Domba Berselimut Bulu Serigala
Seekor domba kecil terpisah dari induk dan kawanannya. Pagi tadi dia ikut rombongan domba mencari makan di padang rumput. Lalu tertidur di bawah pohon yang rindang karena terlalu kenyang sampai mengantuk.
Saat dia terbangun oleh suara burung hantu, dia sadar hari telah gelap. Induknya sudah tak ada di sampingnya. Pun rombongan domba yang selalu pergi-pulang bersama-sama. Dia tertinggal.
Domba kecil bangkit, terisak memanggil-manggil induknya. Mungkin mereka belum jauh. Ia berjalan menyusuri jalan setapak. Tapi kemana pun mata memandang, hanya padang rumput gelap di bawah sinar temaram bulan. Tak ada bayangan seekor domba atau hewan lain.
Tanpa sepengetahuan domba kecil, seekor serigala betina tua mendengar isaknya dari jauh. Dia menajamkan pendengaran dan penciumannya. "Domba... sendirian... huhuhu... aku akan makan malam."
Serigala tanpa kawanan itu berlari mencari domba kecil. Begitu dekat dan melihat si domba yang masih terisak di bawah pohon, serigala mengendap-endap. Perlahan dia semakin mendekati si domba kecil.
Kuku-kuku cakarnya sudah keluar siap menghujam leher domba kecil. Namun, mendengar rintihan domba calon mangsanya, dia terhenti.
"Ibu... mengapa kau tinggalkan aku? Aku janji tidak akan nakal lagi. Kembalilah, Ibu. Aku kedinginan di sini," tangisnya.
Serigala merasakan iba dalam hatinya. Mengingat tentang anaknya. Ah, tapi dia belum punya anak. Dia adalah serigala omega. Hanya pernah merawat bayi serigala alfa.
Tapi perasaannya telah melembut. Dengan hati-hati dia mencabuti beberapa rambut di tubuhnya. Dijalinnya menjadi lembaran selimut. Lalu diselimutinya domba kecil yang telah tertidur karena lelah menangis.
"Selamat tidur, Nak. Esok indukmu pasti datang mencarimu." Dan serigala tua itu meninggalkan calon mangsanya dalam kehangatan selimut bulunya.
___***___