Mereka ada dari ketakutan manusia. Keji dan brutal hingga tubuhmu akan terkoyak habis dari indahnya rebahan di tempat tidur. Siapkah malammu ditemani olehnya?
🐯
Srtttt Srttt Srttt crrtakk..
Aku mendengarnya, suara cakaran dibibir ranjang tempat tidurku Keringat dingin membanjiri pelipisku untuk saat ini. aku ketakutan.
Dengan perlahan selimut ku naikkan sampai menutupi seluruh tubuhku. Bibir tipisku bergetar dengan hebat, aku ingat sekarang adalah malam sabtu. Malam dimana makhluk sejenis itu berkeliaran di sudut-sudut tempat yang gelap. Aku ketakutan dan di kosan ini aku tinggal sendirian.
Srtttttt srttttt srttttt sluppp...
Suara itu makin terdengar keras dan aku mulai merasakan gerakan diselimutku yang ditarik pelan-pelan. Dengan segala doa-doa aku lafalkan di dalam hati tapi tetap saja makhluk seperti mereka tidak akan mempan pada hal berbaur seperti itu.
Dion menyerah. ia tidak sanggup menghadapi mereka semua, ia berharap pagi segera muncul dan di tubuhnya tidak meninggalkan bekas gigitan makhluk itu.
"Manusia... manusia... manusia... Hihihihi."
Tangan Dion bergetar bersamaan selimut yang ditarik keras hingga tubuhnya tidak bisa bersembunyi lagi. Mata Dion melirik sekilas lalu memejam ketakutan seketika. Makhluk itu, wajahnya yang penuh dengan luka jahit dari mata hingga dagu semakin terlihat menyeramkan dengan kepalanya yang memutar-mutar di hadapannya saat ini.
Dion masih meringkuk menyembunyikan penglihatannya dari makhluk-makhluk ini yang terus menyusuri kaki nya dan lehernya.
Merinding.
Ia ingin berteriak tapi ia urungkan karena dibelakang kosannya ada rumah si kakek penjaga kuburan.
Hingga...
"DORRR! HAYO LOH DAFA, NONTON APA LO?!" teriak Mizar mengagetkanku yang sedang asik menonton film horor.
"APAAN SIH LO AH! NGAGETIN TAHU." bentakku sambil memegang dada. Untung jantungnya gak pindah ke anus gegara teriakan sohibnya ini ah.
"HAHAHA.... Eh lo nonton ini? Kok berani sih bukannya ini malam sabtu juga, k*mpret kok lo ngepause sih! bukannya dilarang ya---" Cerca Mizar terjeda saat sesuatu bergelinyal di kaki mereka.