
" PAHAM BU!!" jawabannya serentak
---------------------------------------
Waktu istirahat telah tiba, jika orang lain tengah berkumpul di kantin , aku dan lea memilih pergi ke taman sekolah
" Hah.." mendengar wejangan dari guru tadi, membuat seisi kepalaku memenuhi otak, rasa pusing yang benar benar menyeruak tak tertahankan
" kenapa dadakan banget sih.. jadinya kan kita keteteran kalau harus belajar H-7 " lea mengelus sambil memegangi kepalanya yang juga terasa berat
" gak tau lah le.. pusingg aku!! masalah rumah belum selesai, masalah itu juga masih bingung, lah ini tambah mikir in ujian" gerutuku
" gini banget si hidup!!" sambung ku di sertai helaan nafas berat dariku dan juga lea
----------------------------------------
1 bulan berlalu begitu cepat, ujian Nasional juga sudah berakhir namun sisa rasa capek masih sangat terasa.. tentu saja ,bayangkan saja dalam waktu 1 Minggu harus mengerjakan tugas banyak dan mempersiapkan bekal bekal materi untuk ujian, ketika ujian berlangsung pun semakin memperburuk keadaan dengan belajar hampir setiap jam, mulai dari jam 3 pagi, hingga larut malam yaitu sekitar jam 11 sampai jam 12 malam dini hari, bukankah itu gila!??
aku akui itu bukan hanya gila ,tapi sangat gila, belajar dengan sistem kebut semalan, kurang tidur ,jarang makan, dan jarang istirahat, belajar dari sebelumnya fajar terbit,sampai dini hari yang hanya terjeda mandi, terkadang makan, waktu mengerjakan ujian,dan tidur yang hanya sekitar 3 jam di setiap hari
jadi tidak kaget sih,kalau setelah ujian selesai badan drop hingga 3 hari istirahat di rumah.
hari ini adalah pengumuman hasil ujian Minggu lalu, ini juga menjadi penentu jika ingin melanjutkan ke jenjang kuliah
kali ini semua siswa siswi berkumpul di aula , seorang wakil kepala sekolah yang berdiri di atas mimbar lengkap dengan mikrofon di depannya, dan juga?? sebuah lembaran kertas di tangan nya.
" Baik. pada kesempatan kali ini saya selaku wakil kepala sekolah di sma ini izin menyampaikan informasi, pertama tama saya ucapkan selamat kepada para siswa siswi kelas 12 yang terlah berhasil melewati ujian Nasional kali ini, dan juga saya ucapkan selamat untuk siswa-siswi berprestasi yang berhasil mendapatkan nilai ujian tertinggi dan menjamin berkesempatan lolos di beberapa universitas yang ada" sorakan terdengar begitu ramai memenuhi seluruh aula
" baik.. langsung saja saya bacakan siswa siswi yang mendapatkan nilai tertinggi tersebut, yang hanya di ambil 3 besar saja dari 168 siswa siswi kelas 12 yang ada"
degupan dada berdetak tak karuan, rasa gelisah mulai terasa, doa doa tak hanti ku panjatkan, tangan yang senantiasa di genggam oleh lea pun kini terasa dingin karena takut
" tenang nal.. apapun hasilnya, intinya kamu udah berusaha!" ucap lea mencoba menenangkan aku,
" okee.. di urutan ketiga siswa siswi dengan nilai terbaik di raih oleh ananda..RAINA CAMELIA dari kelas 12B dengan nilai rata rata 90,07"
" di posisi kedua di raih oleh ananda..GELANDRA SKY dari kelas 12A dengan nilai rata-rata 92,78"
"dan di urutan pertama siswa siswi dengan nilai terbaik dan sangat memuaskan di raih oleh.."
' deg deg deg' degupan jantung yang kian tak beraturan, doa yang tak henti terucap dan tubuh yang kian gemetar
" ANANDA NAZELA ZALFA.. dari 12A dengan rata rata 95,60" pungkasnya
' deg , detak jantung seolah berhenti sejenak, tubuh lemas tak bertenaga dan pandangan mata kosong kedepan
sorakan tepuk tangan kian menggelegar, menyambut raut kebahagiaan yang ada ,tak jarang terlihat raut kecewa dan kesedihan yang ada dan ikut bertepuk tangan tanda apresiasi .
---------------------------------------
" bagaimana?" ucapan spontan yang membuat langkah kaki ku terhenti
semuanya berkumpul di ruang keluarga, ayah,bunda dan juga adikku, mereka tau hari ini hari keputusan nilai ujian ini,
oh ya.. bunda dan ayah sudah berbaikan sejak 1 Minggu lalu karena aku yang memintanya ketika aku sakit
"duduk dulu kak" pinta mala kepadaku,dengan langkah lemas aku duduk di sebelah adikku
" bagaimana sayang?" suara lembut bunda terdengar begitu hangat, ada rasa sesak yang hadir dalam benakku ketika mendengarnya
" maaf.." suaraku terdengar parau, tangan ku gemeteran menyerahkan lembaran kertas itu kepada ayah
" apa mangsut nya nala!?" kemudian menerima kertas dariku dan membacanya
" maaf...nala gagal " aku menunduk dengan derai air mata yang mulai mengalir
' BRAKKKKK!!
semua ter gejolak kaget , degupan dadaku mulai tak beraturan kembali
" Apa- Apaan ini nala!!?" tanya ayah marah. " Kenapa bisa kamu masuk peringkat 9 dengan nilai rata rata kamu hanya 84,25 Nala!!!" lanjutnya
aku diam terus menundukkan kepala
" Kamu tau!!? Ayah berusaha membujuk om dirga agar kamu bisa masuk universitas hukum dengan mudah !! syarat nya hanya kamu belajar dengan giat agar nilai kamu bagus minimal di atas 90 Nala!!!" mata memerah marah
" tapi apa??! kamu malah dapat segini!!!, kamu sebenarnya belajar nggak hah!!" bentak nya
" sia sia ayah biayain sekolah kamu dari kecil sampai sekarang,kalau ujung ujungnya kamu malah ngecewain ayah!!"
'deg bak tersayat pisau,hatiku terasa sangat sakit dan perih
' BRAKKKKK
" KAMU APA APAN SI.. JANGAN MENTANG MENTANG NALA TIDAK BISA MENDAPATKAN NILAI SEPERTI YANG KAMU MINTA,KAMU SE ENAKNYA NGOMONG!!!" sahut bunda dengan marah
" bun.. " bibir ku bergetar menahan rasa sesak di dada
"APA BENAR KAN!! DIA NGGAK BISA DI HARAPIN !! DIA CUMA DI SURUH BELAJAR AJA NGGAK BISA , GIMANA KALAU DIA BEKERJA? APA GAK CUMA JADI PENGANGGURAN!!"
' PLAKKKK tamparan keras mendarat di pipi ayah,
" JAGA BICARAMU!! MAU BAGAIMANA PUN DIA PUTRIMU, KAMU TIDAK BERHAK BILANG SEOLAH OLAH DIA TIDAK PERNAH MEMBUAT KAMU BAHAGIA,DAN SEOALAH OLAH DIA TIDAK BERGUNA!!" amarah bunda benar benar meledak
" DIA MEMANG TIDAK BERGUNA-"terpotong
" CUKUP!!!!" teriakku memenuhi ruangan
" AKU YANG SALAH ,AKU EMANG GAK BERGUNA,STOP BERANTEM DI DEPAN KU DAN JUGA MALA!!" teriakku
" ya kamu memang tidak berguna!!"
" ya ayah benar, nala emang gak berguna!! Nala anak yang gak gagal, gak bisa Menuhin keinginan ayah dan bunda! Nala emang patut di salahkan" mataku berkaca-kaca menatap ayah
" tapi ayah harus tau satu hal!! aku!! selalu berusaha memberikan yang terbaik buat semuanya,aku belajar mati matian menjadi apa yang ayah bunda inginkan!!"
"TAPI APA KAMU TETAP GAGAL KAN? USAHA APA? MANA USAHA MU?!!" potong ayah
" usaha..?? " aku terkekeh miris mendengar kata itu
" sekarang aku tanya sama ayah!! AYAH PERNAH GAK LIAT USAHA AKU? AYAH PERNAH GAK TANYA GIMANA KEADAAN AKU? CAPEK ENGGAK? ADA MASALAH ENGGA? NGGAK KAN!!!" tekanku
" YANG AYAH TAU CUMA HASIL NYA AJA!! AYAH GAK PEDULI GIMANA KEADAAN AKU, AKU SAKIT ATAU GAK AKU CAPEK ATAU GAK ,YANG AYAH TAU CUMA BELAJAR, BELAJAR DAN BELAJAR, SEMUA HARUS SESUAI KEINGINAN AYAH!!!!!" bentakku
" KAMU-"
" APA??! LANCANG? DURHAKA? IYA NALA EMANG ANAK DURHAKA, KURANG AJAR ,GAK BERGUNA!! " urat-urat leher ku mulai terlihat, mataku semakin memanas ,tangan ku terkepal kuat
" ayah tau!! nala capek! nala selalu turuti semua kemauan ayah dan bunda!! dari masuk sma ini, mengikuti hampir semua olimpiade! ,semua aku turuti BAHKAN? ayah minta aku masuk universitas itu dengan jurusan hukum pun aku usahakan kan? padahal ayah tau! cita cita aku sebagai arsitek! Tapi apa?? AKU TERPAKSA MENGIKUTI KEMAUAN AYAH DAN MENGUBUR CITA CITA KU ! YANG AKU IMPIKAN SEJAK KECIL AYAH!!!
' DEG, rasa bersalah mulai terasa dalam benaknya
" AYAH GAK PERNAH NGERTI IN AKU!! AYAH GAK PERNAH TAU GIMANA KEADAAN AKU, SEMUANYA!! SEMUANYA AYAH GAK TAU!!!"
" AKHHHHHHHHH " barang barang yang tersusun rapi kini berhamburan dan berserakan dimana-mana
" kak... " panggil lirih mala
" SEMUANYA HANCURR , IMPIANKU HANCUR KARENA AYAH!!!!" setelahnya aku berlari dan mengunci pintu kamar, meninggalkan ayah yang berdiri mematung,dan bunda serta mala yang berusaha mengejar ku
aku memukul mukul dadaku, rasa sakit yang menjalar begitu menyesakkan , ribuan perkataan dan memori kelam terus berputar mengambil alih tubuhku
" AKHHHHHHHHHH!!!!!"
' PRANGGG' serpihan kaca menyebar dimana mana, tangan mulai berlumuran darah , tatapan mataku kian kosong menatap darah yang mengalir deras
sedangkan diluar? teriakkan demi teriak berusaha mempengaruhi, rasa khawatir kian menyapu disertai rasa penyesalan yang tak menentu
" kakak buka pintunya!!!" menggedor gedor pintu kamar
" NALA , BUKA SAYANG!! KITA BICARA BAIK BAIK YA!! ,SAYANG BUKA!!!!" teriak an bunda di sertai isak tangis yang menyayat, terdengar hingga dalam kamar tapi? semua bagai angin lalu yang tak terdengar
" maaf.." lirihku
" tuhan? bolehkan aku bahagia?," tatapan mata sayu
'BRUK,tubuhku ambruk, serpihan kaca mulai menusuk beberapa bagian kulit ku ,darah semakin mengalir deras
pandangan ku semakin tak terarah,tak terlihat jelas , bibirku mulai kaku dan tubuhku lemas enggan di gerakkan
" tolong, beri aku kebahagiaan di kehidupan ku yang sementara ini.." lirih dan perlahan lahan mata ku mulai tertutup
~SELESAI~~
" Terkadang apa yang kita usahakan belum tentu menjadi seperti yang kita harapkan, tapi? jangan jadikan itu semua ajang untuk menyerah.'
"teruslah berusaha sampai mimpi itu menjadi kenyataan karna usaha tanpa kegagalan adalah kemustahilan, semua pernah patah pada masanya ,dan semua akan berjaya pada waktu yang di tentukan" ~ Naefaa
terimakasih telah membaca
jangan lupa tinggalkan like dan komentar🥰