"Kenangan yang Tertinggal"
Dini dan Dian pertama kali bertemu di bangku SD. Sejak kecil, Dian selalu punya tempat spesial untuk Dini di hatinya. Mereka selalu bersama—berangkat sekolah bareng, pulang bareng, bahkan tugas kelompok pun selalu berdua. Tapi, perasaan Dian lebih dari sekadar persahabatan.
Saat SD berakhir, mereka harus berpisah. Dian masuk SMP favorit di kota, sedangkan Dini memilih sekolah yang lebih dekat dengan rumahnya. Mereka berjanji akan tetap berteman, tapi waktu dan jarak perlahan mengubah segalanya. Percakapan di chat mulai jarang, pertemuan pun semakin langka, sampai akhirnya hanya tersisa sesekali "Hai" tanpa kelanjutan.
Tiga tahun berlalu, dan takdir mempertemukan mereka kembali di SMA yang sama. Awalnya, hati Dian berdebar melihat Dini lagi, berharap bisa mengulang semua yang pernah mereka lewati dulu. Namun, yang ia temukan bukanlah Dini kecil yang dulu selalu menatapnya dengan mata berbinar. Kini, Dini sudah berubah—lebih dewasa, lebih cantik, dan lebih asing.
Dan yang lebih menyakitkan, Dini sudah bersama seseorang.
Dian hanya bisa tersenyum pahit ketika melihat Dini menggandeng tangan cowok lain di lorong sekolah. Saat mereka akhirnya bertemu mata, Dini hanya memberikan anggukan kecil, seolah mereka tidak pernah berbagi tawa dan rahasia di masa kecil.
Hancur. Itulah yang Dian rasakan.
Mungkin, bagi Dini, dia hanyalah bagian dari kenangan yang tertinggal di masa lalu. Tapi bagi Dian, Dini adalah satu-satunya yang tak pernah benar-benar pergi dari hatinya.
Tamat.