Di sebuah taman yang dihiasi dengan lampu-lampu natal, Lintang dan Rio berdansa dengan mesra. Lintang adalah seorang penari balet yang sangat berbakat, sementara Rio adalah seorang komposer yang selalu menciptakan musik untuk tarian Lintang.
Lintang sangat mencintai dunia balet. Ia selalu memberikan yang terbaik dalam setiap penampilannya. Rio selalu mendukung Lintang, meskipun ia sendiri merasa minder karena tidak memiliki bakat sehebat Lintang. Baginya, melihat Lintang bersinar di atas panggung sudah merupakan kebahagiaan yang tak ternilai.
Suatu malam, setelah pertunjukan balet usai, seorang koreografer terkenal menghampiri Lintang. Ia menawarkan Lintang untuk bergabung dengan sebuah kelompok balet internasional. Lintang sangat senang, tetapi juga merasa khawatir karena ia akan meninggalkan Rio dan negaranya.
Rio melihat kebingungan di mata Lintang. Ia tahu, Lintang takut jika Rio akan merasa cemburu dan tidak mendukung keputusannya. "Jangan pikirkan aku, Lintang. Ikutilah kata hatimu. Aku akan selalu mendukungmu, apapun yang terjadi," kata Rio sambil tersenyum. Lintang memeluk Rio erat. Ia tahu, Rio adalah pria yang sangat mencintainya dan selalu memberikan yang terbaik untuknya.