'Darah, aku ingin darah,' suara bisikan itu kembali terdengar, tatkala menjelang tengah malam dan kesunyian menyelimuti seluruh kosan.
Aku tidak tau, apa aku sudah tidak waras ataukah telinga teman-teman ku yang tidak dapat mendengar bisikan itu, malam ini aku ingin membuktikan pada teman-teman ku jika aku masih waras dan aku tidak salah dengar.
Pukul 24:05 WIB, aku masih terjaga, aku mempertajam pendengaran ku suara sekecil apapun tidak akan terlewat begitu saja di telinga ku, suasana hening di kosan tempat aku tinggal ini memang terasa begitu menyeramkan, terlebih lagi aku sering mendengar suara-suara aneh di tempat ini. Satu bulan aku tinggal di kosan ini bersama dua teman ku, namun, setiap malam tiba aku selalu mendengar bisikan itu dan anehnya hanya aku yang bisa mendengarnya, kedua teman ku bahkan mengejek ku jika aku berhalusinasi dan menakuti mereka.
'Darah....aku ingin darah....'suara itu kembali samar terdengar, suara itu perlahan menjauh, aku turun dari ranjang mengikuti asal suara itu, perlahan aku membuka pintu, suara itu masih dapat ku dengar walau semakin pelan, degupan jantung ku semakin cepat, ketika aku semakin dekat dengan asal suara itu, tubuh ku mulai panas, keringat membanjiri seluruh tubuhku, nafas ku memburu, aku berjalan dan terus berjalan hingga aku berhenti di pintu toilet yang sudah lama tidak terpakai.
'Suara itu menghilang disini, apa mahluk itu tinggal di sini?' jujur aku merasa takut sekarang, detak jantungku sudah tidak beraturan lagi, aku berbalik hendak pergi namun, dua buah cahaya berwarna merah menyala menyorot tepat di hadapan ku tiba-tiba seluruh lampu di tempat ini mati, aku gemetar ketakutan.
"Si-siapa kau? ke-kenapa kau selalu mengganggu ku?" ucap ku, seraya melihat kesana kemari.
Mahluk itu mendekat terus mendekat, "kau... adalah milik ku...Ana....aku ingin darah mu...," ucap mahluk itu.
Mata ku menggelap dan Bruk...aku tidak ingat apapun lagi.
Tamat.