Di sebuah apartemen kecil, Nina duduk di sofa sambil memandangi ponselnya. Sudah hampir seminggu dia tidak dihubungi oleh Raka, cowok yang sedang dia taksir.
“Kenapa sih, dia nggak balas chat aku? Apa aku salah kirim meme kemarin?” Nina bergumam sambil menatap meme kucing joget yang terakhir dia kirim ke Raka.
Sementara itu, di sudut ruangan, seekor kucing berbulu oranye bernama Gembul sedang memandangi Nina dengan tatapan meremehkan.
“Kamu ngeliatin apa, Bul?” Nina melirik kucing itu.
Gembul hanya mengeong pelan dan berjalan ke arah meja, lalu dengan sengaja menjatuhkan ponsel Nina ke lantai.
“Eh! Bul! Itu mahal!” Nina buru-buru memungut ponselnya.
Namun, saat dia mengambilnya, tiba-tiba ada notifikasi masuk.
Raka: “Haha, kucing jogetnya lucu banget. Baru liat sekarang, aku ketiduran kemarin.”
Mata Nina membelalak. “Gembul! Kamu penyelamatku!”
Gembul hanya melengos santai, seolah berkata, “Udah tugas gue emang.”
Nina langsung membalas chat Raka dengan senyum merekah. Tapi saat dia hendak mengetik pesan panjang, Gembul kembali bertingkah. Kali ini, dia memanjat bahu Nina dan menatap layar ponsel.
“Bul, ini private! Jangan ikut campur!” Nina menggerutu, tapi Gembul malah memencet tombol voice note dengan kakinya.
“Oh Rakaaa, aku juga ketiduraaaaan. Ehehehe~” suara Nina terekam dan langsung terkirim sebelum dia sempat menghentikannya.
Nina terdiam. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
“Gembuuul!”
Gembul melompat turun dan kabur ke kolong meja, meninggalkan Nina yang panik luar biasa.
Beberapa detik kemudian, balasan Raka muncul.
Raka: “Wkwkwk! Lucu banget sih. Boleh kali, kita ketiduran bareng nonton film weekend ini?”
Nina ternganga. “Gembul, kamu bener-bener kucing ajaib! Besok aku beliin ikan paling mahal buat kamu!”
Dari kolong meja, Gembul mengedipkan mata pelan, seolah berkata, “Ya udah, jangan lupa sashimi juga.”
Tamat