Kerlip bintang dilangit nampak dari jendela yang masih terbuka.Langit malam ini sangat cerah namun tak secerah hati Dinda.
Dari sudut matanya mengalir bulir bening yang tak kuasa dia menghentikannya.terucap doa tulus di hatinya,selamat menempuh hidup baru kekasihku semoga kau berbahagia.
Teringat masa-masa dulu sewaktu masih bersama,hidup penuh keceriaan, segala tantangan dan hambatan bisa kita lalui bersama.Kau tahu ketulusan hatiku dan akupun tahu kesungguhan hatimu.
Namun...
Mama.. ini tidak mungkin.
Sayang, kita harus menerima kenyataan ini.kita harus melakukan sesuatu sebelum terlambat,
Lebih baik aku mati saja ma..
Jangan berkata begitu kau harus selamat,
Mama tak bisa menahan air matanya yang terus mengalir mengiringi suster sampai di depan pintu ruang operasi
Din , bukankah kau tahu aku mencintaimu .suara mas Indra bergetar membuat perih hati ini.
Maaf mas, aku mencintai orang lain, suaraku pun bergetar menahan sesak dalam dada
Tida mungkin aku sudah mengenalmu begitu lama, mas Indra tak percaya.
Tapi kenyataannya aku mencintai orang lain mas , akuenahan poli
Tidaaaaaak
Sejak saat itu mas Indra tiap hari selalu menanyakan keputusanku dan jawabanku tetap sama hingga sampai kini selama lebih lima tahun.
Bukannya aku tega kepadamu, semua ini karena tulusnya cintaku dan ingin kau bahagia seutuhnya.
Andai kau tahu rasa perih di hatiku yang tak mungkin ku katakan padamu.
Biar cerita ini hanya hatiku yang tahu
Karena waktu itu.......
Sebelum operasi dokter mendiagnosa ada tor ganas ya membahayakan jiwa Dinda bila tak segera diangkat dengan resiko Dinda tidak bisa punya keturunan.
Dinda mengusap air matanya.Leputesan ku tepat aku hanya ingin yang terbaik bagimu
Kerlip bintang masih disana teririg keikhlasan dan doa Dinda semoga Indra bahagia selamanya.