Awalnya, aku hanya iseng-iseng saja uji nyali di makam Desa ku bersama teman-teman sekolah.
"Tong. Elu berani?" Tanya Angga salah satu temanku.
"Ngapain juga takut?" Jawab Udin salah satu temanku yang lain.
"Tapi, ada urban legend di makam ini." Sahut Dika yang juga salah satu temanku.
Kita berempat sepakat untuk melakukan uji nyali di hari kamis malam. Dimana menurut kepercayaan Jawa kuno, hari kamis itu waktunya parah arwah bergentayangan. Tapi, aku sama sekali tidak percaya dengan hal semacam itu. Hari gini ada setan? Hellow, ini jaman modern boss.
Jam menunjukkan pukul setengah dua belas malam ketika kami akhirnya memutuskan untuk menginap di tempat penyimpanan keranda mayat. Kami membawa beberapa lilin dan beberapa dupa, niat kami adalah menyalakan dupa itu kita kami akan pergi tidur.
Singkat cerita, setelah semua sudah beres dan dupa di nyalakan dan di taruh di setiap sudut ruangan itu, kami akhirnya sepakat untuk tidur.
Tidak ada yang aneh Samapi kami benar-benar terlelap, hingga di beberapa jam kemudian. Aku merasakan ada sesuatu yang tidak lazim. Aku mendengar suara benda bergerak dari tempat yang berlawanan dengan tempat kami tidur.
Saat aku membuka mataku, bau dupa sudah sangat menyengat dan ruangan itu di penuhi oleh asap dupa, sehingga aku kesulitan untuk melihat sekeliling.
Tapi, aku masih bisa melihat teman-teman ku yang sedang tidur nyenyak di sampingku.
'Glodak!!' suara itu terdengar lagi. Dan ternyata, keranda mayat itu lah sumber dari suara yang membangunkan aku dari tidurku.
'Glodak!! Glodak!!' kali ini, suara itu semakin kencang dan memekakkan telinga. Anehnya, teman-teman sama sekali tidak terganggu dengan suara keributan itu.
Butuh waktu lama untuk bisa menyesuaikan pandangan mataku di kegelapan ini. Dan saat sudah terbiasa dengan kegelapan, aku melihat warah keranda mayat itu.
Tidak ada apapun.
Mungkin hanya tikus saja yang bermain di atasnya. Itu pikirku. Namun, beberapa saat kemudian, keranda mayat itu kembali mengeluarkan suara.
Dan tahu apa yang aku lihat?
Keranda mayat itu bergoyang hebat. Tikus tidak bisa membuat guncangan hebat seperti itu!
Aku memejamkan mataku, dan mengucek nya. Saat aku membuka mataku lagi.
Ada seekor Pocong sedang tidur terlentang di atas keranda mayat itu!! Dia bergerak hebat seolah merasa kesakitan. Itulah yang menyebabkan keranda mayat itu bergoyang.
"Heh!! Cok. Bangun!! Cepat!!" Aku membangunkan teman-temanku, tapi mereka diam membisu. "Woi!!"
'Deg!'
Ketika aku melihat ke arah mereka. Posisi dimana mereka tidur, sekarang sudah di gantikan oleh pocong pocong yang lain.
"Waaahhh!!!" Tanpa membuang banyak waktu lagi, aku langsung berlari keluar dari tempat itu.