pagi itu cuaca di kota Yogyakarta terasa sangat cerah,tapi saat itu aku dan teman temanku malah tengah berlari terburu buru di lorong salah satu hotel di Yogyakarta
"ah sial kami terlambat bangun karena perayaan semalam" pikirku sambil berlari menuju lift,ya kami memang terlambat karena semalam begadang untuk merayakan hari trakhir di kota ini dan tanpa terasa saat itu jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi
"untung masih sempat"ucap salah satu teman sekamarku saat turun dan melihat masih ada beberapa murid sekolah yang berkeliaran disekitar
aku hanya mengangguk dan berbaur bersama temanku yang lain untuk segera menikmati sarapan sebelum waktu habis
saat ini sekolahku memang sedang mengadakan study tour di Yogyakarta,setelah kemarin kami berkunjung ke candi Prambanan,dan naik zeep di gunung merapi hari ini kami sedang di perjalanan menuju ke museum dirgantara sebelum kembali pulang ke rumah masing masing
saat sampai aku bersama dua temanku,nula dan semi.
Langsung keluar berfoto ria bersama sama,dan saat sedang melihat foto foto yang ku ambil semi yang berada di sebelahku mulai bergetar dan melompat lompat tidak jelas dengan wajar yang memerah dan senyum yang merekah
aku bertanya "Mengapa kamu seperti cacing tak bisa diam semi?"tanyaku dengan bercanda
"Aku sangat senang,orang yang kusukai juga ikut study tour ini jadi aku bisa melihat dia sepuasnya"ucapnya masih dengan senyum yang merekah
"Ah benar benar,orang yang kusukai juga ikut study tour ini dan melihatnya saja membuatku sangat senang"ucap temanku yang satunya,Nula
"Eh kenapa kamu ikut ikut juga Nulaaa"ucapku sembari menggoyangkan tangannya
"Karena kita memang bestiii"ucap mereka bersamaan,yang hanya aku beri anggukan kepala dengan malas dan kembali melihat layar handphone
ah aku memang tidak mempunyai seseorang yang aku sukai hingga ternyata hidupku ini terasa sepi
saat netraku melihat mereka kembali ternyata mereka sedang melihat dan memotret crushnya masing masing dengan senyum sumringah,melihat itu aku juga jadi ingin punya orang yang aku sukai
Dan saat itu netraku pun mulai memperhatikan orang orang di sekitar,aku ingin mencari orang untuk bisa aku sukai dan tanpa sengaja aku melihatnya.
Melihat salah satu ciptaan tuhan yang terlihat sangat menarik,disaat yang lain berpakaian sesuai trend masa kini dia hanya berpakaian simpel,celana panjang biasa dan kaus hitam yang malah terlihat menawan saat ia pakai,aku terkesima melihatnya dengan begitu intens hingga akhirnya orang yang aku perhatikan bergerak pergi bersama temannya.
Saat di dalam museum aku dan temen temanku bergantian untuk saling memotret dan disitu aku melihatnya kembali
"Ahh kalian lihatlah dia yang begitu tampan itu"ucapku bisik bisik sambil menunjuknya dalam diam yang ramai
"Kamu menyukainya?"tanya nula
"Yaa sepertinya aku akan menyukainya"ucapku dengan senyuman
"Ah baiklah sepertinya sekarang kau pun akhirnya mempunyai seseorang yang kau sukai"ucap semi yang hanya aku beri anggukan
Ya indahnya saat itu,saat saat pertama aku tanpa sengaja menyukainya di kota yang istimewa, Yogyakarta.
Setelah seminggu pulang aku sedikit melupakan orang yang kusukai tanpa sengaja itu, tapi sebelum itu aku telah menanyakannya pada temanku yang lain ternyata dia bernama kevan farerik seorang siswa kelas 9j.
Cuaca pagi ini terasa dingin,namun aku cukup menyukainya karena ini hanya dingin pagi yang nikmat,ah sejenak aku teringat jika hari ini aku harus ke sekolah untuk melakukan upacara jujur rasanya malas sekali beranjak dari ranjang tapi seketika aku teringat jika hari ini aku bisa bertemu dengannya lagi,aku jadi bersemangat, kita kesampingkan kemalasan ini aku jadi sangat bersemangat dan akan kesekolah lebih awal.
upacara hari ini sudah selesai dan aku sudah menemukannya diantara banyaknya manusia disini,dia sangat indah dan aku sadar ternyata aku masih mengaguminya walaupun hal itu terjadi tanpa disengaja.
Hingga suatu hari,aku yang kebetulan punya teman yang satu kelas dengannya pun meminta kontaknya
"Ternyata menyukai seseorang bisa membuatku senang ya walau hanya dengan melihatnya"ucapku pada diri sendiri dengan terkekeh kecil
aku pun mengirim pesan padanya agar dia menyimpan nomerku,tapi ternyata pesanku sangat lama di balas hingga aku yang menunggu pesan itu tertidur,dan saat bangun ternyata dia hanya membalas "iya"?!! tapi aku bener bener gemas sekali hingga tanpa di rencanakan aku malah langsung mengungkap perasaan saat itu juga,dengan pesan
"izinkan aku untuk menyukaimu ya"
pesanku padanya yang sampai keesokan harinya tidak ia baca atau pun ia balas sampai saat di sekolah aku dengan sengaja menyinggung pesan itu saat dia lewat tapi dia bener bener hanya berjalan tanpa menoleh ataupun tersenyum saat itu, hingga saat pulang aku melihat kembali pesan itu ternyata dia sudah membacanya hanya saja dia memblokir kontak ku...
Tapi aku tidak menyerah,saat di sekolah aku selalu menunggunya lewat di lorong padahal kelasku berlawanan arah dengannya,ketika dia lewat aku selalu mengikuti kemanapun dia pergi, menunggu dia pulang di gerbang lebih awal karena aku tau dia selalu pulang lebih dulu dari temannya yang lain,dan selalu seperti itu setiap hari
Hingga saat aku pulang aku bertanya tentang kevan pada temanku yang sekelas dengan dianya itu,dan ternyata dia membalas
"LO NGAPAIN SI MALAH NGIKUTIN TERUS,DIA ITU RISIH TAU GA,LAGIAN NGAPAIN IKUT IKUT TERUS GINIKAN" pesan teman sekelasnya itu padaku...
Sejenak aku merasa sangat takut tapi juga aku baru sadar jika caraku sangat salah dan malah merugikan dia yang tak ada urusannya dengan perasaanku,saat itu dengan perasaan campur aduk aku akhirnya membalas pesan itu,meminta maaf telah merugikan banyak pihak.
Dan saat di sekolah pun aku baru sadar jika aku selalu jadi bahan ejekan teman temannya,terbukti saat aku lewat mereka selalu saling mengejek dengan melihat kearahku
"Sakit sekali ya ternyata,tapi itu pun karena aku yang salah"batinku dengan perasaan yang tak berhasil aku pahami
oh ya di kelas ini kebetulan aku memang dekat dengan beberapa teman sekelas laki laki dan salah satu dari mereka adalah teman satu SD kevan,dan dia tau aku suka dengan kevan.
saat malam harinya saat aku sedang bermain handphone teman sekelas ku yang itu mengirimi ku pesan,namanya Riyan dan pesannya berisi
"Nes aku mau ngomong sesuatu sama kamu"
"Tapi aku takut kamu sakit hati"
"Aku yang dengernya aja sakit nes"
"Apalagi kalo kamu" pesan Riyan
"Apa yan?"
"Bilang aja yan insyaAllah apapun itu aku bakal terima"pesanku
"Nes,tadi aku main dengan kevan dan tanpa sengaja aku bicara padanya tentang perasaanmu..."
"Dan ternyata dia tau nes,dia tau kamu menyukainya"
"Tapi saat aku menjodohkan kalian"
"Duh gaenak nes lanjutinnya"pesan Riyan yang langsung membuat perasaanku tidak enak
"Gapapa yan,lanjut aja aku siap"pesanku
"Dia bilang najis nes..."
"Terus dia bilang kalo ternyata dia tak suka cara bicara kamu, lingkungan pertemanan kamu..."pesan Riyan yang langsung membuat emosiku membuncah tapi aku berusaha menahannya,menahan amarah dan rasa sedihku itu
"Begitu ya, terimakasih sudah menceritakannya sama aku ya"akhirnya aku hanya mengirim pesan seperti itu,pesan tanpa emosi tapi cukup membuatku paham sebuah perbedaan ini
"Sama sama nes,kamu gapapa kan?"pesan Riyan yang hanya ku balas emoticon jempol,bohong rasanya jika aku baik baik saja tapi saat itu hal ini membuatku sangat sadar pada kenyataan,kenyataan bahwa memang kita berbeda...
saat paginya aku berangkat sekolah,aku berniat melupakan dia,dan menghapus semua hal tentangnya,tapi menghapus seseorang yang sudah seperti rutinitas sangat tidak mudah aku sangat ingin melupakannya tapi hatiku selalu menolak dan ingatanku selalu teringat
Aku terus mencoba dan mencoba walau sering kali masih ada beberapa hal yang membuatku selalu ingin melihatnya meskipun dari kejauhan dan dia tampak semakin bahagia
Setiap hari aku selalu memainkan game mobile legend,menuntaskan beberapa tugas, berolahraga dengan sering dan main hingga lupa waktu berharap dengan itu aku bisa menghapusnya dari hidupku secara perlahan
Ah ya saat ini Riyan berusaha untuk mendekatiku,katanya dia menyukaiku dari lama tapi dari awal aku hanya menganggapnya seorang sahabat tak lebih apalagi harusnya dia tau jika aku masih belum bisa menghapus kevan dari hatiku namun dia mengabaikan itu dan hanya mengatakan jika dia siap meski hanya jadi teman sekalipun yang hanya aku beri izin jika seperti itu,Riyan itu sangat baik,baik sekali dia laki laki pengertian,pintar dan sangat bisa membuatku merasa tenang tetapi aku tau yang dekat dengannya bukan hanya aku sekalipun dia bilang aku adalah orang yang dia suka,ah dia mengirim sebuah pesan terusan
Diteruskan
"Yaudah langgeng ya sama Nessa"pesan itu
"Ini gimana woi"pesan Riyan yang sepertinya tengah bingung
"Itu dari siapa?"pesan balasku
"dari Gisel"pesan Riyan
"Ah kenapa kamu tidak dengan dia saja?"pesanku padanya
"Dia baik yan"lanjut pesanku
"Tapi bukan berarti dia selalu baik kan diluar sana,kalo kamu kan aku selalu melihatnya di dalam kelas"pesan Riyan
"tapi kamu tau kan menunggu itu lama,apalagi orang yang kamu tunggu tidak tau seberapa lamanya waktu yang akan dia habiskan"pesanku menasehatinya agar berhenti menungguku, sungguh aku tak ingin malah menyakitinya
"Kamu baik yan,baik sekali jangan gunakan waktumu hanya untuk menunggu seseorang seperti aku yan"
"Jika kamu ingin kamu bisa selalu datang dan bercerita padaku kapanpun itu,tapi maaf aku tak bisa menjadi seperti apa yang kamu mau"lanjut pesanku mengingatkan dia agar tak lagi menungguku yang jelas jelas butuh waktu yang sangat lama untuk berhasil,dan dia hanya membalas
"Iyaaa aku tau itu, terimakasih ya aku harap kamu juga bisa bercerita padaku"balasnya yang hanya aku beri stiker tanda oke.
dia benar benar laki laki yang sangat baik tapi jika aku bersamanya aku hanya akan menyakitinya kedepannya dengan perasaan yang lebih besar pada kevan ,karena itu aku rasa aku tak butuh seorang pasangan di sampingku karena aku hanya akan menyakitinya nanti.
"ah semoga dia paham"pikirku
Singkat cerita beberapa waktu pun sudah berlalu dan ini adalah libur semester,dan aku sudah mulai menerima semua hal yang terjadi dan mengikhlaskannya,karena dia juga aku banyak banyak belajar sekali dalam menyukainya itu,sungguh aku tak menyesal telah menyukainya meskipun dia membenciku tapi aku juga paham jika aku sudah sangat merugikannya.
Dan karena belajar dari banyak hal itu juga aku menjadi seperti sekarang, seseorang yang berada pada titik ikhlas,aku masih menyukainya atau mungkin kini aku hanya menganguminya dari kejauhan,dan aku tak masalah meski hanya melihatnya dari kejauhan karena bahkan keindahannya pun tetap terlihat.aku banyak sekali belajar dari kisah ini jika ternyata benar titik tertinggi dari menyukai adalah mengikhlaskan,dan dengan melihatnya bahagia meski dengan siapapun itu aku sudah senang.
karena aku juga tak mau merugikannya lagi karena perasaanku,aku hanya akan mengaguminya dari kejauhan yang ntah sampai kapan, walaupun itu aku tau perasaan yang aku punya ini hanya akan menjadi luka yang tak dapat sembuh meski oleh waktu.
Dan ternyata bener juga ya happy ending tak selalu harus bersama,tapi juga tentang kita yang akhirnya bisa menerima jalan yang akhirnya harus kita tempuh.
aku hanya ingin berterimakasih telah hadir memberikan aku semua hal yang bisa aku jadikan pelajaran, terimakasih banyak kevan farerik.
Aku harap di lain hari kita bisa berteman seperti yang lain,dan sekarang kamu tak perlu berlari karena aku tak akan mengejar lagi.
Selesai
Pesanku: sukai seseorang sewajarnya saja,karena manusia memiliki perasaan yang berbeda beda🤍