Hai, aku iseng buat cerpen, Oh ya ini cerpen pertama aku loh. Semoga kalian suka ya, enjoy the story!!!
Mia duduk di bangku kafe favoritnya, jari-jarinya menggenggam cangkir teh yang mulai mendingin. Dulu, ini tempat mereka. Sudut di dekat jendela, di mana Jay selalu duduk di seberangnya, bercanda tentang betapa banyak gula yang Mia tuangkan ke tehnya. Sekarang, hanya ada dia-dan ruang kosong di seberangnya yang seakan tetap milik Jay.
Dia pikir waktu akan membuat semuanya lebih mudah. Tapi ternyata, waktu hanya mengajarinya untuk berpura-pura. Berpura-pura tidak mencari sosok Jay di antara orang-orang, berpura-pura tidak mengingat suaranya setiap kali lagu kesukaan mereka diputar, berpura-pura tidak merasa hampa setiap kali melihat kursi kosong itu.
Mia menggigit bibirnya, menahan kenangan yang mengalir begitu deras. Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri. Tapi saat matanya menoleh ke arah pintu, dunianya seakan berhenti.
Jay.
Berdiri di sana dengan seseorang di sisinya. Tertawa kecil, wajahnya terlihat sama seperti terakhir kali Mia melihatnya, hanya saja kali ini, bukan Mia yang membuatnya tersenyum.
Seketika, semua memori yang ia coba kubur selama ini berhamburan lagi. Kata-kata perpisahan yang dulu diucapkan Jay, janji yang tak lagi bisa ditepati, semua alasan yang tak bisa ia mengerti. Mia menggenggam cangkirnya erat-erat, berusaha menahan dirinya agar tidak lari.
Tapi Jay tidak melihatnya. Atau mungkin, memilih untuk tidak melihat.
Mia menghela napas panjang. Untuk pertama kalinya, ia sadar bahwa mungkin Jay telah menemukan ruang baru untuk dirinya-sementara Mia masih terjebak di tempat yang sama.
Dan ruang yang dulu milik mereka... kini hanya menjadi ruang yang selalu ada dalam kenangan Mia.
-Tamat-
Maaf isinya sedikit,jujur aku tuh bingung mau nulis apa. Ini cerpennya cocok buat orang gamon, kalian setelah baca ini jangan gamon, yaa!! ><