Di atas puncak gunung yang diselimuti awan, Maya dan Gilang berdiri berpegangan tangan. Maya adalah seorang pendaki gunung yang sangat berpengalaman, sementara Gilang adalah seorang fotografer yang selalu mengabadikan keindahan alam.
Maya sangat mencintai alam. Ia selalu merasa tenang dan damai ketika berada di gunung. Gilang selalu mendukung Maya, meskipun ia sendiri takut ketinggian. Baginya, melihat Maya bahagia sudah cukup.
Suatu hari, Maya mendapatkan tawaran untuk memimpin ekspedisi pendakian gunung tertinggi di dunia. Ini adalah impian Maya sejak kecil. Namun, Maya merasa bimbang karena ia akan meninggalkan Gilang dalam waktu yang sangat lama.
Gilang tersenyum, memeluk Maya erat. "Pergilah, Maya. Raihlah impianmu. Aku akan selalu menunggumu di sini," katanya dengan tulus. Maya terharu mendengar ucapan Gilang. Ia tahu, Gilang adalah pria yang sangat luar biasa.