Di suatu Desa yang damai dan sejuk, ada seorang gadis remaja yang lugu dan polos. Dia begitu mudah percaya pada orang disekitarnya, karena keluguannya tersebut maka dia tertipu oleh tetangganya sendiri.
"Reni, ikutlah dengan Tante Sumi. Dia akan pergi ke Kota." Ujar sang ibu bernama Titik.
"Baiklah bu, memangnya mau beli apa bu?" Tanya Reni penasaran.
"Katanya kamu mau beli ponsel, sekalian beli kulkas nak." Jawab sang ibu, Reni pun menurut dan dia merasa bahagia.
"Baiklah bu." Jawabnya singkat, dia merasa bahka Tante Sumi adalah orang yang baik dan bisa dipercaya.
Berangkatlah Reni ke Kota dengan Tente Sumi, "tante turun di pusat perbelanjaan saja, nanti kamu sama pak Sopir saja beli kulkasnya." Ujarnya.
Reni menurut saja, toh dia juga tidak paham dengan keadaan kota. Reni diajak berkeliling di Kota tersebut. Tidak Reni sangka jika dia akan dibawa ke pantai.
"Ngapain ya kesini?" Batin Reni merasa ada yang aneh. Dia menatap sekeliling "kok sepi." Reni merasa jika akan ada hal buruk tapi dia berusaha menepisnya.
Ketika tiba di pantai, mobil berhenti. Apakah yang terjadi pada Reni?
Jeng jeng jeng . . . . .
Ternyata memang betul orang tersebut hendak berniat buruk pada Reni.
Klik. Suara pintu mobil terkunci, Reni belum sempat kabur, dia merasa ketakutan tapi berusaha tetap kuat. "Tuhan akan melindungiku." Batinnya.
"Hai nak, kamu manis juga. Gak usah takut ya!" Ucap sopir tersebut pelan dan lembut. Reni justru makin gemetar.
"Stop pak!!!! Anda sudah berkeluarga, ada isteri dan anak anda yang menunggu di rumah. Anda mau apa?" Ujar Reni sambil berteriak.
"Gak usah berontak nak, kita gak ngapa-ngapain kok! Hanya enak-enakan saja." Jawabnya lembut. Reni hanya menggeleng lalu mundur hingga terpentok jendela kaca mobil.
"Tuhan, tolong aku?" Batinnya menjerit. Sopir tersebut tidak melakukan apa pun pada Reni, dia kembali mundur. "Ya Tuhan, aku harus bagaimana?" Tanyanya dalam hati.
Tanpa Reni duga, sang Sopir mencuri ciuman pertamanya, bukan hanya dibibir tapi masuk pada rongga mulutnya. Semua terjadi begitu cepat hingga Reni kaget dan makin ketakutan.
Pulang dari kota, Reni banyak diam. Dia jadi tidak percaya pada siapa pun. Bahkan dia tidak berani mengatakan tentang kejadian di kota pada kedua orang tuanya.
Apakah Reni bisa terus melanjutkan kisah hidupnya
Mampukah Reni melawan rasa takutnya setiap waktu?
Akankah Reni sering pergi ke Kota bersama Tente Sumi?
Genre: misteri - fiksi