aku kehilangan seseorang yang membesarkan ku dan dia yang kucintai.
guruku bilang hujan adalah anugerah dari Tuhan untuk hambanya yang mau bersyukur atas apa yang di berikan oleh nya namun itu adalah hal terindah juga bagiku ketika dia datang dengan tubuh yang iya biarkan basah namun tangannya yang ramping lentik dan mungil memegangi payung untuk ku dialah penyemangatku namun aku tak tahu wajahnya siapakah dia.
_________________________
2 November 2020.
"adalah hari dimana aku kehilangan semangat hidupku....
"kehilangan orang yang membesarkan ku....
"di duakan oleh kekasihku....
aku melangkah meninggalkan gundukan tanah yang masih basah itu meninggalkan kepedihan dan rasa sakit yang mengembara ketika teringat akan dua hal itu.
satu langkah menuju gerbang aku melihat dia yang masih bergandengan tangan dengan kekasih barunya yang tidak lain adalah sepupuku mendekati ku dan berkata kasar padaku lalu memutuskan hubungan dengan ku.
aku berlari dan berlari tanpa sadar aku menuju sebuah danau.
duduk di pinggiran danau itu aku pun berteriak sekeras-kerasnya.
kudengarkan kepalaku ke atas saat air mata ku menetes setetes air hujan mengenai wajahku lama kelamaan semakin deras sebuah payung hitam semakin lama berubaha menjadi transparan setelah orang itu menekan tombol yang ada di gagang payung itu.
namun sayangnya belur di bagian wajah orang yang mayungiku dari air yang membasahi tubuhku.
sementara orang itu sudah basah kuyup sebuah kertas terselip di bagian payung itu aku pun mengambilnya saat aku membukanya ku lirik orang itu tangannya yang ramping lentik dan kecil seperti tangan seseorang yang ku kenal namun siapakah orang itu tiba-tiba pikiran ku buntu.
dia memberikan payungnya padaku begitu sajah namun menggunakan cara yang halus aku pun menerima nya dia buru-buru pergi memakai ketunya.
lalu kelanjutannya membaca surat itu.
"sebuah tangisan tidak akan menyelesaikan segala nya namun ketika sedih menangis lah....
"hujan itu berbeda jangan kau samakan dia turun adalah berkah sedang kan kau terpuruk bukan inti masalah yang sebenarnya....
"kau dan hujan berbeda namun dia lebih pengertian kerena mau menutupi tangisan dari seorang laki-laki yang satu ini....
"hujan... hujan dan hujan kenapa orang selalu menangis di bawah guyuran nya....
"hai laki-laki bukan seharusnya kau bersediah karena dia memang bukan takdir mu atas orang yang kau sayangi itu adalah hal yang wajar setiap orang pasti akan mengalaminya....
"maka bangun lah cita-cita takdirmu dan segalanya sedang manantimu di masa yang terlah tergariskan (masa Depan)....
"bila kau ingin aku datang menemui mu carilah aku di kala hujan turun bila aku tidak datang hitung lah 5 pohon yang ada di dekat danau ini ya di belakang mu.....
namun dia tidak sadar ada kata-kata dengan huruf yang sangat kecil bertuliskan.
"saat hujan turun di masa depan saat kau datang ketempat ini kembali aku akan datang dengan payung yang sama kembali disitulah kau dapat kembalikan surat ini kepadaku saat itu kau akan tahu siapa aku....
waktu terus berjalan tahun berganti bulan hari dan semuanya kini selama 25 tahun hidupnya dia sedang mencari siapakah orang yang datang disaat itu.
di sebuah kafe taria seorang laki-laki tengah membaca buku dengan kaca mata baca yang terselip di antara hidungnya yang mancung.
buku yang di bacanya telah usai di bab terakhir pesanannya pun telah jadi lalu mengambil jasnya dan meninggalkan kafe itu setelah membayar nya.
di perjalanan mobilnya mengalami kendala yang membuat nya menunggu supirnya selesai membetulkan mesinya.
setitik air hujan menetes mengenai jendela mobilnya lalu di melihat sebuah danau dimana dia pernah bertemu dengan dia.
di keluar tanpa sepengetahuan supirnya melangkah menuju danau itu tanpa payung yang menaungi nya duduk di pinggiran sungai seperti 10 tahun yang lalu saat dia berusia 19 tahun.
dia duduk tanpa memperhatikan hujan yang semakin deras.
sebuah suara menginstruksikan dengan nada tegas namun halus di situ dia baru sadar terpat yang dia duduki itu kering sementara sekitarnya basah.
"apakah sesuatu terjadi kembali padamu hum...?
sama seperti 10 tahun yang lalu ketika dia melihat payung itu berubah dari hitam menjadi transparan tangan yang sama semua nya sama namun yang membuat beda adalah dia tidak menemukan surat yang terselip di payung itu melainkan suara seseorang yang sangat dia kenali setiap pagi dan malam.
yang pernah mengantarkan makanan dengan alasan " dari ibu biasa lah" dengan wajah datar plus cuek.
namun pada kenyataannya dia yang buat itu juga ibunya yang cerita aku pun terkejut bagaimana bisa gadis cantik tangga plus teman masa kecil tapi sifatnya dingin cuek ga pernah perhatian sekitar nya ternyata orang yang selama ini diam-diam memperhatikan ku.
dan dialah yang salama ini aku cari seseorang yang sekarang menjadi seorang pendamping hidup ku.
karena itu aku sangat berterima kasih pada hujan waktu itu bila saat itu tidak ada hujan aku pasti sudah tidak ada di dunia ini atau masih berada di fase keterpurukan dan menjadi gila karena itu memang benar hujan adalah pembawa keberkahan.
tamat..