Hujan deras mengguyur kota kecil itu sejak pagi. Aroma tanah basah menyeruak, berpadu dengan wangi teh hangat yang baru saja dituangkan Hana ke dalam dua cangkir. Ia duduk di ruang tamu, menatap hujan melalui jendela besar yang berembun.
Hana sedang menunggu. Bukan siapa-siapa, melainkan suaminya, Raka, yang selalu pulang terlambat.
Setelah beberapa saat, pintu depan terbuka. Raka masuk dengan jas hujan yang basah kuyup. Ia tersenyum kecil sambil melepas sepatu. "Hujannya deras sekali," katanya.
Hana tak langsung menjawab. Ia hanya menunjuk ke arah cangkir teh yang telah ia siapkan di meja. "Aku buatkan teh. Duduklah."
Raka menurut, duduk di sofa sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Teh hangat itu ia seruput perlahan, dan keheningan pun mengisi ruangan.
"Hana," Raka memecah sunyi, "Maaf, aku sering membuatmu menunggu."
Hana menatapnya. Ada lelah di wajah suaminya, tapi juga kesungguhan yang tak pernah hilang. "Aku tidak keberatan menunggu, Raka. Tapi, kadang aku rindu saat-saat kita dulu, ketika waktu terasa lebih lambat, dan kita punya banyak cerita untuk dibagi."
Raka menunduk, seakan merasa bersalah. "Aku tahu. Semua ini untuk kita, Hana. Aku ingin memastikan kamu dan anak-anak kita nanti punya kehidupan yang lebih baik."
Hana terdiam sejenak. Ia mengerti niat suaminya, tapi ia juga ingin mengingatkan bahwa kehadiran Raka adalah hal yang paling ia butuhkan.
"Raka," katanya akhirnya, "Aku tidak butuh apa-apa selain waktu kita bersama. Hujan seperti ini, secangkir teh hangat, dan kamu di sini sudah lebih dari cukup."
Raka tertegun. Kata-kata Hana sederhana, tapi menohok. Ia menyadari bahwa dalam perjuangannya untuk masa depan, ia hampir melupakan masa kini.
Ia menggenggam tangan Hana. "Aku janji, aku akan lebih sering pulang lebih awal. Kita akan berbagi cerita lagi, seperti dulu."
Hana tersenyum. Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, hatinya merasa lebih hangat daripada teh di tangannya.
Di luar, hujan masih deras. Tapi di dalam rumah kecil itu, ada kehangatan yang tak bisa digantikan oleh apa pun.