Hai namaku Vinka,
Hari ini aku akan berkunjung ke salah satu rumah temanku yang cukup dekat dari rumahku tapi ketika orang ingin kerumahnya orang itu harus melewati hutan yang tidak terlalu luas hanya saja terdapat banyak pohon dengan daun yang sangat banyak sehingga sedikit gelap karena ketutupan dengan pohon.Aku pun melewati jalan itu dengan tenang banyak dedaunan yang gugur sehingga berjatuhan ke tanah dan sepertinya tidak pernah dibersihkan karena tidak mungkin membersihkan jalanan hutan itu butuh beberapa hari ini membersihkannya hanya 1 orang saja.saat aku melewati jalan itu aku menginjak dedaunan sehingga ada bunyi daduann yang terinjak,Aku berhenti untuk mengikat tapi sepatuku tiba tiba ada Langkah kaki seperti menginjak daun sontak aku melihat kearah belakang namun nihil tidak ada siapa siapa disana aku pun tidak mau ambil pusing aku melanjutkan jalanku hingga aku melihat salah satu rumah disana aku pun langsung jalan kesana.Aku mengetuk pintu rumah temanku.
"kamu sudah datang ayo masuk"kata temanku panggil saja dia Riri
akupun mengiyakan.Disana aku sedikit merasa pusing dan mual tapi aku menahannya.
kami pun masuk kedalam dirumahnya ada Kakek,nenek,ayah,dan ibunya,Riri anak tunggul dia tidak memiliki kakak atau pun adik.
"Nek ini temanku"kata Riri
"iy nenek mau ambil air dulu ya"kata nenek Riri
kami pun mengobrol sedikit tidak lama nenek Riri datang dengan membaca air putih
"Riri tolong ambilkan sisir nenek dikamar ya"kata Nenek Riri
"iy nek"Riri segera mancari sisir di kamar nenek
"Nak minum dulu airnya kamu pasti pusing dan mual"aku bingung bagaimana bisa nenek Riri tahu kalau aku sedang mual dan pusing
"iy nek terima kasih"aku meminum minuman itu
Pusing dan mual ku sedikit berkurang
"nak lain kali kamu jangan lewat hutan itu lagi sangat bahaya"kata nenek Riri
"bahaya kenapa nek?"tanya aku
"Disana ada kerajaan jin takutnya kamu tidak bisa keluar dari hutan itu atau bisa saja kamu jadi tumbal mereka kamu saja sekarang sudah diikuti Dangan salah satu dari mereka mangkanya kamu pusing dan mual"aku mendengarkan perkataan nenek Riri sedikit terkejut tapi tidak lama Riri datang
"Nek sisir nenek tidak ada dikamar"kata Riri
"oh iy nenek lupa sisir nya ada dimeja"kata nenek
kami pun melanjutkan mengobrol dan mengerjakan pr.saat sore hari aku diantar kakek Riri pulang ke rumah tanpa melewati hutan itu lagi ternyata ada jalan alternatif tanpa melewati hutan itu tapi sedikit jauh namun lebih aman.