Ditengah malam di kota makassar terlihat seorang pria yang sedang duduk dipinggir jalan, dengan sebatang rokok di tangan nya sambil menundukkan kepala, ia terlihat murung dengan mata yang sayu.
Pria itu bernama Feri seorang laki-laki berusia 26 tahun, yang sedang berjuang untuk mencari kerja dikota agar bisa menafkahi anak dan istrinya.
Feri yang dulunya seorang karyawan swasta diPHK, karena perusahaan tempat ia bekerja dulu mengalami pengurangan karyawan salah satunya ialah Feri.
Hari demi hari ia lalui namun tak kunjung membuahkan hasil ditambah anak Feri yang sebentar lagi akan memasuki pendidikan sekolah dasar(SD)yang membuat Feri harus segera mendapat pekerjaan, agar dirinya bisa mendapatkan uang untuk pembayaran anaknya nanti bersekolah.
Namun takdir berkata lain malam itu Feri malah mendapatkan nasib sial ia dikeroyok oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.
Saat ia terbangun naas nya uang untuk ia pakai makan malah di ambil oleh orang-orang tersebut, ia hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya kepada allah SWT atas apa yang terjadi pada dirinya.
Membuat Feri harus menahan lapar dan haus ia hanya bisa memohon petunjuk dari allah SWT dan selalu berdoa atas apa yang terjadi pada dirinya, sebagai seorang ayah sekaligus suami Feri menanggung begitu banyak beban itulah perjuangan seorang Ayah yang rela mengorbankan dirinya dijalanan dan hidup terlantung lantang demi anak dan istrinya. (:
Nada dering berbunyi dari kantong feri yang ternyata dari istrinya tut tut tut..."assalamu'alaikum mas"
Waalaikumsalam (Feri)
"Kamu baik-baik saja disana mas?
apakah kamu sudah mendapatkan kerjaan mas? Kamu sudah makan belum mas?
Beras sudah mau habis di tambah uang tabungan ku juga sudah mulai berkurang, anak kita sebentar lagi akan masuk kesekolah Dasar kamu yang semangat yah mas jangan lupa untuk selalu sholat."(ucap istri feri)
Lalu Feri menjawab... "Iya aku baru selesai makan kok, aku baik-baik saja kok do'akan suami mu ini ya agar aku bisa segera mengirimimu uang,aku juga mau meminta maaf belum bisa menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk kalian berdua."(sambil mengusap air matanya dan mengakhiri pembicaraannya dengan sang istri)
Malam itu ia tak tahu harus kemana lagi uang yang harusnya dipakai untuk makan malah dirampas orang-orang tadi Feri hanya bisa berjalan tanpa arah, hembusan angin dan riuhnya malam membuat pikiran Feri bercampur aduk isi kepala Feri malam itu ialah bagaimana caranya supaya ia mendapatkan uang untuk istri dan anaknya.
Seketika terlintas pikiran buruk Feri untuk mencuri, tapi seketika ia flashback dan mengingat pesan-pesan orang tuanya untuk selalu berada di jalan yang benar dan berprasangka baik apa yang terjadi kepada dirinya, saat ini adalah ujian bagi dirinya untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Akhirnya Feri memutuskan untuk tidur disebuah masjid di pinggir jalan, adzan subuh berkumandang Feri terbangun dari tidurnya dan melaksanakan sholat subuh setelah sholat Feri berinisiatif untuk membersihkan masjid tersebut karena kondisi masjid itu sedikit kotor dan tampak tak terurus setelah selesai membersihkan masjid tersebut tiba-tiba..... Seorang pria paruh bayu bernama Wisnu turun dari mobil dan mendatangi Feri dan bertanya.... "Mas asli orang sini ya?*
(Wisnu merupakan seorang pengusaha kaya yang saat itu mencari orang untuk menjadi sopir pribadinya)
Feri : "Bukan pak aku hanya kebetulan singgah dan menginap disini semalaman saja kalau boleh tau kenapaa ya pak.?"
Pak Wisnu : "Gini mas kebetulan aku lagi mencari seseorang untuk ku ajak sebagai sopir pribadi ku tapi sampai saat ini belum ada yang ku mau."
Owalah pak heehehe gimana ya pak kalau aku mengajukan diri sebagai sopir bapak, tapi sayangnya berkas-berkas ku hilang diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Lalu Feri kemudian menceritakan kejadian yang ia alami saat ini mendengar cerita dari Feri pak Wisnu merasakan kasihan dan ubah lalu pak Wisnu berinisiatif untuk menerima Feri sebagai sopirnya saja.
Feri dengan perasaan terharu dan bahagia mengucapkan terima kasih kepada pak Wisnu karena mau menerima dirinya walau tidak memiliki persyaratan-persyratan yang dibutuhkan.
Hari demi hari Feri lalu dengan menjadi sopir pribadi pak Wisnu ekonomi keluarga Feri pun perlahan membaik sepulang kerja Feri menyempatkan waktunya untuk belajar menjadi seorang pengusaha seperti pak Wisnu.
Melihat sifat Feri yang rajin beribadah, baik, tekun,ulet dan pantang menyerah.
membuat pak Wisnu yakin akan potensi yang di miliki Feri ia berinisiatif memberikan sumbangan dana untuk usaha Feri nantinya dengan imbalan hasilnya nanti akan di bagi dua.... END